Anak Aktif Atau Hiperaktif? Ini 5 Hal yang Membedakannya

(0)
15 Oct 2020|Azelia Trifiana
Anak aktif dalam kesehariannya belum tentu hiperaktifAnak aktif belum tentu hiperaktif
Bagai dua sisi mata uang, anak aktif bisa menandakan kondisi tubuhnya sehat atau gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Meski demikian, anak aktif dan penuh energi tidak selalu berarti memiliki masalah terkait hiperaktivitas.Untuk bisa mendiagnosis seorang anak dengan ADHD, perlu ada masalah atau gejala kronis terkait kemampuan anak mengendalikan aktivitasnya. Selain itu, anak hiperaktif juga menunjukkan kesulitan mengendalikan keinginannya.

Membedakan anak aktif dan hiperaktif

anak dan kaca
Kecurigaan apakah anak yang penuh energi sekadar aktif atau justru hiperaktif berakar dari kemampuan anak melakukan berbagai aktivitas seharian. Padahal, anak dengan kecerdasan kinestetik justru menikmati kegiatan yang mengharuskan mereka banyak bergerak.Untuk membedakannya, ada beberapa parameter seperti:

1. Kemampuan konsentrasi

Anak yang aktif namun tetap bisa mengikuti pelajaran di sekolah tidak termasuk anak dengan masalah ADHD. Seaktif apapun anak, jika mereka bisa berkonsentrasi mengikuti pelajaran, artinya tak ada yang perlu dikhawatirkan.Hal ini yang membedakan anak aktif dan hiperaktif. Salah satu gejala utama anak hiperaktif adalah tidak bisa mengendalikan antara waktu untuk terus bergerak dan berkonsentrasi.

2. Kemampuan memproses informasi

Anak aktif tidak akan mengalami kesulitan signifikan ketika harus memproses informasi. Di sisi lain, anak hiperaktif bisa terhambat saat memproses informasi secara akurat. Perbedaan ini dapat terlihat secara akademis ketika murid harus merespons instruksi dengan cepat sekaligus akurat.

3. Regulasi emosi

Setiap anak memiliki cara berbeda menunjukkan emosi mereka, termasuk saat sedang tantrum sekalipun. Namun yang membedakan anak aktif dan hiperaktif adalah ketika merasakan emosi, anak dengan ADHD mudah merasa frustrasi sekaligus kewalahan dengan emosi yang munculKondisi ini dapat berpengaruh terhadap hubungan sosial anak. Dalam jangka panjang, anak hiperaktif bisa cenderung menutup diri karena memiliki rasa percaya diri rendah.

4. Fungsi eksekutif

Anak hiperaktif juga bisa mengalami kesulitan menjalankan fungsi eksekutif. Fungsi ini meliputi kemampuan mengorganisasi, merencanakan, menyusun skala prioritas, hingga mengingat detail terkecil dari hal yang bersinggungan dengannya.Artinya, anak hiperaktif bisa mengalami kesulitan mengikuti instruksi dan tetap terorganisasi. Contohnya saat mengikuti kegiatan di sekolah, anak hiperaktif kesulitan bekerja sama dengan teman sebayanya atau mengikuti instruksi permainan.Di sisi lain, anak aktif tidak mengalami kesulitan berarti menjalankan fungsi ini. Meski energi mereka melimpah, anak aktif tetap bisa fokus ketika sedang berusaha mewujudkan sebuah target.

5. Kedewasaan

Secara usia, anak hiperaktif juga mencapai tahap kedewasaan lebih lambat dibandingkan dengan anak seusianya. Contohnya anak berusia 12 tahun bisa saja masih berpikir dan berperilaku seperti anak-anak, bukan sebagai anak remaja. Kemampuan mengambil keputusan terkait hal berisiko hingga pertemanan pun lebih lambat.Selain beberapa parameter di atas yang dapat membedakan anak aktif dan hiperaktif, gejala adanya masalah ADHD dapat terlihat seiring dengan pertumbuhan anak. Idealnya, anak yang aktif akan menunjukkan perkembangan fisik sekaligus psikologis sesuai dengan rentang usianya.Namun anak hiperaktif bisa lebih lambat berkembang dibandingkan dengan usia seharusnya.

ADHD, bukan hanya sekadar berenergi

ADHD bisa sulit diidentifikasi, sehingga penting mempertimbangkan segala aspek bukan hanya soal berenergi tidaknya seorang anak. Terkadang, anak aktif dan hiperaktif memang terkesan mirip. Namun, perbedaan utama adalah anak aktif dapat merespons intervensi behavioral dibandingkan dengan anak hiperaktif.Bentuk intervensi behavioral sekaligus respons dari tiap anak bisa berbeda. Anak dengan kecerdasan interpersonal atau kecerdasan spasial visual tentu menunjukkan respons berbeda terhadap intervensi behavioral ketimbang anak dengan aktif dengan kecerdasan kinestetik.Jika orangtua memiliki kekhawatiran anaknya aktif atau hiperaktif, konsultasikan kepada pakarnya. Dengan intervensi dan penanganan yang tepat, anak dengan ADHD bisa memiliki kualitas hidup yang baik.Jika Anda ingin tahu lebih banyak perbedaan anak aktif dan hiperaktif, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips membesarkan anak adhdadhdgaya parenting
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/difference-between-an-energetic-child-and-one-with-adhd-20486
Diakses pada 2 Oktober 2020
Child Mind Institute. https://childmind.org/ask-an-expert-qa/does-my-child-have-adhd-or-just-high-energy/
Diakses pada 2 Oktober 2020
Strategic Psychology. https://strategicpsychology.com.au/the-difference-between-adhd-and-an-active-child/
Diakses pada 2 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait