8 Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif yang Bisa Orangtua Kenali


Perbedaan anak aktif dan hiperaktif terletak pada beberapa aspek, yaitu kemampuan fokus, memproses informasi, bahkan hubungan sosial. Orangtua harus bisa membedakannya agar tidak salah kaprah.

0,0
15 Oct 2020|Azelia Trifiana
Anak aktif dalam kesehariannya belum tentu hiperaktifAnak aktif belum tentu hiperaktif
Perbedaan anak aktif dan hiperaktif terkadang membingungkan. Anak aktif bisa menandakan kondisi tubuhnya sehat, tapi bisa juga menandakan gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Meski demikian, anak aktif dan penuh energi tidak selalu berarti memiliki masalah terkait hiperaktivitas.
Hiperaktif adalah kondisi di mana anak tidak bisa diam bahkan sulit fokus. Kecurigaan apakah anak yang penuh energi sekadar aktif atau justru hiperaktif dapat diperhatikan dari kemampuan anak melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. 

Perbedaan anak aktif dan hiperaktif

Jika dilihat sekilas, perbedaan anak aktif dan hiperaktif sulit dikenali. Namun, berikut beberapa perbedaan yang dapat Anda perhatikan:

1. Kemampuan fokus

anak hiperaktif sulit fokus
Anak hiperaktif sulit untuk fokus pada suatu hal
Anak aktif cenderung dapat fokus terhadap satu hal walaupun perhatiannya mudah teralihkan saat melihat hal-hal yang menarik. Namun, itu merupakan hal yang wajar terjadi pada anak-anak. Sementara itu, anak hiperaktif sulit untuk fokus pada suatu hal, dan tidak bisa mengendalikan diri untuk terus bergerak. Kondisi ini bisa membuat anak susah berkonsentrasi mengikuti pelajaran di sekolah.

2. Memproses informasi

Perbedaan anak aktif dan hiperaktif juga terletak pada kemampuannya memproses informasi. Anak aktif cenderung tidak akan mengalami kesulitan yang signifikan ketika harus memproses informasi. Di sisi lain, anak hiperaktif bisa terhambat saat memproses informasi secara akurat. Perbedaan ini dapat terlihat secara akademis ketika murid harus merespons instruksi dengan cepat sekaligus akurat.

3. Cara bicara

Bukan hanya pergerakannya yang lebih aktif, anak hiperaktif juga banyak berbicara atau bahkan mengalami speech delay. Ia suka menyela pembicaraan orang lain atau ikut berbicara pada obrolan yang tidak melibatkan dirinya. Namun, berbeda dengan anak hiperaktif, anak yang sekadar aktif lebih mudah diajak berbicara dan bisa menangkap kosakata yang diajarkan.

4. Mengikuti instruksi

Anak hiperaktif bisa mengalami kesulitan mengikuti instruksi dan tetap terorganisasi. Contohnya saat mengikuti kegiatan di sekolah, anak hiperkatif kesulitan bekerja sama dengan teman sebayanya atau mengikuti instruksi permainan. Selain itu, anak terlalu aktif juga sulit untuk mengorganisasi, merencanakan, menyusun skala prioritas, hingga mengingat detail terkecil dari hal yang bersinggungan dengannya.Di sisi lain, anak aktif tidak mengalami kesulitan berarti menjalankan hal tersebut. Meski energi mereka melimpah, anak aktif tetap bisa fokus ketika sedang berusaha mewujudkan sebuah target.

5. Mengendalikan emosi

anak hiperaktif marah
Anak hiperaktif memiliki perasaan yang lebih sensitif
Setiap anak memiliki cara berbeda menunjukkan emosi mereka, termasuk saat sedang tantrum sekalipun. Namun yang membedakan anak aktif dan hiperaktif adalah ketika merasakan emosi.Anak aktif bisa menjaga perasaannya dan tidak mudah menangis, kecuali saat marah, kesal, ataupun sedih. Sedangkan, anak hiperaktif memiliki perasaan yang lebih sensitif dan mudah merasa frustrasi sekaligus kewalahan dengan emosi yang muncul. Hal ini membuat anak menjadi mudah menangis.

6. Rasa lelah

Perbedaan anak aktif dan hiperaktif selanjutnya terletak pada rasa lelah. Ketika merasa lelah, anak aktif akan beristirahat dan tidur untuk mengembalikan energi. Namun, anak hiperaktif seperti tidak mengenal rasa lelah. Ia cenderung memiliki waktu tidur yang lebih pendek, bahkan bisa mengalami ledakan energi di malam hari yang membuatnya sulit tidur.

7. Pergaulan dan hubungan sosial

Dalam bersosialisasi, anak aktif biasanya mudah diterima karena cenderung lebih sabar dan mau mengalah. Sedangkan, anak hiperaktif tidak sabar dan enggan mengalah. Misalnya, ia tidak mau bergantian memainkan mainan yang disukainya. Hal ini membuat anak super aktif sering kali dijauhi oleh teman-temannya. Dalam jangka panjang, anak hiperaktif cenderung dapat menutup diri karena memiliki rasa percaya diri rendah.

8. Kedewasaan

Secara usia, anak hiperaktif juga mencapai tahap kedewasaan lebih lambat dibandingkan dengan anak seusianya. Contohnya anak berusia 12 tahun bisa saja masih berpikir dan berperilaku seperti anak-anak, bukan sebagai anak remaja. Kemampuan mengambil keputusan terkait hal berisiko hingga pertemanan pun lebih lambat.Selain beberapa parameter di atas yang dapat membedakan anak aktif dan hiperaktif, gejala adanya masalah ADHD dapat terlihat seiring dengan pertumbuhan anak. Idealnya, anak yang aktif akan menunjukkan perkembangan fisik sekaligus psikologis sesuai dengan rentang usianya. Namun, anak hiperaktif bisa lebih lambat berkembang dibandingkan dengan usia seharusnya.

Apakah anak terkena ADHD?

Walaupun anak aktif artinya bukan selalu ADHD, orangtua perlu mewaspadai hal ini. ADHD adalah gangguan mental yang menyebabkan anak sulit memusatkan perhatian, serta berperilaku impulsif dan hiperaktif.Kondisi ini bisa sulit diidentifikasi sehingga penting mempertimbangkan segala aspek, bukan hanya soal berenergi atau tidaknya seorang anak. Terdapat beberapa gejala ADHD pada anak yang bisa orangtua waspadai, yakni:
  • Tidak bisa duduk diam
  • Melakukan gerakan yang berlebihan, seperti mondar-mandir atau melompat-lompat
  • Sulit mengikuti suatu kegiatan dengan tenang
  • Rentang fokus lebih pendek dan mudah terganggu
  • Cenderung pelupa dan suka kehilangan barang
  • Tidak mendengarkan atau menjalankan instruksi
  • Kesulitan mengatur tugas
  • Banyak berbicara
  • Tidak bisa mengantre atau menunggu giliran
  • Bertindak tanpa berpikir bahkan melakukan hal berisiko.
Jika orangtua memiliki kekhawatiran anak terlalu aktif itu tandanya ADHD, konsultasikan kepada dokter spesialis anak. Dengan intervensi dan penanganan yang tepat, anak dengan ADHD bisa memiliki kualitas hidup yang baik.Perawatan standar untuk ADHD pada anak dilakukan dengan obat-obatan, terapi perilaku, konseling, dan layanan pendidikan. Perawatan ini dapat membantu meredakan gejalanya, tetapi tidak menyembuhkan.Jika Anda ingin tahu lebih banyak perbedaan anak aktif dan hiperaktif, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips membesarkan anak adhdadhdgaya parenting
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/difference-between-an-energetic-child-and-one-with-adhd-20486
Diakses pada 2 Oktober 2020
Child Mind Institute. https://childmind.org/ask-an-expert-qa/does-my-child-have-adhd-or-just-high-energy/
Diakses pada 2 Oktober 2020
Strategic Psychology. https://strategicpsychology.com.au/the-difference-between-adhd-and-an-active-child/
Diakses pada 2 Oktober 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/attention-deficit-hyperactivity-disorder-adhd/symptoms/
Diakses pada 25 Oktober 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/adhd/signs#problems-playing-quietly
Diakses pada 25 Oktober 2021
Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/mental-health/adhd-and-sleep
Diakses pada 25 Oktober 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adhd/diagnosis-treatment/drc-20350895
Diakses pada 25 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait