Anak 2 Tahun Belum Bisa Bicara, Ini Stimulasi yang Direkomendasikan

(0)
31 Oct 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anak 2 tahun belum bisa bicara antara lain karena kehilangan pendengaranAnak 2 tahun belum bisa bicara akibat beberapa kondisi yang harus diwaspadai orangtua
Anak 2 tahun belum bisa bicara dengan bahasa yang dipahami oleh orang dewasa, harus menjadi lampu kuning bagi orangtua. Perkembangan setiap anak memang berbeda-beda. Namun, Anda dianjurkan memeriksakan Si Kecil ke dokter anak atau spesialis tumbuh kembang anak.Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak yang berusia 2 tahun idealnya sudah dapat mengucapkan 2 kata yang bermakna, misalnya 'mama' dan 'makan'. Pengucapannya pun jelas sehingga dapat dimengerti oleh orang lain.Jika belum menunjukkan kemampuan tersebut, bisa jadi anak tengah mengalami keterlambatan bicara alias speech delay. Lewat pemeriksaan medis, dokter akan mengetahui penyebabnya sekaligus memberi saran mengenai cara penanganan yang tepat untuk “memancing” anak berbicara.Sebenarnya, speech delay bukanlah sebuah diagnosis, melainkan gejala dari kondisi tertentu.

Anak 2 tahun belum bisa bicara, ini tanda speech delay

Yang dimaksud dengan anak 2 tahun belum bisa bicara bukanlah ketidakmampuannya untuk memproduksi kata-kata, melainkan memperlihatkan tanda-tanda speech delay, seperti:
  • Hanya bisa meniru suara atau perilaku yang dicontohkan orang lain atau dikenal dengan istilah membeo
  • Tidak bisa memproduksi kata-katanya sendiri
  • Tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat dipahami oleh orangtua atau pengasuhnya
  • Hanya bisa mengucapkan kata yang itu-itu saja
  • Tidak bisa mengeluarkan kata, kecuali dalam keadaan terdesak (misalnya ingin makan, minum, dan sebagainya)
  • Tidak bisa memahami instruksi sederhana

Mengapa anak 2 tahun belum bisa bicara?

Autisme bisa sebabkan anak telat bicara
Belum mampunya anak berbicara meski usianya sudah genap 2 tahun biasanya disebabkan oleh gangguan pada bagian otak pengatur kemampuan bicara. Gangguan ini menyulitkan koordinasi antara bibir, lidah, dan rahang untuk membuat suara yang bermakna.Banyak hal dapat menjadi penyebab anak 2 tahun belum bisa bicara. Salah satu yang paling umum adalah perkembangan Si Kecil yang memang lebih lambat dibanding anak-anak pada umumnya. Namun dalam beberapa kasus, speech delay juga dapat disebabkan oleh:
  • Kurangnya stimulasi, misalnya orangtua atau pengasuh yang jarang mengajak anak bicara
  • Kehilangan pendengaran
  • Gangguan intelektual
  • Gangguan spektrum autisme
  • Mutisme elektif (anak yang memang tidak mau bicara)
  • Gangguan perkembangan akibat kerusakan pada otak, misalnya pada anak yang mengalami cerebral palsy
Anak yang dibesarkan oleh orangtua atau pengasuh dengan dua bahasa juga mungkin dapat mengalami keterlambatan berbicara. Jika anak Anda dan suami melakukan pola parenting seperti ini, ada baiknya fokus dengan pemakaian satu bahasa pada anak.

Apa yang bisa dilakukan oleh orangtua?

Orangtua disarankan membacakan buku untuk Si Kecil
Ketika belum juga bisa bicara saat usianya sudah menginjak 2 tahun, Anda dapat melakukan berbagai stimulasi di rumah agar anak segera percaya diri untuk mengeluarkan kata-kata. Stimulasi yang dimaksud adalah:

1. Meningkatkan komunikasi dengan anak

Ajak anak Anda bicara, sekalipun ia belum bisa berkomunikasi balik. Ajari juga ia untuk bernyanyi atau menirukan suara tertentu sesering mungkin.

2. Membacakan buku

Pilih buku bacaan dengan karakter yang disukai anak atau warna favoritnya. Sesekali, minta anak 2 tahun yang belum bisa bicara untuk menyebut nama benda di buku tersebut.

3. Menggunakan objek sehari-hari

Misalnya di dapur, beritahu anak benda yang sedang Anda pegang adalah piring, sendok, garpu, dan sebagainya. Gunakan bahasa yang sederhana, tapi hindari pelafalan nama benda yang tidak sebenarnya, seperti ‘garpu’ menjadi ‘apu’.Bila perlu, bawa anak untuk diperiksakan ke dokter spesialis tumbuh kembang, baik di rumah sakit maupun klinik khusus. Biasanya, anak 2 tahun yang belum bisa bicara akan direkomendasikan untuk menjalani terapi wicara.

Mengenal terapi wicara untuk anak 2 tahun yang belum bisa bicara

Terapi wicara bisa jadi intervensi untuk anak speech delay
Terapi wicara untuk anak 2 tahun yang belum bisa bicara bertujuan menstimulasinya untuk bicara. Strategi yang bisa digunakan oleh terapis dalam kegiatan ini adalah:

1. Aktivitas intervensi berbahasa

Dalam jenis terapi ini, terapis akan mengajak anak 2 tahun yang belum bisa bicara untuk bermain sambil mengobrol, menunjukkan gambar dan meminta anak menyebutkan namanya, melihat dan membaca buku, serta aktivitas lainnya yang bisa dilakukan sambil mengobrol.

2. Terapi artikulasi

Pada terapi ini, anak diajarkan artikulasi atau cara mulut memproduksi suara melalui latihan atau permainan sesuai usianya. Misalnya, terapis mengajarkan anak memproduksi huruf ‘r’ dengan melatih anak memposisikan lidahnya sedemikian rupa.

3. Terapi oral-motorik

Terapi ini dilakukan dengan berbagai latihan senam muka untuk bertujuan menguatkan otot lidah, bibir, maupun rahang. Terapi oral-motorik biasanya melatih anak untuk mencoba berbagai makanan dengan tekstur dan temperatur berbeda.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan untuk anak 2 tahun yang belum bisa bicara, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tumbuh kembang bayitumbuh kembang anakgaya parenting
IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara
Diakses pada 20 Oktober 2020
John Hopkins Medicine. https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Delayed-Speech-or-Language-Development
Diakses pada 20 Oktober 2020
American Academy of Family Phisicians. https://familydoctor.org/condition/speech-and-language-delay/
Diakses pada 20 Oktober 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/not-talk.html
Diakses pada 20 Oktober 2020
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/speech-therapy.html
Diakses pada 20 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait