Benarkah Amylmetacresol Dapat Membunuh Corona?

Mitos amylmetacresol dapat membunuh corona
Amylmetacresol dalam tablet hisap pereda tenggorokan belum teruji untuk mengobati COVID-19

Kasus pasien yang positif terinfeksi virus corona SARS-Cov-2 terus meningkat di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Pandemi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena belum adanya vaksin dan obat untuk mencegah dan menangani infeksi ini, yang memiliki nama resmi COVID-19.

Beberapa kelompok peneliti mengkaji obat yang mungkin berpotensi untuk menangani corona, mulai dari obat malaria klorokuin hingga obat flu favipiravir. Ada pula informasi yang menguak bahwa amylmetacresol bisa menyembuhkan corona. Bagaimana studi valid mengenai amylmetacresol? Sebenarnya, apa fungsi obat amylmetacresol?

Apa itu amylmetacresol?

Amylmetacresol adalah antiseptik yang terkandung dalam berbagai merek tablet hisap untuk meredakan sakit tenggorokan dan infeksi mulut ringan. Amylmetacresol sering dikombinasikan dengan alkohol dichlorobenzyl dan mentol untuk meredakan tenggorokan yang terasa nyeri.

Sakit tenggorokan menjadi gejala utama dari faringitis atau radang tenggorokan akut. Faringitis biasanya disebabkan oleh virus dan cenderung bisa sembuh dengan sendirinya. Beberapa jenis virus yang bisa menyebabkan faringitis, yaitu:

  • Rhinovirus
  • Influenza
  • Parainfluenza
  • Adenovirus
  • Coronavirus

Pada beberapa kasus, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri.

Amylmetacresol untuk tangani coronavirus, bagaimana studi ilmiahnya?

Seperti yang disampaikan di atas, coronavirus dapat menjadi virus yang memicu gejala berupa sakit tenggorokan. Namun pertanyaannya, tipe coronavirus mana yang terbukti bisa dilawan dengan amylmetacresol? Penting untuk diketahui, coronavirus sendiri terdiri atas berbagai spesies dan strain yang sangat banyak.

Dilansir dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, virus corona dapat dibagi menjadi empat grup, yakni alfa, beta, gamma, dan delta. Beberapa contoh virus corona, yakni:

  • Human coronavirus 229E
  • Human coronavirus NL63
  • Human coronavirus OC43
  • Human coronavirus HKU1

Sementara itu, ada pula jenis baru coronavirus yang menginfeksi manusia, yaitu:

  • MERS-CoV, beta coronavirus yang memicu Middle East Respiratory Syndrome atau MERS
  • SARS-CoV, beta coronavirus yang memicu Severe Acute Respiratory Syndrome atau SARS
  • SARS-CoV-2, virus corona baru yang memicu coronavirus disease 2019 atau COVID-19

1. Studi dalam jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy (2005)

Salah satu penelitian bersertifikasi yang mengkaji efek antivirus amylmetacresol dilaksanakan tahun 2005 di Inggris. Studi dalam jurnal Antiviral Chemistry & Chemotherapy ini menemukan bahwa campuran amylmetacresol dan alkohol dichlorobenzyl pada pH rendah berpotensi untuk menonaktifkan virus dengan envelope yang memicu gangguan pernapasan, seperti influenza A, respiratory syncytial virus (RSV), dan SARS-Cov.

SARS-Cov dan SARS-Cov-2 adalah dua virus yang berbeda. SARS-Cov memicu penyakit yang disebut SARS, dan SARS-Cov -2 memicu penyakit yang disebut COVID-19.

2. Studi dalam jurnal International Journal of General Medicine (2017)

Selain riset tahun 2005 di atas, penelitian lain tahun 2017 juga mengkaji efek amylmetacresol dalam melawan virus. Namun, riset dalam jurnal International Journal of General Medicine menggunakan materi virus HRV1a and HRV8 (HRV), coxsackievirus A10, influenza A H1N1, dan human coronavirus OC43.

Dari sini, virus dalam keluarga coronavirus yang digunakan adalah human coronavirus OC43. Jenis ini juga berbeda dengan SARS-Cov-2 yang memicu COVID-19.

Amylmetacresol belum terbukti mengatasi infeksi virus corona COVID-19

Dari dua penelitian di atas, disimpulkan bahwa amylmetacresol belum terbukti bisa menangani infeksi virus corona jenis SARS-Cov-2. Hingga saat ini pula, belum ada studi diumumkan ke publik yang sudah mengkaji efek amylmetacresol dalam menangani virus corona SARS-Cov-2.

Kita tentu terus menantikan obat yang bisa disepakati pakar untuk menangani infeksi virus corona. Sembari menanti, langkah terbaik dalam menyikapi pandemi ini mengetahui langkah pencegahannya. Beberapa cara yang bisa penting dilakukan, yaitu:

  • Cuci tangan dengan benar dan tepat
  • Menjaga kebersihan diri
  • Tidak memegang wajah
  • Berdiam diri di rumah
  • Menjaga jarak dari orang lain dan mengenakan masker apabila memang harus keluar dari rumah

Belum ada riset terkait amylmetacresol dapat membunuh corona

Dari dua penelitian di atas, disimpulkan bahwa amylmetacresol belum terbukti bisa menangani infeksi virus corona jenis SARS-CoV-2. Hingga saat ini pula, belum ada studi yang diumumkan ke publik yang sudah mengkaji efek amylmetacresol dalam menangani virus corona SARS-CoV-2.

Kita tentu terus menantikan obat yang bisa disepakati pakar untuk menangani infeksi virus corona. Sembari menanti, langkah terbaik dalam menyikapi pandemi ini mengetahui langkah pencegahannya. Beberapa cara yang bisa penting dilakukan, yaitu:

  • Cuci tangan dengan benar dan tepat
  • Menjaga kebersihan diri
  • Tidak memegang wajah
  • Tidak bertukar barang pribadi
  • Mentup mulut saat bersin dan batuk
  • Hindari makan dan minum di ruang publik
  • Melakukan kegiatan sehari-hari dari rumah
  • Menjaga jarak dari orang lain dan mengenakan masker apabila memang harus keluar dari rumah

Catatan dari SehatQ

Amylmetacresol adalah kandungan yang mampu meredakan sakit tenggorokan. Belum ada studi resmi yang mengkaji efek amylmetacresol untuk mengobati infeksi virus corona SARS-Cov-2. Studi terdahulu hanya mempelajari efek amylmetacresol untuk virus-virus lain.

CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/types.html
Diakses pada 1 April 2020

Nature. https://www.nature.com/articles/s41564-020-0695-z
Diakses pada 1 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519550/
Diakses pada 1 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15889535
Diakses pada 1 April 2020

NCBI. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Amylmetacresol
Diakses pada 1 April 2020

Artikel Terkait