Amoxicillin untuk Ibu Menyusui, Apakah Ada Efek Sampingnya?

(0)
28 Oct 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Amoxicillin untuk ibu menyusui dianggap aman, tapi tetap ada efek samping yang harus diperhatikan.Amoxicillin untuk ibu menyusui berpotensi menimbulkan efek samping pada bayinya.
Amoxicillin adalah obat antibiotik golongan penisilin. Antibiotik ini biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri, seperti tonsilitis, bronkitis, hingga pneumonia. Namun, apakah amoxicillin aman untuk ibu menyusui?

Amoxicillin untuk ibu menyusui, apakah aman?

Menurut World Health Organization, amoxicillin adalah salah satu obat antibiotik esensial yang memiliki banyak kegunaan. Untuk ibu menyusui, biasanya amoxicillin digunakan untuk mengobati mastitis (peradangan payudara).Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat, amoxicillin terdaftar sebagai obat kategori B. Itu artinya, amoxicillin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil. Namun, apakah amoxicillin untuk ibu menyusui dianggap aman?Perlu diketahui, amoxicillin dapat masuk atau tembus ke dalam air susu ibu (ASI) layaknya komponen kimiawi lain yang mengalir di dalam darah. Biasanya, kadar amoxicillin di dalam ASI akan memuncak 4-6 jam setelah sang ibu meminum amoxicillin dengan dosis tunggal 1 gram.Menurut sebuah penelitian dari American Academy of Pediatrics, amoxicillin untuk ibu menyusui dianggap aman. Selain itu, amoxicillin juga dianggap sebagai salah satu obat yang paling aman untuk ibu menyusui. Namun ingat, amoxicillin juga bisa menimbulkan efek samping, sama seperti obat-obatan lainnya.Perlu ditegaskan, ibu menyusui harus selalu berkonsultasi dulu pada dokter kandungan sebelum meminum obat-obatan apa pun, termasuk amoxicillin.

Efek samping amoxicillin untuk ibu menyusui

Amoxicillin untuk ibu menyusui dianggap aman, tapi ada efek samping yang berpotensi terjadi
Amoxicillin untuk ibu menyusui bisa menimbulkan efek samping
Meskipun amoxicillin untuk ibu menyusui dianggap aman, ternyata ada beberapa efek samping yang bisa terjadi pada bayinya. Sebab, amoxicillin akan masuk ke dalam ASI dan terminum oleh sang bayi.Berikut adalah beberapa efek samping amoxicillin yang berpotensi terjadi pada bayi:
  • Diare
  • Feses berdarah
  • Ruam kulit
  • Sering mengantuk
  • Kolik (nangis terus-menerus) akibat nyeri perut.
Selain itu, bayi juga bisa mengalami efek samping lain seperti perubahan pola makan dan pola tidur. Jika berbagai efek samping di atas muncul pada bayi, segeralah bawa bayi Anda ke dokter untuk diperiksa oleh dokter. Tanyalah pada dokter apakah Anda harus berhenti mengonsumsi amoxicillin atau tidak.

Mengapa amoxicillin dapat menimbulkan efek samping pada bayi?

Amoxicillin untuuk ibu menyusui dapat menimbulkan efek samping pada bayinya
Hati-hati, efek samping amocillin dapat dirasakan bayi
Mungkin para ibu bertanya-tanya, mengapa amoxicillin dapat menimbulkan efek samping pada bayi? Jawabannya sederhana, amoxicillin mengandung penisilin yang diambil dari jamur Penicillium.Saat masuk ke dalam tubuh bayi lewat ASI, sistem tubuh Si Kecil akan menyalahartikan penisilin sebagai patogen. Hasilnya, sistem imun akan menyerangnya.Ditambah lagi, sistem imun tubuh bayi akan menciptakan antibodi untuk menyerang penisilin saat masuk ke dalam tubuh, yang akhirnya bisa menimbulkan efek samping pada bayi.Selain itu, amoxicillin biasanya dikonsumsi dalam bentuk cairan atau tablet, ketika sudah dikombinasikan dengan asam klavulanat.Menurut sebuah studi, kombinasi antara amoxicillin dan asam klavulanat inilah yang lebih sering menimbulkan efek samping. Sedangkan ibu hamil yang mengonsumsi amoxicillin saja (tanpa campuran asam klavulanat), bayinya cenderung tidak merasakan efek samping.

Tips mencegah efek samping amoxicillin pada bayi

Ibu menyusui mungkin menjadi khawatir ketika mendengar amoxicillin dapat menyebabkan efek samping pada bayi menyusui. Namun tenang, terdapat beberapa cara untuk mencegah efek samping pada bayi.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menyusui

Saat dokter meresepkan obat amoxicillin, beri tahu mereka bahwa Anda sedang menyusui bayi. Nantinya, dokter akan menanyakan tentang usia bayi, seberapa sering Anda menyusui bayi, dan memastikan apakah bayi Anda punya alergi terhadap obat antibiotik atau tidak. Dengan begitu, dokter bisa memberikan dosis amoxicillin yang tidak menimbulkan efek samping.
  • Perhatikan dosisnya

Jika dokter sudah memberikan dosis amoxicillin, jangan pernah melebihkan atau mengurangi dosis itu. Pastikan Anda menggunakannya sesuai aturan.
  • Susui bayi sebelum Anda minum amoxicillin

Susui bayi sebelum Anda meminum amoxicillin. Metode ini dianggap efektif untuk mencegah efek samping amoxicillin pada bayi.Selain itu, Anda juga boleh mengganti ASI dengan susu formula selama Anda sedang mengonsumsi amoxicillin. Namun ingatlah, susu formula juga bisa menyebabkan efek samping pada bayi. Jika bayi sudah berusia 1 tahun ke atas, cobalah susu sapi sambil tetap memberikannya makanan bernutrisi.Selalu konsultasikan pada dokter jika Anda ingin melakukan perubahan pada pola makan bayi, termasuk saat memberikan susu formula.

Jenis antibiotik yang aman untuk ibu menyusui

Selain mengetahui keamanan amoxicillin untuk ibu menyusui, para ibu sebaiknya juga perlu memahami jenis antibiotik yang aman dikonsumsi saat sedang menyusui.Berikut adalah berbagai jenis antibiotik yang aman dikonsumsi oleh ibu menyusui:
  • Penisilin

Penisilin, seperti amoxicillin dan ampicillin, adalah jenis antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Biasanya, obat antibiotik penisilin digunakan untuk mengatasi sejumlah penyakit, seperti pneumonia, infeksi darah (sepsis), gonore, meningitis, dan endokarditis.Penisilin bekerja dengan cara mencegah ikatan silang rantai asam amino di dinding sel bakteri. Hal ini menyebabkan dinding sel pada bakteri melemah sehingga mudah dikalahkan.
  • Sefalosporin

Sefalosporin, seperti cephalexin, adalah kelompok obat antibiotik yang terbuat dari jamur Acremonium. Sefalosporin bersifat bakterisidial (membunuh bakteri) dan cara kerjanya sama seperti penisilin. Sefalosporin mengikat dan memblokir aktivitas enzim yang bertanggung jawab dalam produksi peptidoglikan (komponen penting pada dinding sel bakteri). Sefalosporin juga disebut sebagai antibiotik spektrum luas karena efektif melawan berbagai macam bakteri.Selain obat antibiotik yang namanya disebut di atas, ada baiknya Anda berkonsultasi pada dokter dulu. Dokter yang menentukan pemberian obat antibiotik yang aman bagi ibu menyusui.

Catatan dari SehatQ:

Amoxicillin untuk ibu menyusui dianggap aman, tetapi ada efek samping yang bisa timbul dan dirasakan oleh bayi. Maka dari itu, jangan pernah mengonsumsi obat-obatan apa pun sebelum Anda berkonsultasi pada dokter, terutama jika Anda sedang menyusui.Jika masih ada pertanyaan yang menghantui pikiran Anda, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
bayi & menyusuiantibiotikminum obat saat menyusui
Drugs. https://www.drugs.com/amoxicillin.html
Diakses pada 14 Oktober 2020
Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/amoxicillin-while-breastfeeding_00392597/
Diakses pada 14 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/amoxicillin-safety#safety-during-pregnancy
Diakses pada 14 Oktober 2020
Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/medicines/infection/a26483/amoxicillin-in-pregnancy-or-breastfeeding/#:~:text=Amoxicillin%20is%20used%20to%20treat,the%20baby's%20mouth%20or%20gut.
Diakses pada 14 Oktober 2020
Medicine Net. https://www.medicinenet.com/penicillins-injection/article.htm#what_are_examples_of_penicillin_antibiotics_available_in_the_us
Diakses pada 14 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/breastfeeding/breastfeeding-and-antibiotics#safe-antibiotics
Diakses pada 14 Oktober 2020
Drugs. https://www.drugs.com/drug-class/cephalosporins.html#:~:text=Cephalosporins%20are%20a%20large%20group,a%20similar%20way%20to%20penicillins.
Diakses pada 14 Oktober 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait