Amnesia disosiatif dapat terjadi saat orang memblokir informasi tertentu, biasanya berhubungan dengan trauma
Terapi seni merupakan salah satu cara dalam mengatasi amnesia disosiatif.

Amnesia disosiatif merupakan salah satu bagian dari kondisi yang bernama gangguan disosiatif. Gangguan disosiatif adalah penyakit mental yang melibatkan gangguan pada ingatan, kesadaran, identitas, dan/atau persepsi.

Ketika satu atau dua fungsi tadi terganggu, maka akan menimbulkan gejala-gejala. Gejala-gejala ini dapat mengganggu keseharian seseorang, termasuk aktivitas sosial, kerja, dan hubungan.

Amnesia disosiatif dapat terjadi saat orang memblokir informasi tertentu, biasanya kejadian yang berhubungan dengan trauma atau stres. Hal ini akan membuat dirinya tidak mampu mengingat informasi-informasi pribadi yang penting.

Kondisi ini berbeda dari kasus lupa yang wajar terjadi. Misalnya, lupa meletakkan kunci atau tidak bisa mengingat nama seseorang yang baru satu dua kali ditemui. 

Amnesia disosiatif tidak sama dengan bentuk amnesia biasa, yang melibatkan hilangnya informasi dari ingatan, biasanya akibat dari penyakit atau cedera pada otak. Pada amnesia disosiatif, ingatan masih ada, tapi tersimpan sangat dalam di pikiran seseorang dan tidak dapat diingat.

Namun memori tersebut dapat kembali muncul dengan sendirinya atau setelah dipicu oleh sesuatu yang ada di sekitar orang tersebut.

Penyebab Amnesia Disosiatif

Amnesia ini berkaitan dengan stres yang luar biasa, yang mungkin merupakan akibat dari sebuah peristiwa traumatis. Contohnya, perang, pelecehan seksual, kecelakaan, atau bencana alam yang dilihat sendiri atau dirasakan secara langsung.

Terdapat pula kemungkinan adanya faktor genetik pada perkembangan gangguan disosiatif, termasuk amnesia disosiatif, karena orang yang mengidap gangguan-gangguan ini kadang memiliki kerabat dekat dengan kondisi yang sama.

Gejala Amnesia Disosiatif

Gejala utama penyakit ini adalah ketidakmampuan secara tiba-tiba untuk mengingat kejadian masa lalu atau informasi personal. Penderita biasanya akan terlihat kebingungan dan mengalami depresi atau rasa cemas.

Diagnosis Amnesia Disosiatif

Jika gejala amnesia disosiatif muncul, dokter harus mengadakan evaluasi dengan melakukan pemeriksaan riwayat medis yang lengkap dan pemeriksaan fisik.

Walaupun tidak ada tes yang khusus guna mendiagnosis amnesia ini, dokter dapat melakukan beberapa tes, seperti electroencephalograms (EEG), neuroimaging, atau tes darah. Tes-tes tersebut berfungsi untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit neurologis atau penyakit lainnya dan efek samping obat-obatan sebagai penyebab dari gejala amnesia disosiatif.

Dalam kondisi tertentu, seperti adanya penyakit pada otak, cedera kepala, keracunan obat atau alkohol, dan kurang tidur, dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan gangguan disosiatif, termasuk amnesia.

Jika tidak ditemukan penyakit fisik, penderita dapat dirujuk ke psikiater atau psikolog, yang dilatih secara khusus untuk mendiagnosis dan merawat gangguan mental.  Mereka menggunakan wawancara dan alat penilaian yang khusus dirancang untuk mengevaluasi seseorang memiliki gangguan disosiatif atau tidak.

Perawatan Amnesia Disosiatif

  1. Psikoterapi. Terapi ini menggunakan teknik psikologis yang di desain untuk mendorong komunikasi konflik dan meningkatkan wawasan terhadap masalah.
  2. Terapi kognitif. Terapi berfokus kepada mengubah pola berpikir disfungsional dan perasaan serta perilaku yang dihasilkan.
  3. Terapi keluarga. Jenis terapi ini dapat membantu mengajarkan keluarga penderita tentang gangguan dan penyebabnya, serta dapat membantu keluarga menyadari gejala-gejala kambuhnya penyakit.
  4. Terapi kreatif (musik atau seni). Terapi ini dapat membuat penderita mengekspresikan pikiran dan perasaan mereka dengan cara yang aman dan kreatif.

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/dissociative-amnesia#1
Diakses pada Februari 2019

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/conditions/dissociative-amnesia
Diakses pada Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed