logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Aminoglikosida Sebagai Kelas Antibiotik, Apa Saja Efek Sampingnya?

open-summary

Aminoglikosida adalah kelas antibiotik yang digunakan untuk menangani infeksi bakteri berat. Kelas obat ini memiliki efek yang powerful sehingga berisiko menimbulkan efek samping yang parah pada pasien. Sebagai kelas antibiotik, obat-obatan aminoglikosida hanya bisa digunakan di bawah izin dokter.


close-summary

4.75

(4)

1 Sep 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Aminoglikosida adalah kelas antibiotik yang diresepkan dokter untuk menangani kasus infeksi bakteri berat

Biasanya, aminoglikosida diresepkan dokter untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif

Table of Content

  • Apa itu aminoglikosida?
  • Contoh antibiotik aminoglikosida
  • Efek samping aminoglikosida yang umum dirasakan pasien
  • Peringatan sebelum konsumsi aminoglikosida
  • Aminoglikosida dan peringatan interaksi obat
  • Catatan dari SehatQ

Antibiotik terdiri atas beberapa kelas obat yang digunakan dokter untuk mengatasi infeksi bakteri. Pada kasus infeksi bakteri yang cenderung berat dan atau sulit diatasi dengan antibiotik lini pertama, maka dokter mungkin akan memberikan antibiotik kelas aminoglikosida. Apa saja efek samping dan peringatan penggunaan aminoglikosida?  

Advertisement

Apa itu aminoglikosida?

Aminoglikosida adalah kelas antibiotik yang diresepkan dokter untuk mengatasi infeksi bakteri berat. Dokter biasanya memberikan aminoglikosida jika bakteri di tubuh pasien cenderung bereproduksi dengan cepat atau sulit ditangani dengan obat-obatan lain sebelumnya. Biasanya obat ini juga dikombinasikan dengan jenis antibiotik lain.  

Utamanya, aminoglikosida diresepkan dokter untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif. Namun, antibiotik dalam kelas ini juga dilaporkan efektif untuk beberapa bakteri gram positif, seperti Staphylococci. 

Aminoglikosida merupakan antibiotik bakterisidal. Artinya, antibiotik ini dapat membunuh bakteri secara langsung. Kelas antibiotik ini bekerja dengan mencegah bakteri untuk tidak menghasilkan protein yang dibutuhkan mikroba ini untuk bertahan hidup.

Karena aminoglikosida sering diresepkan untuk infeksi yang sifatnya parah, obat ini biasanya diberikan pada pasien secara intravena (IV). Namun, beberapa antibiotik aminoglikosida juga ada yang dikonsumsi secara oral, tetes telinga, maupun tetes mata. Pemberian antibiotik aminoglikosida biasanya dikombinasikan dengan antibiotik lain. 

Contoh antibiotik aminoglikosida

Beberapa contoh antibiotik aminoglikosida, termasuk:

  • Gentamicin 
  • Amikacin
  • Tobramycin
  • Kanamycin
  • Framycetin 
  • Streptomycin
  • Neomycin 

Efek samping aminoglikosida yang umum dirasakan pasien

Aminoglikosida merupakan antibiotik yang sangat powerful. Efek samping yang dialami pasien juga akan berisiko parah, terutama obat yang dikonsumsi secara oral atau diterima melalui intravena. 

The Food and Drug Administration (FDA) memberikan kotak hitam untuk memperingatkan efek samping berikut ini pada pasien:

  • Kerusakan struktur pendengaran di telinga yang berisiko memicu gangguan pendengaran
  • Kerusakan pada telinga bagian dalam, berisiko membuat pasien menjadi sulit menjaga keseimbangan
  • Kerusakan ginjal yang ditandai dengan adanya protein dalam urine, dehidrasi, dan rendahnya kadar magnesium
  • Kelumpuhan otot rangka

Efek samping aminoglikosida di atas dapat bervariasi pada masing-masing pasien, pun begitu dengan keparahannya. Namun biasanya, semakin tinggi dosis antibiotik aminoglikosida yang diterima atau semakin lama durasi penggunaan obat, maka risiko efek samping juga akan semakin besar.

Peringatan sebelum konsumsi aminoglikosida

Seperti dalam penggunaan obat lain, antibiotik aminoglikosida juga berisiko menimbulkan reaksi alergi bagi beberapa orang. Sampaikan segala bentuk riwayat alergi Anda pada dokter sebelum diresepkan antibiotik ini. 

Anda juga harus menyampaikan pada dokter apabila memiliki kondisi medis berikut ini sebelum diberikan antibiotik aminoglikosida:

  • Memiliki alergi terhadap sulfit, kandungan yang ditemukan dalam beberapa wine dan buah kering
  • Menderita gangguan ginjal, gerakan mata yang tidak terkontrol, masalah pendengaran, dan masalah dalam keseimbangan
  • Menderita penyakit yang memengaruhi saraf dan otot, seperti multiple sclerosis dan myasthenia gravis
  • Memiliki bayi yang memiliki masalah infeksi berat dan diberikan aminoglikosida oleh dokter
  • Berusia 65 tahun atau lebih

Baca Juga

  • Jagalah Kebersihan Toilet, Agar Terhindar dari Berbagai Penyakit Ini
  • Mengenal ISPA pada Anak yang Perlu Dipahami
  • 7 Jenis Penyakit Infeksi yang Sering Terjadi pada Anak

Aminoglikosida dan peringatan interaksi obat

Layaknya obat keras lain, aminoglikosida juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Anda tak bisa menerima antibiotik aminoglikosida, baik secara oral maupun intravena apabila tengah mengonsumsi obat berikut ini:

  • BCG live intravesical
  • Cidofovir
  • Streptozocin

Selain itu, Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter apabila tengah mengonsumsi obat diuretik jenis loop, seperti furosemide dan torsemide. Sampaikan pula pada dokter jika Anda memiliki rencana untuk menjalani operasi atau tengah mengonsumsi agen penghambat neuromuskular - agen yang dapat menaikkan efek samping antibiotik aminoglikosida.

Catatan dari SehatQ

Aminoglikosida adalah kelas antibiotik yang diresepkan dokter untuk menangani kasus infeksi bakteri berat. Obat ini tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena mengantongi peringatan kotak hitam oleh FDA, sehingga penggunaannya harus di bawah izin dokter. 

Advertisement

infeksi bakteriantimikrobaantibiotik aminoglikosida

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved