Ambroxol Aman untuk Ibu Hamil, tapi Pertimbangkan Hal Ini!

(0)
Ambroxol untuk ibu hamil aman pada trimester ketigaObat batuk ambroxol untuk ibu hamil tidak dianjurkan pada trimester pertama
Ambroxol untuk ibu hamil sering dipertanyakan keamanannya. Sebab, ada anggapan bahwa obat batuk berdahak ini bisa membahayakan janin dalam kandungan. Lantas, apakah ambroxol benar aman untuk ibu hamil mengobati batuk?

Ambroxol belum tentu aman untuk semua ibu hamil

Konsumsi obat ambroxol harus hati-hati saat kehamilan
Ambroxol adalah obat batuk mukolitik, yang bekerja mengencerkan dahak sehingga akan lebih mudah dikeluarkan saat batuk.Bukti bahwa ambroxol benar aman untuk ibu hamil sejauh ini masih terbatas. Mengutip MIMS, zat obat ambroxol dapat masuk ke dalam rahim dengan menembus dinding plasenta. Sejumlah penelitian nonklinis tidak menunjukkan adanya efek berbahaya dari obat ini pada perkembangan janin serta kesehatan bayi setelah lahir, baik secara langsung maupun tidak.Riset yang diterbitkan pada jurnal American Journal of Obstetrics and Gynecology (AJOG) justru menemukan bahwa penggunaan ambroxol untuk ibu hamil mampu membantu merangsang pematangan paru-paru dan janin. Obat ini pun juga dilaporkan berpotensi menurunkan risiko sindrom gangguan pernapasan pada bayi setelah lahir.Kesepakatan dunia medis sampai saat ini menyatakan konsumsi ambroxol lewat mulut (oral) bisa jadi pilihan yang aman dan efektif hanya untuk ibu hamil trimester ketiga dengan kondisi sehat (bukan kehamilan berisiko tinggi).Di sisi lain, riset dari AJOG di atas menduga bahwa penggunaan ambroxol oral juga mungkin aman dan efektif untuk ibu hamil tua yang mengandung bayi berisiko lahir prematur dan sindrom gangguan pernapasan.Akan tetapi, obat ambroxol tidak dianjurkan untuk ibu hamil di trimester pertama.Pernyataan ini pun diperkuat Pusat Informasi Obat Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan (PIONas BPOM). Ambroxol dikategorikan sebagai obat keras.Ambroxol hanya untuk dikonsumsi ibu hamil pada trimester pertama jika dokter menilai Anda benar-benar membutuhkannya. Maka itu, obat ini hanya bisa didapat dengan resep dokter.

Efek samping ambroxol untuk ibu hamil

Bercak merah bisa muncul sewaktu minum ambroxol
Selayaknya obat-obatan lain, ambroxol juga memiliki risiko efek samping. Hal ini tidak hanya terjadi pada ibu hamil, tetapi juga pada orang pada umumnya.Menurut penelitian dalam jurnal Lung India, kemungkinan efek samping obat ambroxol adalah:
  • Bercak kulit.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit perut.
  • Dispepsia.
Efek samping lain yang ditemukan pada pemakaian obat ambroxol adalah:
  • Diare.
  • Mulut atau tenggorokan kering.
Namun pada tahun 2016, BPOM mengeluarkan surat mengenai efek samping obat ambroxol untuk memperbarui peringatan dan efek samping obat ini. Dalam hal ini, BPOM telah menerima 13 laporan efek samping berupa alergi berat yang mampu mengancam jiwa dan efek samping kulit berat. Efek samping baru yang ditemukan akibat mengonsumsi ambroxol adalah:

Alternatif obat batuk yang aman untuk ibu hamil selain ambroxol

Terbukti bahwa ambroxol aman untuk ibu hamil pada trimester ketiga. Namun, ada cara yang lebih aman dan alami untuk mengatasi batuk berdahak pada ibu hamil. Bahan-bahan untuk mengobati batuk secara alami bahkan bisa Anda dapatkan dan olah di dapur sendiri. Lantas, apa saja obat batuk herbal yang aman untuk ibu hamil?

1. Teh madu

Teh madu mampu mengurangi dahak dan rasa sakit saat batuk
Madu terbukti mengurangi dahak dan batuk. Madu pun bisa dijadikan pilihan pertama sebelum mengonsumsi ambroxol untuk ibu hamil. Hal ini pun ditemukan pada penelitian yang diterbitkan pada jurnal Official Publication of The College of Family Physicians of Canada.Dalam penelitian ini, teh hitam yang dicampur madu menunjukkan efek penawar rasa sakit, antimikroba, dan antioksidan.Antioksidan mampu melawan sitokin, yang memicu peradangan muncul dalam tubuh.Namun meski secara umum lebih aman ketimbang ambroxol untuk ibu hamil, teh mengandung kafein. Hal ini berarti jumlah konsumsi teh pun perlu dibatasi selama kehamilan.Kafein terbukti bisa menembus plasenta. Karena liver pada janin belum sempurna, maka kafein belum bisa dimetabolisme sepenuhnya. Pada riset yang diterbitkan Plos One, kafein mampu menyebabkan berat badan lahir rendah pada bayi.Pada jurnal lain yang diterbitkan Multidisciplinary Digital Publishing Institute, konsumsi kafein berlebihan juga membuat risiko keguguran, bayi cacat, hingga bayi yang lahir dalam keadaan meninggal pun meningkat.Untuk itu, berdasarkan macam-macam teh, inilah rekomendasi konsumsi teh pada ibu hamil:
  • Matcha: 60–69 mg
  • Teh oolong: 38–59 mg
  • chai: 47–53 mg
  • white tea: 25–50 mg
  • green tea: 29–49 mg

2. Jahe

Jahe juga memiliki efek mengencerkan dahak
Ketimbang menggunakan ambroxol untuk ibu hamil, jahe juga bermanfaat untuk mengencerkan dahak. Hal ini dibuktikan pada penelitian yang diterbitkan Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences.Penelitian tersebut menemukan, efek mukolitik dari 0,5% jahe setara dengan 0,1% efek mukolitik dari obat batuk komersil.Jahe juga memiliki kandungan 6-gingerol and 6-shogaol yang meningkatkan kerja imun tubuh.Namun, konsumsi jahe pada ibu hamil pun perlu dibatasi. Konsumsi ideal jahe pada ibu hamil sebesar 1 gram per hari. Penyajiannya pun dibagi menjadi dua hingga empat kali dalam sehari.Pada penelitian yang diterbitkan Official Publication of The College of Family Physicians of Canada, minum air rebusan jahe tidak direkomendasikan saat menjelang persalinan pada ibu hamil yang memiliki riwayat keguguran, pendarahan pada vagina, atau pembekuan darah.

3. Minuman dan kuah hangat

Air hangat mampu legakan tenggorokan saat batuk
Sebelum menggunakam ambroxol untuk obati batuk, akan lebih baik jika ibu hamil mengonsumsi air putih hangat dan kuah sup hangat.Pada penelitian yang dirilis di jurnal Rhinology, minuman hangat mampu memberikan rasa lega pada gejala batuk, bersin, pilek, kelelahan, dan sakit tenggorokan. Efeknya pun cepat dan berkelanjutan.Riset ini menunjukkan, mengonsumsi minuman ataupun kuah hangat mampu melancarkan aliran udara pada hidung.

4. Uap

Uap minyak esensial bantu legakan batuk
Batuk berdahak pun bisa mereda dengan menghirup uap. Caranya, tuang air panas dan beberapa tetes minyak esensial tea tree atau peppermint dalam mangkuk. Kemudian hirup uapnya.Hal ini terbukti untuk melegakan hidung yang tersumbat dan tenggorokan gatal.Selain itu, uap pun juga bisa didapat dengan menggunakan air humidifier atau steam vaporizer di rumah.

Catatan dari SehatQ

Ambroxol termasuk golongan obat keras. Maka obat ini hanya bisa didapat dengan resep dokter. Dokter pun hanya akan memberikan obat ambroxol untuk ibu hamil jika obat batuk lainnya tidak efektif. Sejauh ini penggunaan ambroxol untuk ibu hamil teruji aman pada trimester akhir.Namun, perlu diperhatikan juga risiko efek samping dari ambroxol mulai dari yang ringan mual hingga reaksi alergi yang membahayakan.Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan obat batuk saat hamil, konsultasikan langsung dengan dokter lewat chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di Google Play Store dan Apple Store.
trimester pertama kehamilanbatuk berdahakmasalah kehamilanmengonsumsi obat saat hamil
Health Hub. https://www.healthhub.sg/a-z/medications/18/Ambroxol-TabletsDrugs. https://www.drugs.com/drug-class/mucolytics.html (Diakses pada 15 September 2020)American Journal of Obstetrics and Gynecology. https://www.ajog.org/article/S0002-9378(04)00803-8/pdf (Diakses pada 15 September 2020)MIMS Malaysia. mims.com/malaysia/drug/info/mucosolvan?type=full (Diakses pada 15 September 2020)PIO Nas BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/ambroksol (Diakses pada 15 September 2020)PIO Nas BPOM. http://pionas.pom.go.id/obat/ambroxol-1 (Diakses pada 15 September 2020)Lung India. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3960810/ (Diakses pada 15 September 2020)BPOM. https://e-meso.pom.go.id/web/useruploads/uploaded_pdf/ind/576271112ce6d_Safety%20Alert%20Ambroksol%20dan%20Bromheksin%20dan%20Risiko%20Reaksi%20Alergi%20dan%20Reaksi%20Kulit%20yang%20Berat.pdf (Diakses pada 15 September 2020)Official Publication of The College of Family Physicians of Canada. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4264806/ (Diakses pada 16 September 2020)Plos One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4507998/ (Diakses pada 16 September 2020)Multidisciplinary Digital Publishing Institute. https://www.mdpi.com/2072-6643/10/10/1536/htm (Diakses pada 16 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-tea-safe-during-pregnancy (Diakses pada 16 September 2020)Research Journal of Pharmaceutical, Biological and Chemical Sciences.https://www.researchgate.net/publication/338788856_Ex_Vivo_evaluation_of_the_mucolytic_effect_from_a_natural_herbal_combination_of_Echinacea_purpurea_Sambucus_nigra_Glycyrrhiza_glabra_Vitex_trifolia_and_Zingiber_officinale (Diakses pada 16 September 2020)Official Publication of The College of Family Physicians of Canada. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4755634/ (Diakses pada 16 September 2020)Rhinology. https://www.rhinologyjournal.com/Rhinology_issues/719.pdf (Diakses pada 16 September 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322394 (Diakses pada 16 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait