Puasa untuk autoimun boleh dilakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter
Penyakit autoimun ada banyak jenisnya dan sebaiknya tanyakan dulu pada dokter Anda sebelum melakukan puasa Ramadan

Puasa memberi banyak manfaat baik secara jasmani maupun rohani. Melalui puasa Ramadan, tubuh diajak beradaptasi dengan pola makan yang baru selama satu bulan. Walau demikian, hal tersebut belum tentu sama bagi orang-orang yang menderita penyakit tertentu, misalnya penderita autoimun. Bagaimana puasa untuk autoimun agar tetap aman? 

Autoimun dan pola makan 

Penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem imunitas atau kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat dalam tubuh. Pada tubuh yang sehat, sistem kekebalan tubuh memiliki kemampuan untuk dapat membedakan yang mana sel-sel tubuh dan yang mana bakteri maupun virus. 

Akan tetapi, pada tubuh orang yang terkena penyakit autoimun, sistem imunitas kehilangan kemampuannya tersebut. Tubuh penderita autoimun melepaskan protein-protein yang dinamakan autoantibodi yang kemudian menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh.

Faktor genetis, makanan dan minuman yang dikonsumsi, infeksi, maupun paparan dari bahan kimia diduga menjadi penyebab seseorang bisa terkena penyakit autoimun.

Faktor makanan memang memainkan peranan besar untuk menyediakan nutrisi penting yang dibutuhkan sistem kekebalan tubuh untuk tetap optimal. Oleh karenanya, pola makan penderita autoimun harus selalu dijaga. Lalu bagaimana efek puasa Ramadhan yang membatasi asupan makan dan minum bagi penderita autoimun?

Amankah puasa untuk autoimun?

Meski ada pembatasan makan dan minum selama puasa berlangsung, sebuah studi menunjukkan hal yang positif pada penderita autoimun yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Studi tersebut melibatkan orang-orang yang menderita autoimun dengan penyakit lupus, multiple sclerosis, dan radang usus. 

Autoantibodi yang banyak ditemukan pada penderita lupus ternyata tidak mengalami peningkatan jumlah secara pesat pada saat mereka berpuasa. Peningkatan baru terjadi setelah mereka tidak lagi menjalankan ibadah puasa. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penderita lupus dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman.

Selain itu, bagi penderita multiple sclerosis, berpuasa Ramadhan masih relatif aman selama jenis makanan, pola tidur, dan pengobatan tetap dijaga. Puasa tidak disarankan bagi penderita multiple sclerosis yang diresepkan obat-obatan antikejang dosis tinggi.

Penelitian lainnya mengamati puasa Ramadhan yang dijalani penderita IBD (inflammatory bowel disease) atau radang usus. Telah dilaporkan bahwa pada 60 pasien yang diamati, puasa Ramadan tidak menunjukkan adanya hubungan dengan keparahan penyakit atau menurunnya kesehatan pasien secara umum. Sehingga dapat dikatakan puasa untuk autoimun  IBD.

Dari berbagai penelitian di atas, dapat disimpulkan puasa untuk autoimun relatif aman. Namun, masih banyak jenis penyakit autoimun yang belum diteliti hubungannya dengan puasa Ramadan. Oleh karena itu, tetap berhati-hati jika Anda memutuskan untuk berpuasa.

Tips aman puasa untuk autoimun

Penyakit autoimun ada bermacam-macam jenis. Sebelum menjalankan puasa, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter. Selain itu, perhatikan juga tips aman puasa untuk autoimun berikut ini:

1. Jangan lewatkan sahur

Selain berpahala, sahur merupakan komponen terpenting dari puasa Ramadan. Pasalnya, tubuh kita bergantung pada asupan nutrisi yang seharusnya diberikan pada saat sahur untuk memberi kita energi. Jika sahur terlewat, maka periode perut dalam keadaan kosong menjadi semakin panjang. Akibatnya, Anda akan cenderung merasa dehidrasi dan lelah di siang hari. Jika tubuh kelelahan, sistem kekebalan tubuh kita pun bisa semakin menurun.

2. Pilih diet khusus untuk penderita autoimun

Berdasarkan panduan pola makan untuk penderita autoimun, The Autoimmune Protocol (AIP), berikut jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi:

  • Minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak alpukat
  • Sayur-mayur, kecuali tomat, paprika, kentang, dan terong
  • Daging rendah lemak, hat
  • Makanan laut yang kaya asam omega-3 seperti udang, salmon, kakap, dan kerang-kerangan
  • Makanan fermentasi seperti acar, kimchi, kefir, dan kombucha
  • Bumbu dan rempah-rempah
  • Gelatin yang dibuat dari daging sapi organik
  • Madu dalam porsi kecil
  • Buah-buahan dalam porsi kecil, sebaiknya tidak melebihi dua potong dalam sekali makan

3. Hindari menu pantangan untuk penderita autoimun

Berikut macam-macam makanan yang harus dihindari oleh penderita autoimun:

  • Biji-bijian seperti oatmeal, beras coklat, beras hitam,atau gandum utuh
  • Sayuran dari jenis Solanaceae, seperti tomat, paprika, kentang dan terong
  • Telur
  • Gula pasir atau pemanis buatan
  • Minyak sayur dan minyak kanola
  • Produk olahan, kemasan, dan kalengan.
  • Kopi
  • Susu dan produk olahannya

4. Konsultasikan dengan dokter apabila ada obat yang harus diminum

Jika Anda biasanya minum beberapa obat di siang hari, tanyakan kepada dokter apakah ada jenis obat dengan efek yang diperpanjang. Bila Anda mengonsumsi antibiotik atau anti-inflamasi, Anda dapat bertanya tentang dosis untuk diminum sekali sehari, jadi Anda bisa minum di saat sahur atau berbuka. 

Obat-obatan dalam bentuk inhaler, tetes mata atau telinga, krim, atau jenis lain yang diserap melalui kulit, juga jenis suntikan yang bukan berisi nutrisi dapat tetap digunakan di siang hari karena tidak akan membatalkan puasa.

5. Penuhi kebutuhan air

Jangan sampai tubuh Anda kekurangan cairan yang bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat mengganggu fungsi normal sel-sel tubuh yang sudah bekerja lebih keras pada tubuh seseorang yang memiliki autoimun. 

Oleh karena itu, penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum cukup air ketika sahur. Rata-rata orang membutuhkan air sebanyak dua liter per harinya. Bagi secara seimbang pada saat Anda sahur, berbuka, dan sebelum pergi tidur.

6. Jangan memaksakan tubuh

Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan bahwa kita memiliki hak atas diri kita. Oleh sebab itu, menjaga dan merawat tubuh adalah suatu kewajiban, termasuk di bulan Ramadan ini. Jika Anda merasa tidak kuat untuk berpuasa karena kondisi autoimun, Anda tidak harus melakukannya. Merawat ciptaan Allah, termasuk tubuh Anda sendiri, adalah bagian dari menjadi seorang Muslim. Jangan malu jika Anda tidak bisa berpuasa. masih banyak ibadah lain yang dapat dilakukan di bulan Ramadan yang karim ini.

7. Konsultasikan dengan dokter

Selalu konsultasikanlah terlebih dahulu dengan dokter sebelum melaksanakan puasa untuk memastikan bahwa tubuh Anda kuat untuk menjalaninya.

Catatan dari SehatQ

Puasa Ramadan bagi penderita autoimun adalah relatif aman untuk dilakukan asal Anda senantiasa mengikuti cara-cara di atas. Namun, tidak semua kondisi bisa disamaratakan, apalagi penyakit autoimun ada bermacam-macam jenisnya. Sebelum melakukan puasa untuk autoimun, selalu konsultasikan dulu kondisi Anda dengan dokter. Jangan lupa untuk mengonsumsi obat-obatan sesuai anjuran dokter dan dengarkan apa yang tubuh Anda butuhkan. 

 Selamat berpuasa!

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5712070/
Diakses pada 27 April 2020

Journal of Fasting and Health. http://jnfh.mums.ac.ir/article_6142_b57c8c7f05fb6d8b1d5c107d382c01f7.pdf
Diakses pada 27 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19405258
Diakses pada 27 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/aip-diet#foods-to-avoid
Diakses pada 27 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320195#foods-to-avoid
Diakses pada 27 April 2020

Artikel Terkait