Air dingin dianggap kurang baik untuk dikonsumsi setelah berolahraga
Minum air dingin setelah berkeringat tentu terasa menyegarkan

Minum air dingin, air suhu ruangan, maupun air hangat pada dasarnya sama-sama memberikan manfaat bagi tubuh. Alasan utamanya tentu saja karena minum cairan dapat menjaga tubuh terhidrasi. Tapi, bagaimana dengan minum air dingin setelah olahraga? Ternyata, boleh-boleh saja dan tidak ada bahayanya.

Teori lama yang banyak beredar – sekaligus dipercayai – adalah bahwa minum air hangat lebih bermanfaat ketimbang air dingin. Dengan dalih mudah dicerna, baik untuk lambung, dan membantu mengolah makanan, banyak sekali hal yang membuat air hangat dirasa lebih baik ketimbang air dingin.

Minum air dingin setelah olahraga

Ketika berolahraga, tentu seseorang akan berkeringat karena proses membakar kalori dan metabolisme tubuh. Minum air dingin setelah olahraga menjadi hal yang pasti menyegarkan dahaga setelah berolahraga selama sekian waktu.

Bayangkan saja ketika sedang bersepeda, yoga di ruangan yang dibuat panas, atau olahraga cardio lainnya. Minum air dingin tentu jadi hal yang menyegarkan, bukan?

Namun apakah minum air dingin setelah olahraga cukup aman?

Jawabannya iya. Berdasarkan penelitian dari Acta Physiologia, terkuak bahwa minum air dingin setelah olahraga bisa meringankan kinerja jantung.

Seakan mendukung penelitian ini, Journal of International Society of Sports Nutrition menemukan hal serupa. Minum air dingin setelah olahraga membantu memperlambat naiknya temperatur tubuh usai berolahraga.

Tak hanya itu, selama ini juga berkembang mitos bahwa minum air dingin setelah olahraga bisa membantu mengurangi berat badan. University of Arkansas Medical School meneliti bahwa air dingin membantu membakar 8 kalori karena tubuh menghangatkan air yang masuk agar sesuai dengan suhu tubuh.

Minum air dingin, olahraga lebih lama?

Satu lagi fakta yang menarik seputar air dingin dan olahraga. Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa orang-orang yang mengonsumsi air dingin selagi berolahraga akan lebih terhidrasi.

Selain itu, suhu tubuhnya akan meningkat secara perlahan – bukannya signifikan – sehingga memungkinkan olahraga lebih lama tanpa merasa kelelahan. Tak hanya itu, air dingin juga terasa lebih menyegarkan dan membuat tubuh merasa lebih dingin.

Namun tentu saja ini bukan harga mutlak. Bukan berarti mereka yang minum air dingin saat berolahraga akan jauh lebih kuat dibandingkan dengan mereka yang tidak minum air dingin.

Ada banyak faktor lain yang lebih penting. Mulai dari kondisi tubuh, kesehatan, frekuensi berolahraga, dan lainnya. Hal yang lebih krusial adalah memastikan tubuh terus terhidrasi saat berolahraga, bukan berapa temperatur air yang dikonsumsi.

Pastikan asupan cairan ini sesuai dengan seberapa banyak keringat yang keluar saat olahraga. Semakin tinggi intensitas olahraga, semain besar pula kebutuhan untuk mengembalikan asupan cairan ke tubuh.

Air dingin lebih cepat terserap tubuh

Benar bahwa tubuh bisa menyerap air dingin lebih cepat ketimbang air hangat. Dengan demikian, tubuh bisa terhidrasi dengan lebih cepat pula. Hal ini penting ketika berolahraga karena seseorang bisa kehilangan cairan dengan cepat, terutama jika berolahraga di bawah suhu panas.

Selain semua deretan manfaat di atas, tidak ada dampak berbahaya dari minum air dingin setelah olahraga. Tetap ingat bahwa yang paling penting adalah memastikan tubuh terhidrasi setelah kehilangan banyak cairan sepanjang berolahraga.

Elite Daily. https://www.elitedaily.com/wellness/why-you-shouldnt-drink-cold-water-post-workout/2028716
Diakses 23 Agustus 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3472188/
Diakses 23 Agustus 2019

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/is-drinking-cold-water-when-exercising-good-or-bad-3435421
Diakses 23 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed