Menyusui saat Hamil, Amankah Dilakukan? Ini Penjelasannya


Hamil lagi setelah melahirkan dapat terjadi pada sebagian orang. Kondisi ini membuat ibu hamil perlu menyusui bayinya yang masih kecil. Di sisi lain, keamanan menyusui saat hamil masih banyak diperdebatkan.

0,0
17 Oct 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Keamanan menyusui saat hamil masih banyak diperdebatkanMenyusui saat hamil butuh beberapa pertimbangan
Meski belum lama melahirkan, seorang ibu bisa hamil kembali. Kondisi ini menyebabkan ibu hamil perlu menyusui saat hamil. Tentu kondisi hamil sambil menyusui bayi tidaklah mudah dan ibu hamil perlu memperhatikan banyak hal, termasuk asupan nutrisi harian hingga kondisi medis tertentu.

Apakah boleh menyusui saat hamil?

Menyusui pada saat hamil diperbolehkan dan aman. Hamil sambil menyusui tidak akan berdampak buruk pada ibu maupun janin. Janin yang ada dalam kandungan pun tetap bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan dari tubuh ibunya.Selama Anda sanggup melakukannya, tentunya dengan izin dokter, maka Anda bisa terus menyusui bayi saat hamil. Namun, menyusui dapat memicu pelepasan hormon oksitosin yang mampu menyebabkan kontraksi ringan.Tubuh akan melepas hormon oksitosin untuk mengeluarkan ASI ketika ibu menyusui. Hormon ini merupakan hormon dikeluarkan selama persalinan.Untungnya, hingga tubuh siap untuk melahirkan (sekitar 38 minggu), hormon oksitosin tidak memiliki banyak pengaruh pada rahim. Sebab jumlah oksitosin yang dilepas tidak cukup merangsang persalinan dalam keadaan normal.Selain itu, tak ada bukti yang menunjukkan adanya peningkatan risiko keguguran pada ibu hamil menyusui meski terjadi peningkatan kontraksi yang disebabkan produksi hormon oksitosin.Baca juga: Hamil Saat Menyusui, Ketahui Keamanan serta Ciri-Cirinya

Seperti apa kondisi ibu hamil yang sebaiknya tidak menyusui?

Dalam kehamilan yang tidak berisiko atau berisiko rendah, hamil sambil menyusui juga bukanlah masalah yang berbahaya. Akan tetapi, kondisi tertentu mungkin dapat membuat Anda tidak bisa menyusui bayi saat hamil.Dokter akan mencegah Anda untuk menyusui saat hamil, jika Anda:
  • Berisiko melahirkan prematur
  • Mengandung bayi kembar
  • Pernah mengalami keguguran
  • Pernah melahirkan bayi prematur
  • Menjalani kehamilan berisiko tinggi
  • mengalami perdarahan di vagina
  • Berat badan tidak sesuai dengan umur kehamilan
  • Sering mengalami nyeri hingga kontraksi rahim
Bila Anda memiliki kondisi tersebut, dokter mungkin akan menyarankan Anda menyapih bayi untuk sementara waktu.Sebagai upaya memastikan keamanan Anda, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter untuk menemukan jawaban yang tepat.

Adakah efek menyusui saat hamil?

Perlu Anda ketahui, hormon kehamilan tidak akan mudah masuk ke dalam ASI sehingga ASI masih tetap bergizi dan aman untuk dikonsumsi.Namun, perubahan hormon saat hamil dapat memengaruhi ibu menyusui, seperti:

1. Mengubah rasa dan menurunkan produksi ASI

Akan tetapi, meski ASI tetap bergizi baik selama kehamilan, komposisi ASI bisa berubah sehingga mengubah rasa ASI. Selain itu, produksi ASI juga cenderung menurun seiring dengan perkembangan kehamilan.Ini biasanya terjadi pada pertengahan kehamilan. Dikutip dari Mayo Clinic, pada saat usia kehamilan 5 bulan, payudara mulai memproduksi kolostrum sebagai persiapan kelahiran bayi sehingga membuat rasa ASI berubah. Bayi Anda pun mungkin tidak menyukai perubahan rasa dan penurunan jumlah ASI ini sehingga tidak mau menyusu.Beberapa bayi bahkan memutuskan untuk menyapih sendiri saat ibu hamil. Akan tetapi, jika kehamilan Anda sehat dan bayi tidak ingin disapih, maka jangan melakukannya dan teruslah coba memberinya ASI. Selalu pastikan berat badan bayi bertambah dan tidak kekurangan gizi saat ASI mengalami perubahan.

2. Memicu kontraksi ringan

Menyusui saat hamil bisa memicu munculnya kontraksi ringan pada rahim. Kondisi ini disebabkan oleh hormon oksitosin yang dilepaskan tubuh saat ibu menyusui. Namun, dalam kondisi kehamilan yang sehat, kontraksi ringan ini tidak akan menimbulkan masalah, seperti kelahiran prematur.

3. Meningkatkan keluhan kehamilan

Sementara, selain kontraksi ringan, menyusui saat hamil juga dapat meningkatkan beberapa efek kehamilan, seperti lebih merasa mual, tidak nyaman, nyeri puting, nyeri payudara, dan membuat ibu hamil merasa lebih cepat lelah.Puting sensitif yang dirasakan pada awal kehamilan dapat terasa lebih sakit karena menyusui. Selain itu, Anda juga dapat merasa kelelahan karena kehamilan. Akan tetapi, ini biasanya tidak berlangsung lama dan segera menyesuaikan diri.Namun, jika morning sickness terjadi sangat parah, dan Anda malah kehilangan berat badan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Pastikan juga Anda makan secara teratur, mengonsumsi makanan yang baik, dan minum banyak cairan.Baca juga: Kehamilan Sehat: Ketahui 7 Ciri dan Cara Menjaganya

Tips menyusui bayi saat hamil

Menyusui saat hamil membuat Anda harus lebih banyak mendapat asupan untuk bahan bakar pertumbuhan janin dan produksi ASI.Anda kira-kira membutuhkan 600-800 kalori ekstra, dan jangan lupa juga untuk minum 8-12 gelas per hari. Mengonsumsi vitamin D dan suplemen asam folat setiap hari juga sangatlah penting.Tips menyusui sambil hamil lainnya yang bisa diikuti salah satunya adalah:
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan memperbanyak waktu istirahat. 
  • Jika ibu hamil memiliki masalah medis atau seorang vegetarian, berkonsultasilah pada dokter untuk memastikan Anda memperoleh cukup nutrisi yang dibutuhkan
  • Sering mengompres payudara dengan air dingin atau dengan mengoleskan pelembap ketika puting terasa sakit
  • Terapkan posisi menyusui yang nyaman dan baik
Setelah bayi lahir, Anda juga mungkin kebingungan untuk menyusui si Kecil. Namun, jika dokter mengizinkan, Anda dapat menyusui kedua bayi secara bersamaan (tandem nursing). Ibu yang melakukan tandem nursing akan memiliki kemungkinan menderita mastitis lebih kecil daripada ibu menyusui pada umumnya.Jika ingin berkonsultasi secara langsung perihal tips hamil sambil menyusui, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
menjaga kehamilanmenyusui
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/breast-feeding-while-pregnant/faq-20057803
Diakses pada 17 Oktober 2019
Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x552918/can-i-still-breastfeed-my-baby-while-im-pregnant
Diakses pada 17 Oktober 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_is-it-safe-to-breastfeed-during-pregnancy_8935.bc
Diakses pada 17 Oktober 2019
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/breastfeeding/breastfeeding-while-pregnant/
Diakses pada 17 Oktober 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait