Amankah Mengonsumsi Madu untuk Ibu Hamil? Inilah Penjelasannya

Mengonsumsi madu untuk ibu hamil memberi banyak manfaat
Madu aman dikonsumsi oleh ibu hamil

Jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, mungkin Anda telah banyak mendengar berbagai hal mengenai makanan pantangan yang tidak diperbolehkan untuk ibu hamil. 

Namun, banyaknya informasi yang Anda dapat seringkali membuat Anda bingung dan keliru, salah satunya mengenai madu untuk ibu hamil. Sebagian ibu hamil takut mengonsumsi madu karena dikhawatirkan menyebabkan botulisme. Benarkah demikian?

Amankah mengonsumsi madu untuk ibu hamil?

Madu dikenal sebagai bahan alami dan menyehatkan. Namun, adanya anggapan mengonsumsi madu dapat menyebabkan botulisme (keracunan akibat bakteri Clostridium), membuat ibu hamil takut mengonsumsinya. Hal ini tentu saja tidak tepat.

Perlu Anda ketahui bahwa mengonsumsi madu saat hamil merupakan hal yang aman. Bahkan berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologist, madu tidak tercantum dalam daftar makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Terdapat dua alasan utama mengapa ibu hamil aman mengonsumsi madu, yakni:

  • Sistem pencernaan ibu hamil dapat mengendalikan bakteri

Sistem pencernaan orang dewasa telah terbentuk dengan baik. Adanya flora pelindung dalam usus orang dewasa dapat mencegah spora bakteri Clostridium berkembang menjadi botulisme

Semakin banyak flora pelindung, maka semakin sedikit ruang bagi bakteri untuk tumbuh. Botulisme pun tidak dapat tumbuh di saluran pencernaan yang sehat. Meski sistem kekebalan tubuh wanita dapat turun selama kehamilan, namun dalam kehamilan yang normal dan sehat tak akan ada perubahan pada flora pencernaan yang menyebabkan risiko botulisme meningkat.

  • Racun botulisme tidak menular ke janin

Terdapat sebuah artikel di Canadian Family Physician yang menjelaskan bahwa toksin atau racun botulisme tidak mungkin melewati plasenta dan mencapai janin karena berat molekulnya. 

Ini berarti ibu hamil yang mengonsumsi madu tak akan menyalurkan spora botulisme pada janinnya, meski terdapat spora tersebut di dalam tubuhnya. 

Fakta bahwa racun botulisme tak dapat melewati plasenta, membuatnya aman dikonsumsi selama kehamilan karena tidak memiliki efek negatif pada janin.

Selain itu, botulisme yang terjadi selama kehamilan juga sangat jarang terjadi. Pada kasus-kasus yang jarang, dilaporkan bahwa tak ada bukti cacat lahir pada bayi yang dilahirkan oleh ibu hamil yang tertular botulisme. 

Meski mengonsumsi madu untuk ibu hamil aman, namun sebagian dokter menyarankan agar wanita hamil menghindari madu yang tidak dipasteurisasi untuk mengurangi risiko terkena spora botulisme. 

Akan tetapi, pasteurisasi tidak dapat membunuh semua spora dalam madu karena spora cukup kuat dan dapat bertahan hidup selama beberapa jam saat direbus. 

Madu yang dipasteurisasi juga diduga dapat merusak enzim dan zat bermanfaat lainnya yang terkandung dalam madu sehingga mengurangi nutrisi dan manfaatnya untuk kesehatan

Oleh sebab itu, tidak semua ahli sepakat jika ibu hamil menghindari madu yang tidak dipasteurisasi. Sebaiknya, konsultasikan pada dokter dalam menentukan madu untuk ibu hamil yang sebaiknya Anda konsumsi.

Konsultasikan pada dokter sebelum ibu hamil mengonsumsi madu

Mengonsumsi madu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu luka cepat sembuh, meredakan sakit tenggorokan, mengurangi mulas, dan menetralkan asam lambung. Sifat antibakteri dan antioksidan yang terkandung dalam madu dihasilkan dari sejumlah zat berbeda, seperti asam amino, vitamin, dan mineral.

Akan tetapi, ibu hamil yang memiliki masalah pencernaan, seperti radang usus, harus berhati-hati dalam mengonsumsi madu karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko infeksi. Semua kondisi yang berhubungan dengan saluran pencernaan yang tidak berfungsi dengan baik juga dapat memengaruhi risiko berkembangnya botulisme pada ibu hamil.

Selain itu, jika Anda mengonsumsi antibiotik selama kehamilan dan ingin mencoba mengonsumsi madu. Anda juga harus berhati-hati karena dapat berdampak pada flora normal di usus yang membuatnya rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Oleh sebab itu, Anda diharuskan berkonsultasi pada dokter untuk memastikan apakah boleh mengonsumsi madu atau tidak.

Penting juga untuk mengingat bahwa madu mengandung banyak gula. Jika Anda ingin menjaga berat badan selama kehamilan atau memiliki diabetes gestasional, sebaiknya hindari mengonsumsi madu secara berlebihan.

Selalu konsultasikan pada dokter, jika setelah mengonsumsi madu muncul gejala tak biasa yang Anda rasakan. Dokter akan segera melakukan perawatan yang tepat agar kehamilan Anda baik-baik saja.

 

Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/is-it-safe-to-eat-honey-while-pregnant-4176977
Diakses pada 08 November 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/536647-is-it-ok-to-eat-honey-when-pregnant/
Diakses pada 08 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed