Amankah Ibu Hamil Minum Madu? Inilah Penjelasannya


Madu banyak digemari karena memiliki rasa yang lezat dan menyehatkan. Namun, sebagian ibu hamil takut mengonsumsi madu karena diduga dapat menyebabkan botulisme. Lantas, amankah mengonsumsi madu untuk ibu hamil?

0,0
08 Nov 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
ibu hamil minum madu memberi banyak manfaatMadu aman dikonsumsi oleh ibu hamil
Jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, mungkin Anda telah banyak mendengar berbagai hal mengenai makanan pantangan yang tidak diperbolehkan untuk ibu hamil. Namun, banyaknya informasi yang Anda dapat seringkali membuat Anda bingung dan keliru, salah satunya mengenai larangan ibu hamil minum madu. Sebagian ibu hamil takut untuk mengonsumsi madu karena dikhawatirkan menyebabkan botulisme. Benarkah demikian?

Amankah ibu hamil minum madu?

Ibu hamil boleh minum madu. Bahkan, berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologist, madu tidak tercantum dalam daftar makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil. Konsumsi madu saat hamil disarankan karena dapat mencegah batuk pilek, meringankan sakit tenggorokan, serta mengatasi insomnia pada ibu hamil.Madu adalah salah satu minuman kaya nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan, seperti kaya akan protein, air, vitamin B2, B3, B6, asam folat, vitamin C, magnesium, zinc, zat besi, fosfor, kalium, hingga kalsium.Meski mengonsumsi madu untuk ibu hamil aman, namun sebagian dokter menyarankan agar wanita hamil menghindari madu yang tidak dipasteurisasi untuk mengurangi risiko terkena spora botulisme. Akan tetapi, pasteurisasi tidak dapat membunuh semua spora dalam madu karena spora cukup kuat dan dapat bertahan hidup selama beberapa jam saat direbus. Madu yang dipasteurisasi juga diduga dapat merusak enzim dan zat bermanfaat lainnya yang terkandung dalam madu sehingga mengurangi nutrisi dan manfaatnya untuk kesehatanOleh sebab itu, tidak semua ahli sepakat jika ibu hamil menghindari madu yang tidak dipasteurisasi. Sebaiknya, konsultasikan pada dokter dalam menentukan madu untuk ibu hamil yang sebaiknya Anda konsumsi.Baca juga: Ketahui 5 Efek Samping Madu Jika Dikonsumsi Berlebihan

Apakah minum madu saat hamil bisa menyebabkan botulisme?

Madu dikenal sebagai bahan alami dan menyehatkan. Namun, adanya anggapan mengonsumsi madu dapat menyebabkan botulisme (keracunan akibat bakteri Clostridium), membuat ibu hamil takut mengonsumsinya. Hal ini tentu saja tidak tepat.Sistem pencernaan orang dewasa telah terbentuk dengan baik. Adanya flora pelindung dalam usus orang dewasa dapat mencegah spora bakteri Clostridium berkembang menjadi botulismeSemakin banyak flora pelindung, maka semakin sedikit ruang bagi bakteri untuk tumbuh. Botulisme pun tidak dapat tumbuh di saluran pencernaan yang sehat. Meski sistem kekebalan tubuh wanita dapat turun selama kehamilan, namun dalam kehamilan yang normal dan sehat tak akan ada perubahan pada flora pencernaan yang menyebabkan risiko botulisme meningkat.Selain itu, terdapat sebuah artikel di Canadian Family Physician yang menjelaskan bahwa toksin atau racun botulisme tidak mungkin melewati plasenta dan mencapai janin karena berat molekulnya. Ini berarti ibu hamil yang mengonsumsi madu tak akan menyalurkan spora botulisme pada janinnya, meski terdapat spora tersebut di dalam tubuhnya. Fakta bahwa racun botulisme tak dapat melewati plasenta, membuatnya aman dikonsumsi selama kehamilan karena tidak memiliki efek negatif pada janin.Selain itu, botulisme yang terjadi selama kehamilan juga sangat jarang terjadi. Pada kasus-kasus yang jarang, dilaporkan bahwa tak ada bukti cacat lahir pada bayi yang dilahirkan oleh ibu hamil yang tertular botulisme. 

Manfaat ibu hamil minum madu

Ibu hamil boleh minum madu karena bahan alami ini memiliki banyak manfaat untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Berikut manfaat madu untuk ibu hamil yang perlu diketahui:
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Membantu luka cepat sembuh
  • Meredakan sakit tenggorokan
  • Mengurangi mulas dan menetralkan asam lambung
  • Meredakan hidung tersumbat
  • Meredakan batuk
  • Mengurangi mual morning sickness
  • Mencegah pertambahan berat badan saat hamil
  • Penambah energi
  • Membantu meningkatkan kualitas tidur saat hamil
  • Menjaga kesehatan kulit dan mencegah kulit kusam, berjerawat, hingga mencegah munculnya bintik hitam
  • Mengatasi keluhan ketombe
  • Mengurangi reaksi alergi
Penting juga untuk mengingat bahwa madu mengandung banyak gula. Jika Anda ingin menjaga berat badan selama kehamilan atau memiliki diabetes gestasional, sebaiknya hindari mengonsumsi madu secara berlebihan.

Tips aman minum madu saat hamil

Selain memilih madu yang sudah dipasteurisasi, agar aman untuk ibu hamil minum madu, berikut hal yang perlu diperhatikan:
  • Tidak minum madu secara berlebihan. Dalam sehari, takaran madu yang dianjurkan untuk ibu hamil adalah 3-5 sendok makan atau 180-200 kalori
  • Pilih madu murni tanpa gula tambahan
  • Pilih madu yang sudah terdaftar di BPOM dan belum melewati masa kadaluwarsa yang tercantum pada label kemasan
  • Dapat mengonsumsi madu dengan campuran air hangat
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ibu hamil yang memiliki masalah pencernaan, seperti radang usus, harus berhati-hati dalam mengonsumsi madu karena dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko infeksi. Untuk menghindari kandungan gula berlebih, sebaiknya Anda juga tidak mencampurkan madu dengan susu ibu hamil. Pasalnya, asupan gula berlebih dapat menyebabkan ibu hamil berisiko mengalami diabetes gestasional.Selain itu, jika Anda mengonsumsi antibiotik selama kehamilan dan ingin mencoba mengonsumsi madu. Anda juga harus berhati-hati karena dapat berdampak pada flora normal di usus yang membuatnya rentan terhadap berbagai jenis infeksi. Oleh sebab itu, Anda diharuskan berkonsultasi pada dokter untuk memastikan apakah boleh mengonsumsi madu atau tidak.Baca juga: Pantangan Setelah Minum Madu yang Sebaiknya Anda Hindari

Kapan harus ke dokter?

Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa ibu hamil minum madu bisa mengalami reaksi alergi, seperti bersin-bersin, mata berair, gatal-gatal, ruam, dan pembengkakan kulit. Bila mengalami sejumlah kondisi tersebut, maka segera berkonsultasi ke dokter. Dokter akan segera melakukan perawatan yang tepat agar kehamilan Anda baik-baik saja.Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehamilanibu hamilmadu
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/is-it-safe-to-eat-honey-while-pregnant-4176977
Diakses pada 08 November 2019
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/536647-is-it-ok-to-eat-honey-when-pregnant/
Diakses pada 08 November 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-honey/art-20363819 Diakses pada 27 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait