Madu untuk Bayi, Apakah Aman? Inilah Faktanya

(0)
11 Nov 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Madu untuk bayi mampu menyebabkan penyakit botulismeMadu untuk bayi tidak boleh diberikan pada usia di bawah satu tahun
Madu untuk bayi perlu diketahui keamanannya. Sebab, selama ini, madu sebagai makanan pertama pada bayi dikenal sebagai bahan alami yang menyehatkan. Rasanya yang manis juga membuat madu banyak digemari oleh anak-anak dan orang dewasa.Ada sebagian ibu yang mungkin ingin memberikan bayinya madu sebagai makanan bayi karena selain bisa digunakan sebagai pemanis alami, madu juga memiliki nutrisi yang menyehatkan. Namun, bolehkah memberi madu untuk bayi?

Kapan waktu terbaik memberi madu untuk bayi?

Madu untuk bayi di bawah 1 tahun sebabkan rewel
Sebenarnya, madu untuk anak 1 tahun maupun orang dewasa aman dikonsumsi. Hanya saja, madu tidak boleh diberikan sebagai MPASI bayi hingga mereka berusia 1 tahun. Alasannya, madu mengandung spora bakteri (Clostridium botulinum) yang dapat berkembang pada sistem pencernaan bayi yang belum matang.Ketika spora berubah menjadi bakteri di dalam usus, maka spora tersebut akan menghasilkan neurotoksin yang berbahaya dalam tubuh. Hal ini akan mengakibatkan penyakit botulisme pada bayi.

Gejala konsumsi madu pada bayi di bawah 1 tahun

Meski jarang terjadi, kondisi ini bersifat gawat darurat dan dapat berakibat fatal. Pada usia 6 bulan, bayi berada pada risiko tertinggi mengalami botulisme. Segera periksakan bayi Anda ke dokter jika bayi menunjukkan gejala-gejala botulisme, seperti:Gejala botulisme biasanya muncul dalam waktu 12-36 jam setelah mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi Clostridium botulinum, dan dimulai dengan sembelit. Namun, sebagian bayi mungkin tidak menunjukkan gejala hingga 14 hari setelah paparan bakteri.Beberapa gejala botulisme dapat menyebabkan salah diagnosis. Hal ini dikarenakan gejala ini mirip dengan gangguan atau penyakit lain. Oleh karena itu, penting untuk memberi tahu dokter jika Anda memberikan madu kepada bayi. Diagnosis yang benar akan membuat bayi mendapat perawatan yang tepat. Menurut jurnal dari Lakartidningen, diagnosis botulisme ditegakkan berdasarkan kultur feses dan deteksi racun pada feses.

Efek botulisme pada bayi akibat madu

Botulisme saat beri madu untuk bayi tidak disalurkan lewat ASI
Rata-rata, perawatan botulisme di rumah sakit adalah sekitar 20-44 hari. Namun, tergantung dari kondisi bayi.Sekitar 70 persen bayi yang mengalami botulisme bahkan memerlukan alat bantu pernapasan kurang lebih selama 23 hari. Namun, sebagian besar bayi bisa sembuh dengan perawatan, dan tingkat kematian kondisi ini kurang dari 2 persen.Perlu Anda ketahui juga bahwa botulisme tidak dapat disalurkan melalui ASI. Oleh sebab itu, jika bayi terkena botulisme, maka disarankan untuk terus menyusui atau memberinya ASI dalam botol ketika mereka sakit.

Alasan lain untuk tidak memberikan madu untuk bayi

Madu untuk bayi mengandung gula tinggi sebabkan gigi rusak
Selain botulisme, alasan lain untuk tidak menambah madu ke dalam makanan dan minuman bayi berusia di bawah 1 tahun, yaitu dapat merusak gigi yang baru tumbuh.Sebab, madu mengandung kadar gula yang tinggi. Karena mengandung gula yang tinggi, madu memicu keinginan Si Kecil untuk selalu konsumsi makanan manis.Karena terbiasa mengonsumsi rasa manis, bayi akan tidak mau diberikan asupan makanan lainnya selain makanan manis. Tentu, konsumsi rasa manis mampu meningkatkan risiko diabetes tipe 2 hingga obesitas.

Bagaimana cara aman memberikan madu untuk bayi?

Madu untuk bayi bisa ditambahkan ke dalam semangkuk oatmeal
Setelah bayi berusia 1 tahun, barulah madu memiliki sejumlah manfaat dan gizi yang baik bagi mereka. Madu mengandung enzim, asam amino, mineral, antioksidan, vitamin B, dan vitamin C yang sangat berguna untuk tubuh. Beberapa contoh manfaat madu untuk kesehatan, yaitu meringankan batuk dan membantu penyembuhan luka.Anda tidak perlu terburu-buru memberi madu untuk bayi. Jika Anda ingin memperkenalkan madu pada bayi setelah usianya menginjak 1 tahun, tambahkanlah sedikit madu ke dalam makanan favoritnya. Cobalah salah satu hal berikut untuk menambah madu pada makanan bayi:
  • Mencampur madu dengan oatmeal.
  • Mengoleskan madu di atas roti.
  • Mencampur madu dengan yogurt.
  • Menambahkan madu ke dalam smoothie.
  • Menuangkan madu di atas pancake.
Setelah memberi madu untuk bayi, tunggu untuk melihat apakah timbul reaksi atau tidak. Tidak memberikan bayi madu ataupun makanan olahan yang mengandung madu hingga usianya menginjak 1 tahun, dapat mencegah bayi terkena botulismeSemakin bayi bertumbuh besar, mereka pun dapat mengonsumsi madu tanpa perlu khawatir, karena sistem pencernaannya sudah matang sehingga dapat menggerakkan spora bakteri Clostridium melalui tubuhnya sebelum menyebabkan kerusakan.Ingat, jangan memberikan madu untuk bayi jika usianya masih di bawah 12 bulan. Jika bayi menunjukkan gejala botulisme setelah mengonsumsi madu, hubungi dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan segera bawa bayi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut. Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
makanan bayimadubotulisme
Baby Center. https://www.babycenter.com/404_when-can-my-baby-eat-honey_1368490.bc
Diakses pada 08 November 2019
Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x555838/is-it-safe-to-give-my-baby-honey
Diakses pada 08 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/when-can-babies-eat-honey#introducing-honey
Diakses pada 08 November 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/honey-botulism.html
Diakses pada 08 November 2019
Lakartidningen. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28742188/
Diakses pada 24 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait