Keputihan Saat Hamil: Ciri, Bahaya, dan Cara Mengatasinya


Keputihan saat hamil adalah hal yang wajar terjadi. Keputihan saat hamil yang normal atau leukorea memiliki ciri, berwarna bening atau putih susu, bertekstur seperti lendir yang cair atau kental, dan tidak berbau.

(0)
Keputihan saat hamil normal terjadiUmumnya, keputihan saat hamil merupakan kondisi yang normal terjadi
Kehamilan dapat menyebabkan kondisi-kondisi yang serupa dengan keputihan. Secara umum, keputihan saat hamil merupakan hal yang wajar terjadi. Namun, Anda tetap perlu waspada, apabila keputihan memiliki ciri tertentu, yang dapat dilihat sebagai tanda adanya gangguan pada tubuh.Lalu, bagaimana perbedaan ciri keputihan normal saat hamil, dan yang menandakan gangguan kesehatan? Berikut ini penjelasannya untuk Anda.

Keputihan saat hamil yang normal terjadi

Keputihan merupakan hal yang normal terjadi saat kehamilan dan dapat dimulai sejak awal kehamilan hingga mendekati waktu persalinan. Keputihan saat hamil yang normal disebut sebagai leukorea dan memiliki ciri:
  • Berwarna bening atau putih susu
  • Bertekstur seperti lendir yang cair atau kental
  • Tidak berbau, atau hanya mengeluarkan sedikit bau
Tidak hanya itu, leukorea juga dapat dicirikan lebih jelas melalui:

1. Volume keputihan

Volume keputihan akan terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, sebagai upaya tubuh mencegah risiko infeksi pada vagina dan leher rahim. Hal ini juga terjadi karena tubuh memproduksi lebih banyak estrogen, dan aliran darah ke area di sekitar vagina meningkat.

2. Tekstur keputihan

Pada minggu terakhir kehamilan, keputihan yang keluar dapat disertai dengan lendir yang berwarna merah muda. Teksturnya pun akan berubah menjadi lebih kental seperti jeli. Hal ini menandakan bahwa tubuh sedang bersiap-siap untuk menjalani proses persalinan.Meski begitu, tidak semua cairan yang keluar dari vagina saat hamil adalah kondisi yang aman. Pada beberapa kasus, hal tersebut justru dapat menjadi pertanda suatu gangguan kesehatan yang serius.

Bagaimana ciri keputihan yang berbahaya saat kehamilan?

Jika merasa keputihan yang keluar berbeda dari biasanya, Anda disarankan untuk segera menghubungi dokter untuk memeriksakan kondisi tersebut. Sebab, kondisi ini bisa jadi merupakan suatu pertanda infeksi atau gangguan pada janin. Berikut ini ciri keputihan yang tidak wajar pada kehamilan.
  • Berwarna kuning, hijau, atau abu-abu
  • Berbau menyengat
  • Disertai dengan kemerahan, gatal, dan pembengkakan pada vagina.
Keputihan dengan ciri tersebut bisa menandakan adanya infeksi, seperti infeksi jamur yang kerap terjadi selama masa kehamilan. Apabila Anda menderita infeksi jamur saat hamil, dokter mungkin akan merekomendasikan krim untuk vagina atau obat yang dimasukkan melalui anus. Untuk menghindari infeksi jamur saat hamil, beberapa langkah di bawah ini dapat Anda lakukan.
  • Menggunakan pakaian yang longgar
  • Menggunakan pakaian dalam berbahan katun
  • Mengeringkan area kelamin setelah mandi, berenang, atau berolahraga
  • Mengonsumsi yogurt atau makanan yang difermantasi lainnya, untuk memicu perkembangan bakteri baik di tubuh
Keputihan yang tidak normal juga dapat disebabkan oleh infeksi menular seksual. Pemeriksaan mengenai infeksi menular seksual pada ibu hamil penting dilakukan sebagai langkah awal untuk mencegah penularan penyakit tersebut pada bayi.Keputihan saat hamil juga dapat menjadi suatu tanda komplikasi kehamilan, apabila berwarna merah terang dan volumenya banyak. Hal ini bisa jadi merupakan tanda plasenta previa (plasenta atau ari-ari, menutupi jalan lahir) atau abrupsi plasenta. Apabila Anda mengalami keputihan saat hamil, tidak ada salahnya untuk mengonsultasikannya dengan dokter kandungan. Terutama apabila keputihan yang keluar memiliki ciri yang serupa dengan tanda infeksi seperti di atas.

Berapa lama biasanya keluar keputihan saat hamil? 

Keputihan saat hamil muda umumnya berlangsung satu hingga dua minggu setelah pembuahan terjadi. Tak berenti disitu saja, cairan vagina juga biasanya akan kembali keluar di akhir kehamilan.Di akhir minggu kehamilan, ibu hamil biasanya akan mengeluarkan lendir tebal yang disertai dengan bercak darah dan biasanya kerap dijadikan tanda awal persalinan.

Apakah keputihan saat hamil berbahaya bagi janin?

Keputihan saat hamil bisa dianggap berbahaya jika Anda mengalami ciri-ciri keputihan yang cenderung abnormal. Jika Anda mengalami keputihan yang disertai dengan bercak merah terang dengan volume lebih dari satu ounce, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter kandungan atau unit layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.Kondisi tersebut tak boleh diabaikan, karena kondisi ini bisa saja menjadi salah satu tanda plasenta previa atau abrupsi plasenta (lepasnya plasenta sebelum waktunya).

Cara mengatasi keputihan pada ibu hamil

Keputihan saat hamil atau leukorrhea hampir dialami oleh semua wanita selama masa kehamilan. Kondisi ini bisa dikatakan cukup normal dan biasa terjadi akibat beberapa faktor.Selama masa kehamilan, leher rahim dan dinding vagina ibu hamil akan berubah menjadi lebih lunak, dan biasanya juga akan disertai dengan keluarnya cairan untuk membantu mencegah infeksi dari vagina ke rahim. Lakukan hal-hal berikut untuk mengatasi keputihan saat hamil:
  • Membuat jadwal mandi yang teratur
  • Ganti pakaian dalam jika terasa lembap atau basah
  • Selalu menyediakan tisu saat buang air kecil
  • Gunakan pembalut tipis atau pantyliner jika cairan keputihan terlalu banyak
  • Ganti pantyliner setiap 2-3 jam atau setiap kali lembab
  • Jangan gunakan tisu, pembalut, atau sabun berpewangi di dareah kewanitaan Anda
  • Selalu menyiapkan celana dalam cadangan saat bepergian
  • Hindari toilet yang Kotor
  • Pastikan Anda menjalani gaya hidup sehat
  • Pilih pakaian dalam yang menyerap keringat dan berbahan katun
  • Ganti pakaian seusai berolahraga maupun berenang
  • Hindari pemakaian celana yang ketat dan berbahan sintetik
  • Hentikan kebiasaan mencuci vagina (vaginal douching), karena akan mengganggu derajat keasaman area kewanitaan Anda
  • Bilas area kewanitaan dari arah depan ke belakang setiap habis buang air kecil. Keringkan dengan arah yang sama
  • Bersihkan area kewanitaan 2-3 kali sehari dengan air hangat dan pembersih yang mengandung asam laktat
  • Konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan dan sumber probiotik seperti yoghurt untuk membantu menjaga keasaman vagina
  • Batasi konsumsi makanan tinggi gula untuk mengurangi pertumbuhan jamur
  • Konsumsi air putih yang cukup dan hindari menahan buang air kecil
  • Kontrol berat badan
  • Gunakan kondom jika ingin berhubungan seksual
Setiap gejala terjadinya keputihan bisa jadi tidak berbahaya. Untuk memastikannya, silakan berkonsultasi dan memeriksakannya ke dokter keluarga Anda.
menjaga kehamilankehamilantrimester pertama kehamilankeputihan
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323433.php
Diakses pada 1 April 2019
Baby Centre. https://www.babycenter.com/0_vaginal-discharge-during-pregnancy_270.bc
Diakses pada 1 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-discharge-during-pregnancy#1
Diakses pada 1 April 2019
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/vaginal-discharge-during-pregnancy-1025
 
Diakses pada 4 Oktober 2020
 
Pregnancy Baby Birth. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/vaginal-discharge-during-pregnancy
 
Diakses pada 4 November 2020
 
NCT. https://www.nct.org.uk/pregnancy/worries-and-discomforts/common-discomforts/vaginal-discharge-during-pregnancy-your-questions-answered
 
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait