Jalan-jalan saat hamil tergolong aman sampai batas tertentu dan tergantung dengan tujuannya
Naik pesawat saat hamil tergolong aman jika usia kehamilan di bawah 36 minggu

Baru-baru ini, para pasangan selebritis Indonesia sedang menggemari babymoon atau jalan-jalan ke luar negeri saat hamil. Ada juga orang-orang yang sedang hamil tetap melakukan perjalanan karena tuntutan kerja.

Meskipun ada anggapan bahwa jalan-jalan saat hamil dan melakukan aktivitas berat merupakan salah satu hal yang tabu. Namun ibu hamil layak untuk mendapatkan waktu berkualitas tanpa merasakan tekanan atau stres. Salah satu perwujudannya yaitu dengan jalan-jalan atau melakukan hal-hal yang disukai. Lalu, apakah aman jalan-jalan saat kondisi hamil?

Apakah Aman Naik Pesawat saat Hamil?

Para ahli mengatakan bahwa menaiki pesawat saat hamil sangat aman, setidaknya untuk sementara waktu. Selain itu, dokter juga mengatakan tidak masalah untuk bepergian setelah usia kehamilan 30 minggu. Namun, jika usia kehamilan sudah menginjak 36 minggu, lebih baik tunda keinginan Anda untuk jalan-jalan atau bepergian. Trimester kedua merupakan waktu terbaik jika Anda ingin bepergian.

Apabila harus melakukan perjalanan menggunakan pesawat selama kehamilan, usahakan untuk memeriksa kebijakan maskapai. Anda juga bisa memesan penerbangan lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk yang nyaman, memiliki akses yang mudah ke kamar mandi, dan menawarkan sirkulasi udara yang baik.

Bahayakah Menyetir Mobil Sendiri saat Hamil?

Kebanyakan dokter menyarankan untuk membatasi waktu mengemudi hingga enam jam sehari untuk menjaga aliran darah yang sehat. Jika Anda ingin jalan-jalan saat hamil menggunakan mobil, usahakan untuk mengajak teman untuk bergantian mengemudi. Selain itu, bawalah air dan makanan ringan secukupnya. Jadwalkan istirahat dalam beberapa jam agar sirkulasi darah mengalir dan memungkinkan Anda pergi ke kamar mandi.

Para ahli juga mengatakan bahwa untuk menghindari mual saat perjalanan konsumsilah dimenhydrinate. Jangan lupa juga untuk tetap memasang sabuk pengaman.

Destinasi Wisata yang Aman untuk Ibu Hamil

Jalan-jalan ke luar negeri saat hamil tentu sangat menyenangkan. Namun Anda tetap harus menentukan tujuan wisata yang sesuai dengan kondisi ibu hamil. Apabila ingin pergi berlibur ke luar negeri, hindari destinasi di mana penyakit menular seperti malaria, demam tifoid, atau penyakit lainnya dapat menyerang. Hal tersebut tentu saja dapat membahayakan Anda dan bayi.

Sebelum melakukan perjalanan kemana pun, usahakan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan. Dokter akan memberikan saran mengenai makanan apa yang boleh dan tidak boleh dimakan serta kegiatan tertentu yang dilarang. Selain itu, sebaiknya hindari kegiatan apa pun yang memiliki risiko tinggi terjatuh. Misalnya hiking, ski, dan menunggang kuda. Hindari juga kegiatan yang bisa menyebabkan dekompresi pada janin, seperti diving.

Bepergian untuk Bekerja saat Hamil

Apabila Anda seorang wanita karir, bepergian untuk urusan pekerjaan saat hamil tentu tidak bisa ditolak. Namun, tidak perlu khawatir karena selama Anda tidak memiliki komplikasi, seperti tekanan darah tinggi atau pendarahan. Sering bepergian sebelum bulan kesembilan masa kehamilan tidak akan merugikan Anda ataupun bayi.

WebMD. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/is-it-safe/traveling-while-pregnant/
Diakses pada November 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed