Amankah Bayi Lahir 37 Minggu? Begini Jawaban Ahli


Amankah bayi lahir 37 minggu? Bisa iya tapi bisa juga tidak. Kelahiran sebelum waktunya dapat meningkatkan risiko bayi Anda lahir dengan gangguan medis tertentu.

(0)
Risiko kesehatan yang berptensi muncul saat bayi lahir 37 mingguBayi lahir 37 minggu memang aman, tapi meningkatkan risiko kesehatan tertentu
Pada umumnya, persalinan normal akan terjadi ketika kandungan ibu hamil telah berada pada usia 38 hingga 42 minggu. Namun, dalam beberapa kasus, kelahiran bisa saja terjadi saat usia kehamilan baru memasuki 37 minggu. Lantas, amankah bayi lahir 37 minggu?

Perkembangan bayi saat kehamilan memasuki usia 37 minggu

Sebelum membahas amankah bayi lahir 37 minggu, Anda harus mengetahui perkembangan yang dialami si Kecil pada umur tersebut. Usia ini menjadi masa-masa terakhir bayi dalam perut dan siap lahir dalam beberapa minggu ke depan. Saat kehamilan masuk usia 37 minggu, bayi yang normal mempunyai berat rata-rata sekitar 3 hingga 4 kilogram.Ketika kehamilan berumur 37 minggu, beberapa organ penting dalam tubuh bayi seperti otak, paru-paru, dan hati masih dalam tahap perkembangan. Tak hanya itu, buah hati Anda tengah melatih kemampuan untuk mengisap dan menelan pada usia kehamilan ini.

Amankah bayi lahir 37 minggu?

Selama ini, banyak orang yang mengira bahwa melahirkan ketika umur kandungan 37 minggu adalah hal yang aman. Menanggapi amankah bayi lahir 37 minggu, sejumlah ahli mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak aman.Beberapa minggu terakhir sebelum proses persalinan merupakan masa-masa yang penting dan krusial bagi perkembangan bayi. Menurut ahli, bayi yang lahir sebelum waktunya, termasuk usia kehamilan 37 minggu, berisiko tinggi mengalami kondisi medis tertentu saat lahir.Saat kandungan memasuki usia 37 minggu, sejumlah organ penting bayi seperti otak dan paru-paru masih dalam tahap perkembangan. Beberapa masalah kesehatan yang mungkin muncul jika Anda melahirkan pada usia kehamilan 37 minggu, di antaranya:
  • Kesulitan dalam mengisap atau menelan
  • Infeksi serius yang dapat membahayakan keselamatan si Kecil
  • Gangguan pernapasan karena paru-paru belum berkembang sepenuhnya

Apa penyebab melahirkan sebelum waktunya?

Kehamilan kembar menjadi salah satu penyebab bayi lahir 37 minggu
Mengandung anak kembar menjadi salah satu faktor risiko melahirkan sebelum waktunya
Penyebab kelahiran prematur belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko tersebut. Umumnya, wanita dengan riwayat penyakit diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan sakit ginjal berisiko mengalami kondisi ini.Selain itu, beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda melahirkan sebelum waktunya, antara lain:
  • Stres berat
  • Mengandung anak kembar
  • Terkena infeksi saluran kemih
  • Perdarahan selama kehamilan
  • Ukuran rahim yang tidak normal
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Merokok atau minum alkohol saat hamil
  • Kekurangan atau kelebihan berat badan
  • Mempunyai riwayat melahirkan prematur sebelumnya
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat sebelum dan selama masa kehamilan

Tips mencegah kelahiran prematur

Guna mencegah kelahiran dini, ada beberapa tindakan yang dapat diterapkan baik itu sebelum hamil, ketika mengandung, dan sesudah melahirkan. Berikut sejumlah tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko kelahiran prematur:
  • Sebelum hamil

Menerapkan pola hidup sehat sebelum hamil membantu mencegah kelahiran dini. Sebelum hamil, hindari gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, hingga menggunakan obat-obatan terlarang.Jangan lupa juga untuk berolahraga secara rutin dan mengelola stres yang Anda rasakan dengan baik. Jika Anda menderita masalah kesehatan yang bisa mengganggu kehamilan, lakukan perawatan seperti yang telah dianjurkan oleh dokter.
  • Saat hamil

Konsumsi makanan sehat, cukup istirahat, dan rutin berolahraga saat hamil dapat mengurangi risiko melahirkan dini. Untuk mengetahui apa saja makanan dan jenis olahraga yang baik untuk Anda, berkonsultasilah dengan dokter.Jangan lupa juga untuk memeriksakan kandungan Anda secara rutin ke dokter. Sampaikan tiap masalah kesehatan yang Anda alami selama kehamilan dengan jujur. Ikuti saran yang diberikan oleh dokter karena tidak hanya baik untuk bayi dalam kandungan, namun juga kesehatan Anda secara keseluruhan.
  • Setelah melahirkan

Setelah persalinan, Anda setidaknya harus menunggu 18 bulan untuk hamil lagi. Makin pendek jarak kehamilan, semakin besar risiko Anda mengalami kehamilan prematur. Apabila usia Anda telah lebih dari 35 tahun, konsultasikan dengan dokter mengenai kapan waktu yang tepat untuk hamil kembali.

Catatan dari SehatQ

Jawaban mengenai amankah bayi lahir 37 minggu adalah ya dan tidak. Ahli menyebut, kelahiran sebelum waktunya bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan masalah kesehatan tertentu. Namun, perkembangan organ tubuh bayi hampir optimal dan dapat bertahan di luar rahim.Menghindari faktor yang jadi pemicunya dapat membantu mengurangi risiko kelahiran terlalu dini. Jangan lupa juga untuk menerapkan pola hidup sehat, baik itu sebelum atau saat hamil, maupun sesudah melahirkan.Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait amankah bayi lahir 37 minggu, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.
menjaga kehamilankehamilanmasalah kehamilanpemeriksaan kehamilan
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/how-many-weeks-is-it-safe-to-give-birth#preventing-preterm-birth
Diakses pada 1 Maret 2021
WebMD. https://www.webmd.com/baby/features/elective-early-delivery
Diakses pada 1 Maret 2021
NHS. https://www.nhs.uk/pregnancy/week-by-week/28-to-40-plus/37-weeks/
Diakses pada 1 Maret 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/37-weeks-pregnant-4159250
Diakses pada 1 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait