logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Amankah Bantal Bayi untuk Si Kecil?

open-summary

Menjelang kelahiran buah hati, orangtua pastinya sudah mempersiapkan berbagai hal, termasuk boks bayi dan bantal bayi. Meski begitu, sebenarnya bantal bayi sebenarnya tidak dibutuhkan oleh si kecil yang baru lahir.


close-summary

7 Feb 2020

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Bayi baru lahir sebenarnya tidak memerlukan bantal bayi untuk tidur

Bantal bayi sebenarnya tidak diperlukan oleh bayi yang baru lahir

Table of Content

  • Apakah bantal bayi aman untuk dipakai?
  • Bagaimana dengan bantal bayi khusus?
  • Kapan bantal bayi bisa digunakan?
  • Catatan dari SehatQ

Sebelum kelahirannya, berbagai hal sudah dipersiapkan untuk menyambut Si Kecil yang akan menerangi hari-hari kedua orangtuanya. Mulai dari kamar tidur, boks bayi, sampai bantalpun sudah dibeli untuk kenyamanan buah hati.

Advertisement

Tapi, tunggu dulu, jangan terburu-buru membeli bantal bayi karena ternyata memberikan bantal bayi pada buah hati belum tentu aman dan berpotensi menyebabkan gangguan berbahaya untuk Si Kecil.

Baca Juga

  • 7 Cara Mengajarkan Anak 1 Tahun Sikat Gigi yang Menyenangkan
  • 9 Dampak Buruk Akibat Suka Membanding-bandingkan Anak
  • 11 Penyakit pada Bayi yang Sering Terjadi hingga Usia Balita

Apakah bantal bayi aman untuk dipakai?

Bagaimana jika buah hati merasa tidak nyaman saat tidur? Pertanyaan tersebut mungkin menjadi salah satu alasan beberapa orangtua memutuskan untuk membeli bantal bayi. Padahal, bantal bayi hanya boleh diberikan saat Si Kecil sudah menyentuh usia tertentu.

Bantal bayi tidak diperlukan saat bayi baru saja lahir. Saat baru keluar dari rahim, bayi memiliki kontrol kepala dan leher yang kecil karenanya Si Kecil tidak akan mampu mengubah posisi kepalanya untuk bernapas bila bantal menutupi hidung atau mulutnya.

Orangtua sangat direkomendasikan untuk membeli kasur dengan permukaan yang nyaman serta tidak memberikan bantal bayi kepada Si Kecil karena berpotensi terjadinya sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

Mengapa hal ini dapat terjadi? Karena penggunaan bantal saat bayi tidur dapat memudahkan kepala bayi terguling atau berpindah posisi menjadi tengkurap atau serpihan isi bantal seperti busa, bulu atau dakron dapat masuk ke saluran napas bayi sehingga bayi tidak bisa bernapas.

Selain itu, penggunaan bantal juga bisa membuat kepala bayi peyang, pasalnya bantal dapat membentuk cekungan ketika kepala bayi di atasnya, dan jika dibiarkan dalam waktu yang lama berisiko peyang.

Daripada memikirkan jenis bantal bayi yang akan digunakan, sebaiknya orangtua memastikan buah hatinya tidur yang nyaman, suhu ruangan yang sesuai dan tidak perlu adanya boneka, guling pada area kasurnya. Selain itu, untuk menghindari peyang Anda dapat melakukan tummy time pada bayi Anda di waktu-waktu tertentu.

Bagaimana dengan bantal bayi khusus?

Beberapa iklan banyak yang mengklaim bahwa penggunaan bantal pada bayi dapat membuat bayi tidur lebih nyenyak.

Saat ini banyak jenis bantal khusus bayi, yaitu bentuk datar, berbentuk penyokong kepala dan sebagainya. Sayangnya, bantal khusus bayi ini tidak direkomendasikan untuk digunakan. Hal ini juga disetujui oleh American Academy of Pediatrics bahwa memang tidak diperlukan bantal, selimut bahkan kasur yang sangat empuk untuk bayi karena resiko kematian yang tinggi.

Orangtua hanya dianjurkan untuk menyediakan boks bayi dengan kasur yang tidak terlalu empuk dan datar, serta sprei yang berukuran pas.

Kapan bantal bayi bisa digunakan?

Anda tidak perlu khawatir akan kenyamanan anak karena bayi tidak akan merasa risih dengan tidak adanya bantal bayi. Saat bahunya mulai menjadi lebih lebar dari kepalanya, barulah ia akan merasa tidak nyaman tidur tanpa bantal bayi.

Idealnya, orangtua baru bisa memberikan bantal bayi saat anak berusia dua sampai tiga tahun.  

Saat Si Kecil sudah siap untuk diperkenalkan dengan bantal bayi, jangan memberikan buah hati bantal untuk orang dewasa, tetapi belikan bantal bayi dengan jenis yang tipis dan tetap dengan konsistensi tidak terlalu empuk.

Catatan dari SehatQ

Bantal bayi tidak diperlukan saat bayi baru lahir dan sebaiknya baru diberikan saat Si Kecil sudah berusia sekitar dua sampai tiga tahun.

Anda tidak perlu menambahkan bantal bayi, selimut, boneka, dan benda-benda lainnya yang berpotensi mencekik Si Kecil. Orangtua hanya perlu membeli kasur yang datar dan keras, serta memasang sprei yang ketat pada boks bayi.

Advertisement

tips parentingibu menyusuigaya parenting

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved