7 Alternatif Obat Gigi Ngilu yan Bisa Ditemukan di Rumah

(0)
27 Jul 2020|Azelia Trifiana
7 obat untuk gigi ngilu  yang Anda bisa temukan di rumahKumur air garam merupakan cara alternatif meredakan gigi ngilu
Gigi ngilu dan sensitif bisa jadi membuat seseorang harus pikir panjang saat akan mengonsumsi makanan atau minuman terlalu panas dan dingin. Belum lagi, tak mungkin setiap saat harus ke dokter gigi untuk meminta obat gigi ngilu karena sensasi ini bisa datang kapan saja. Alternatifnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan gigi ngilu dengan bahan yang mudah ditemukan seperti teh hijau, kunyit, atau madu.Untuk tahu bagaimana cara mengobati gigi ngilu dan sensitif di rumah, harus dikenali betul titik sensitifnya. Dengan demikian, penanganan bisa lebih efektif dan tepat sasaran. Jika masih ragu, coba tanyakan kepada dokter gigi.

Obat gigi ngilu secara alami

Beberapa cara berikut ini bisa jadi alternatif obat gigi ngilu dan dilakukan sendiri di rumah:

1. Kumur air garam

Garam adalah antiseptik efektif yang bisa mengurangi inflamasi. Untuk meredakan gigi ngilu, coba kumur air garam dan air hangat 2 kali sehari. Caranya cukup tambahkan ½ hingga ¾ sendok sendok teh garam ke segelas air hangat. Kumur-kumur air hangat dan garam selama 30 detik.

2. Madu

Selain garam, madu juga bisa menjadi substansi antibakteri untuk meredakan rasa ngilu, pembengkakan, dan juga inflamasi. Sama seperti kumur air garam, caranya cukup dengan menambahkan satu sendok makan madu pada segelas air hangat. Kemudian, kumur selama 30 detik dan bisa dilakukan dua kali sehari.

3. Kunyit

Di dalam kunyit terdapat substansi curcumin yang sifatnya anti-inflamasi. Sejak dulu, kunyit banyak digunakan untuk meredakan masalah pencernaan hingga mempercepat penyembuhan luka.Jika digunakan sebagai obat gigi ngilu alami, coba pijatkan bubuk kunyit ke gigi yang ngilu beberapa saat. Selain itu, alternatifnya bisa dengan membuat pasta dari 1 sendok teh kunyit, ½ sendok teh garam, dan ½ sendok teh mustard oil. Ketika teksturnya menjadi pasta, oleskan ke gigi dan gusi dua kali sehari.

4. Teh hijau

Tak hanya bermanfaat mencegah kanker hingga penyakit jantung, teh hijau juga dapat menjadi obat gigi ngilu rumahan yang patut dipertimbangkan. Pilih teh hijau yang tidak mengandung pemanis tambahan sebagai obat kumur. Lakukan dua kali sehari untuk memperkuat gigi dan mengurangi peradangan.

5. Capsaicin

Zat capsaicin yang ada di lada atau cabai ini punya khasiat meredakan rasa nyeri dan inflamasi. Bagi penderita gigi ngilu, capsaicin bisa diaplikasikan sebagai obat kumur. Sensasi awal yang muncul adalah terbakar, namun jika digunakan secara berkala dapat meredakan gigi ngilu. 

6. Ekstrak vanila

Tak hanya membuat olahan kue menjadi lebih wangi, ekstrak vanila juga mengandung antiseptik dan meredakan nyeri. Caranya, tuangkan ekstrak vanila ke bola kapas kemudian aplikasikan ke gigi atau gusi yang terasa ngilu. Metode ini bisa dilakukan berulang kali dalam sehari.

7. Pasta gigi

Jika belum ada jadwal pemeriksaan ke dokter gigi namun rasa ngilu sudah tak tertahankan, coba gunakan pasta gigi khusus untuk mereka yang memiliki gigi sensitif. Desensitizing toothpaste ini mengandung komponen yang bisa melindungi ujung-ujung saraf.Kandungan utama pasta gigi ini adalah potasium nitrat yang dapat menutup sinyal rasa nyeri dari gigi ke otak. Setelah penggunaan beberapa kali, umumnya sensitivitas gigi akan berkurang. Jangan lupa gunakan sikat gigi dengan bulu lembut serta obat kumur.

Catatan dari SehatQ

Tak hanya mencoba beberapa obat gigi ngilu rumahan di atas, penting juga untuk melakukan langkah pencegahan. Hindari konsumsi makanan dan minuman yang sifatnya terlalu asam karena bisa mengikis enamel gigi. Kunci lain yang tak kalah krusial adalah menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan selalu menggosok gigi.
kesehatan gigikesehatan muluthidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/sensitive-teeth-home-remedy
Diakses pada 11 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324731
Diakses pada 11 Juli 2020
Live Science. https://www.livescience.com/44377-sensitive-teeth.html
Diakses pada 11 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait