Salah satu ciri alpha male adalah dapat memimpin orang lain
Alpha male sering diidentifikasikan sebagai seorang yang bisa memimpin orang lain

Alpha male adalah konsep yang selama ini masih diragukan oleh para ahli. Banyak yang menganggapnya sekadar mitos karena pada kelompok manusia, tidak ada alpha male seperti halnya pemimpin dalam sebuah kawanan binatang. Hanya saja, alpha male mungkin bisa disamakan dengan sosok orang yang secara sosial mendominasi.

 Karakteristik inilah yang membuatnya tampak lebih dominan sehingga seakan-akan gelar alpha male layak disematkan padanya.

Alpha male atau dominasi sosial?

Alpha male dalam kawanan binatang mengacu pada seekor pemimpin yang menempati ranking tertinggi. Ibaratnya seperti sosok Mufasa pemimpin kawanan binatang di Pride Land yang tergambar dalam film Lion King. Namun pada manusia, alpha male lebih mengacu kepada sosok seseorang yang bisa mendominasi secara sosial.

Ada stereotype yang melekat pada sosok alpha male, bertentangan dengan orang yang kikuk, lemah, atau pemalu. Dalam budaya populer, konsep alpha male sering sekali muncul.

Menurut para peneliti, bukan begitu cara kerja hirarki manusia karena sifat mereka yang kompleks. Ibaratnya, seorang kapten tim basket yang begitu percaya diri bisa saja menjadi pemalu saat bekerja di bidang berlawanan. Artinya, tidak ada satu orang yang akan memiliki karakteristik alpha male selamanya.

Lihat juga bagaimana cowok populer di masa remaja ternyata menjadi pria biasa-biasa saja ketika beranjak dewasa? Ini karena alpha male sangat multidimensional. Itulah mengapa konsep tentang alpha male lebih banyak ditemukan pada literatur penelitian kehidupan primata, bukan manusia.

Ciri-ciri yang membuat seseorang dianggap alpha male

Meskipun konsep alpha male dalam hirarki kelompok manusia hanya mitos, namun menarik mengulik mengapa konsep ini begitu dikenal dalam budaya populer. Biasanya, karakteristik yang membuat seseorang dianggap sebagai alpha male dan dominan dalam pergaulannya berhubungan dengan aspek fisik.

Apa saja?

  • Percaya diri

Manusia sangat mudah terpengaruh dengan kepercayaan diri yang ditampilkan di depan mata. Di saat yang sama, orang yang percaya diri bisa lebih mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan sehingga hal ini seakan dilanggengkan.

Itulah mengapa ciri-ciri seseorang yang dianggap sebagai alpha male adalah sangat percaya diri dalam pembawaannya sehari-hari. Baik itu dalam lingkungan pertemanan, hubungan personal, dan tentu saja pekerjaan.

  • Bertubuh tinggi

Secara fisik, alpha male biasanya juga dikaitkan dengan sosok yang bertubuh tinggi karena tampak maskulin dan mendominasi. Tak hanya itu, sosok alpha male dengan tubuh tinggi juga sudah “mengalahkan” rivalnya yang bertubuh lebih pendek. Dengan semua pertimbangan itu, terkadang tinggi badan diasosiasikan dengan status sosial seseorang.

  • Suara

Bahkan suara juga turut diperhitungkan ketika menganggap seseorang sebagai alpha male. Ini disebut sebagai Barry White Effect, yaitu suara pria bisa berkomunikasi jauh lebih banyak daripada sekadar kata-kata. Mulai dari potensi hingga kemampuan fisiknya. Itulah sebabnya pria dengan suara berat dianggap lebih dominan.

  • Bertanggungjawab atas situasinya sendiri

Sosok lelaki yang dianggap alpha male memiliki sifat yang bertanggungjawab atas hidupnya. Jika ada hal yang tidak baik terjadi dalam hidupnya, ia akan berusaha merubahnya ketimbang mengeluh. Contohnya jika seseorang alpha male merasa dirinya kegemukan, ia akan berusaha berolahraga untuk mengurangi berat tubuh daripada mengeluh dan tidak melakukan apa-apa.

  • Tidak mencari validasi dari orang lain

Kepercayaan diri yang tinggi membuat seseorang yang disebut sebagai lelaki alfa, sangat nyaman dengan citra dirinya sendiri. Ia tidak membutuhkan validasi dari orang lain. Dalam percintaan, dapat dilihat bahwa lelaki tipe ini tidak selalu mengiyakan perkataan seorang wanita agar dianggap sebagai pria yang baik. Lelaki yang dianggap alpha male tidak segan mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan pendapat sang wanita jika wanita tersebut salah. Ia akan tetap mengatakannya sekalipun membuat wanita ilfeel kepadanya.  

Beberapa ciri-ciri di atas lagi-lagi hanya merupakan hal yang memperkuat anggapan bahwa seseorang adalah alpha male. Anggapan, bukan hal yang sebenarnya terjadi. Anggaplah seseorang dipercaya sebagai CEO sebuah perusahaan besar. Namun semua itu tidak akan berguna ketika ia menghadapi kelompok biker gang yang tak akan peduli dengan status pekerjaan seseorang.

Contoh lainnya, lihat seorang pria yang begitu kuat, kejam, bahkan agresif. Semua itu akan sia-sia ketika ia harus ikut dalam kompetisi catur tingkat dunia.

Artinya, tidak ada simbol alpha male yang bisa disematkan pada satu orang. Manusia adalah makhluk hidup yang begitu kompleks. Perannya beririsan di banyak sekali lingkaran. Mungkin ia bisa menjadi kuat dan dominan di sebuah lingkaran kelompok tertentu, namun tidak di lingkaran-lingkaran lainnya.

Jadi, tidak ada yang disebut dengan alpha male. Hanya saja budaya populer kerap memposisikan orang yang unggul di suatu bidang sebagai alpha male, padahal belum tentu memiliki dominasi serupa di bidang lainnya.

Think Growth. https://thinkgrowth.org/the-alpha-myth-150121d3868f
Diakses 1 Juni 2020

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/sg/blog/head-games/201412/are-alpha-males-myth-or-reality
Diakses 1 Juni 2020

Independent. https://www.independent.co.uk/life-style/the-myth-of-the-alpha-male-a7724971.html
Diakses 1 Juni 2020

The Guardian. https://www.theguardian.com/science/brain-flapping/2016/oct/10/do-alpha-males-even-exist-donald-trump
Diakses 1 Juni 2020

Artikel Terkait