Alexithymia Membuat Seseorang Sulit Mengungkapkan Emosi, Ketahui Penyebabnya

(0)
13 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Alexithymia adalah kondisi seseorang yang membuatnya sulit untuk memahami emosi atau mengungkapkan emosinya sendiriPenderita alexithymia sulit mengungkapkan emosinya sendiri
Di tengah banyaknya permasalahan hidup, saling berbagi dan bercerita dengan sahabat terdekat menjadi hal yang sangat berharga. Namun sayangnya, beberapa orang berisiko sulit untuk mengungkapkan emosi dan perasaannya – atau bahkan sulit untuk memahami emosi yang ia rasakan. Kondisi ini disebut dengan alexithymia. Apa penyebabnya?

Mengenal apa itu alexithymia dan gejalanya

Alexithymia adalah kondisi seseorang yang membuatnya sulit untuk memahami emosi, mengidentifikasi emosi, atau mengungkapkan emosi. Istilah ini diperkenalkan awal tahun 1972 oleh seorang profesor dan ahli kejiwaan dari Harvard Medical School, meminjam istilah dari bahasa Yunani yang secara harfiah berarti “tidak ada kata-kata untuk emosi”.Alexithymia bukanlah nama sebuah gangguan kejiwaan. Namun, kondisi ini bisa dialami oleh pasien yang mengalami berbagai gangguan mental. Diperkirakan bahwa kondisi alexithymia dialami oleh 1 dari 10 orang.Sebagai kondisi yang berkaitan dengan emosi diri, ada beberapa gejala yang akan ditunjukkan oleh seseorang dengan alexithymia, misalnya:
  • Sulit memahami perasaan dan emosi
  • Sulit mengungkapkan dan mengkomunikasikan perasaan kepada orang lain
  • Sulit menanggapi emosi orang lain
  • Memiliki kemampuan yang terbatas dalam berfantasi dan berimajinasi
  • Memiliki gaya berpikir yang logis, kaku, serta tidak memperhitungkan emosi
  • Memiliki kemampuan strategi coping yang buruk saat menghadapi stres
  • Kurang mampu memerhatikan kepentingan atau kebutuhan orang lain
  • Memiliki kepribadian yang kaku dan sulit bercanda
  • Kurang puas dalam banyak hal di hidupnya
Alexithymia tentu dapat menimbulkan rasa frustasi pada orang yang mengalami kondisi ini. Apabila merasa sangat sulit untuk mengidentifikasi dan memahami emosi diri, Anda sangat disarankan untuk mencari bantuan konselor atau terapis. Konselor atau terapis dapat mendampingi Anda untuk melatih diri dalam memahami emosi diri.

Ragam penyebab alexithymia

Belum jelas penyebab pasti dari alexithymia. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini berpengaruh terhadap kondisi ini, misalnya:

1. Faktor genetik

Sebuah riset dalam jurnal Psychotherapy and Psychosomatics mengindikasikan bahwa alexithymia dapat terjadi karena faktor genetik. Diyakini bahwa seseorang bisa mengalami alexithymia apabila ada anggota keluarganya yang juga memiliki kondisi ini. 

2. Faktor lingkungan

Riset yang sama di atas juga mengindikasikan bahwa faktor lingkungan berpengaruh terhadap terjadinya alexithymia. Faktor lingkungan tersebut termasuk riwayat trauma di masa kecil, gangguan mental dan penyakit fisik tertentu, serta faktor ekonomi dan sosial lainnya.

3. Kerusakan otak

Selain faktor genetik dan faktor lingkungan, terdapat kemungkinan bahwa alexithymia juga bisa terjadi karena kerusakan bagian otak yang disebut anterior insula. Bagian otak ini memang disebutkan berperan dalam kemampuan sosial, emosi, dan empati seseorang.

Adakah penanganan untuk alexithymia?

Hingga saat ini, tidak ada penanganan yang dikhususkan untuk alexithymia. Penanganan yang diberikan dokter tergantung kebutuhan pasien secara keseluruhan atau kondisi lain yang mengiringi alexithymia. Misalnya, apabila kondisi ini terjadi pada orang yang mengalami depresi, pasien akan diberikan obat-obatan antidepresan.Terapi juga bisa membantu seseorang yang mengalami alexithymia untuk melatih kesehatan emosinya. Beberapa jenis terapi yang bisa diberikan, yaitu:

Catatan dari SehatQ

Alexithymia adalah kondisi seseorang yang membuatnya sulit untuk memahami emosi atau mengungkapkan emosinya sendiri. Kondisi ini bukanlah gangguan mental yang berdiri sendiri dan bisa terjadi pada seseorang yang mengalami kondisi mental lain. Jika Anda merasa sulit untuk memahami emosi diri, mencari bantuan konselor atau terapis sangat disarankan.
gangguan mentalmasalah kejiwaantrauma
Healthline. https://www.healthline.com/health/autism/alexithymia
Diakses pada 31 Agustus 2020
Karger. https://www.karger.com/Article/Abstract/107565
Diakses pada 31 Agustus 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326451
Diakses pada 31 Agustus 2020
Psychiatric Times. https://www.psychiatrictimes.com/view/when-patient-has-no-story-tell-alexithymia
Diakses pada 31 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait