Ciri-Ciri Bayi Alergi Susu Formula, Orang Tua Wajib Tahu


Ciri-ciri bayi alergi susu formula merupakan respons tubuh menolak susu maupun produk olahan berbahan baku susu tersebut. Tanda alergi susu sapi adalah sesak napas hingga gatal.

(0)
Ciri-ciri bayi alergi susu formula ditandai dengan mengiCiri-ciri bayi alergi susu formula ditandai dengan sesak napas
Ciri-ciri bayi alergi susu formula kerap sering disalahartikan dengan intoleransi laktosa.Sebenarnya, alergi susu formula pada bayi merupakan salah satu alergi yang ditemukan pada bayi dan anak-anak yang masih menyusu.Semetara, intoleransi laktosa umumnya terjadi pada anak usia 2 tahun ke atas.Alergi susu formula pada bayi ini merupakan respons penolakan tubuh akan susu, atau produk olahan berbahan baku susu tersebut. Saat ini, susu formula pada umumnya merupakan olahan dari susu sapi. Namun, bisa saja susu yang bersumber selain dari sapi menyebabkan reaksi alergi.Reaksi alergi susu formula pada bayi biasanya akan muncul segera setelah bayi atau anak meminum susu. Reaksi yang timbul bermacam-macam dari yang ringan sampai berat hingga berisiko mengancam nyawa.Di Indonesia, ditemukan sebanyak lebih dari 50% alasan tidak memberi ASI adalah karena ASI tidak keluar. Tidak keluarnya ASI ini biasanya membuat para ibu akan mengganti ASI dengan susu formula atau susu sapi.[[artikel-terkait]]

Apakah salah mengganti ASI dengan susu formula?

Pemberian susu formula biasanya dilakukan jika ada hambatan pemberian ASI
Tentu ASI lebih baik dibanding susu formula. Bukan hanya dari segi nutrisi, tetapi riset menunjukkan, kontak dini dan inisiasi menyusui pada 2 jam pertama setelah melahirkan membangun kepekaan ibu terhadap kebutuhan bayi dan bayi terlihat lebih tenang ketika memasuki usia 1 tahun.Sayangnya, pada beberapa kasus, bayi tidak bisa mendapatkan ASI. Misalnya karena ASI ibu tidak keluar, ibu meninggal dalam proses persalinan, ibu mengidap penyakit sehingga tidak bisa menyusui langsungSelain itu, bisa jadi ada kelainan genetik pada bayi yang tidak memungkinkan untuk mencerna susu.Pada kasus-kasus tersebut, bayi sebaiknya diberikan susu formula yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

Bagaimana reaksi alergi susu formula?

Ciri-ciri bayi alergi susu formula ditandai dengan rewel dan menangis
Ciri-ciri bayi alergi susu formula ini terbagi menjadi dua, yaitu segera dan setelah beberapa waktu.Ciri-ciri bayi alergi susu formula yang terlihat segera adalah:Ciri-ciri bayi alergi susu formula yang terlihat setelah beberapa waktu:Meski jarang, ada ciri-ciri bayi alergi susu formula yang ditunjukkan dengan reaksi yang parah, bahkan mengancam nyawa. Reaksi tersebut juga disebut anafilaksis. Bila bayi alergi susu formula hingga mengalami anafilaksis, ia akan mengalami sesak napas, saluran pernapasan membengkak, dan pingsan.

Apa perbedaan ciri-ciri bayi alergi susu formula dan intoleransi laktosa?

Gangguan pencernaan seperti buang angin dan diare kerap ditemukan pada intoleransi laktosa
Ciri-ciri bayi alergi susu formula terjadi akibat adanya protein, terutama pada susu sapi. Sementara, intoleransi laktosa pada bayi terjadi akibat tidak mampu mencerna laktosa akibat tubuhnya kekurangan enzim laktase.Ini pun disampaikan pada riset dari National Center for Biotechnology InformationHal ini berimbas pada sistem pencernaan bayi. Respons ini biasanya tidak muncul segera setelah minum.Perbedaan gejala intoleransi laktosa jika dibandingkan dengan ciri-ciri bayi alergi susu formula adalah:
  • Buang angin terus-menerus.
  • Keram perut.
  • Mual.
  • Kembung.
  • Diare.
Baik ciri-ciri bayi alergi susu formula maupun intoleransi laktosa, keduanya menunjukkan bila bayi tidak cocok susu formula.Jadi, jika ada pertanyaan yang kerap muncul, seperti “kenapa bayi mencret setelah minum susu formula?”, bisa jadi karena alergi susu formula pada bayi maupun intoleransi laktosa.

Bagaimana cara mengatasi gejala bayi yang tidak cocok susu formula?

Baca komposisi susu formula untuk bayi agar terhindar alergi susu
Sebelum bayi Anda mengalami ciri-ciri bayi alergi susu formula, sebaiknya Anda melakukan cara-cara berikut:
  • Konsultasikanlah dengan dokter atau ahli gizi mengenai penggantian produk susu formula yang lebih cocok untuk bayi Anda, jika memang tidak ada pilihan lain selain susu formula.
  • Jangan memberi susu formula sembarangan, termasuk yang berbahan dasar kedelai untuk bayi Anda tanpa mendapatkan saran medis terlebih dahulu.
  • Lakukan diet bebas susu atau produk olahan susu jika masih memberikan ASI kepada bayi Anda.
  • Cari susu formula dengan label hypoallergenic.
Jika bayi Anda tidak cocok dengan susu formula karena intoleransi laktosa, Anda dapat mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:
  • Pastikan semua makanan dan minuman yang diberikan kepada bayi Anda tidak mengandung laktosa.
  • Perhatikan informasi kandungan produk saat Anda akan berbelanja. Pastikan susu tidak mengandung laktosa.
  • Berikan kepada bayi Anda produk susu yang bebas laktosa.
  • Perhatikan apakah terjadi gejala intoleransi laktosa ketika Anda memberikan makanan baru kepada bayi Anda.
  • Lengkapi makanan pendamping ASI untuk bayi Anda dengan sumber kalsium, seperti sayuran hijau, jus buah, tahu, brokoli, salmon, dan buah jeruk sebagai pengganti asupan kalsium dari susu.
  • Pastikan Anda melengkapi kebutuhan nutrisi bayi Anda dengan vitamin dan mineral lainnya, seperti vitamin A, vitamin B, vitamin D, dan fosfor.

Pengganti susu formula

Susu formula bisa sebabkan alergi yang mengancam nyawa bayi
Waspadalah terhadap risiko yang mengancam nyawa anak ketika mengalami alergi susu formula.Segeralah bawa anak Anda ke unit gawat darurat rumah sakit atau puskesmas terdekat ketika muncul gejala yang timbul segera.Setelah dinyatakan alergi susu sapi, maka Anda tidak dianjurkan untuk memberikan kembali susu sapi atau produk olahan susu sapi.Anda dapat memeriksa setiap produk olahan susu pada kemasan apakah produk tersebut mengandung susu sapi atau tidak.Anda dapat mengganti pemberian susu formula atau susu sapi dengan beberapa susu lain seperti susu kedelai, susu almond, susu kelapa, susu gandum, susu beras, susu kacang mete, dan susu kacang macadamia.Selain susu berbahan dasar tumbuhan, Anda juga bisa membeli susu formula untuk bayi dengan jenis terhidrolisis ekstensif atau extensively hydrolyzed. Susu ini juga terbukti hipoalergenik.Susu ini telah diproses hingga kandungan protein menjadi lebih kecil. Oleh karena itu, reaksi alergi pun minim akibat tubuh tidak mendeteksi "kepingan" protein tersebut sebagai penyebab alergi.

Catatan dari SehatQ

Ciri-ciri bayi alergi susu formula umumnya terjadi pada susu dengan bahan dasar sapi. Sebab, tubuh bayi alergi terhadap protein yang terkandung di dalamnya.Meski demikian, alergi susu formula pada bayi tentu berbeda dengan intoleransi laktosa. Hal ini dikarenakan tubuh tidak bisa mencerna laktosa sehingga muncul masalah pencernaan.Jika Anda ingin memberikan susu formula untuk bayi ataupun mengalami alergi susu formula, segera konsultasikan dengan dokter anak melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Jika Anda ingin mendapatkan susu formula untuk anak, kunjungi untuk mendapatkan penawaran menarik.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
alergi susususu formulaintoleransi laktosasusu kedelai
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/milk-allergy/symptoms-causes/syc-20375101
Diakses 19 April 2019
Kementrian Kesehatan RI. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018 halaman 535Johnson K. Maternal-Infant Bonding: A Review of Literature. International Journal of Childbirth Education. 2013 Jul 1;28(3).Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/best-milk-substitutes
Diakses 19 April 2019
Healthy Childern. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Milk-Allergy.aspx
Diakses 19 Agustus 2020
National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532285/
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait