Alergi sperma juga dianggap sebagai salah satu penyebab susah hamil
Alergi sperma dapat mengganggu keharmonisan hubungan seksual

Seminal plasma hypersensitivity atau alergi sperma adalah reaksi hipersensitivitas terhadap protein dalam sperma. Ketika reaksi tersebut muncul, maka akan timbul gejala, seperti gatal, nyeri, sensasi terbakar, bengkak, dan kemerahan. Sebagian besar kondisi ini terjadi pada wanita.

Gejala alergi sperma biasanya muncul 10-30 menit setelah penderitanya melakukan kontak langsung dengan sperma. Gejala ini dapat berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari. Selain itu, seminal plasma hypersensitivity juga bisa menimbulkan reaksi alergi yang parah atau anafilaksis. Hal ini dapat muncul beberapa menit setelah penderitanya terkena sperma. Gejala anafilaksis yang dapat terjadi, di antaranya:

  • Lidah atau tenggorokan bengkak
  • Sulit bernapas
  • Nadi melemah
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Pingsan

Alergi sperma menjadi penyebab susah hamil?

Banyak penderita alergi sperma yang mungkin akan merasa frustrasi karena tidak bisa melakukan hubungan seksual normal tanpa pengaman dikarenakan kondisi penyakit yang mereka alami. Ketidakmampuan untuk melakukan hubungan seksual normal tanpa pengaman tentunya akan menghambat proses reproduksi sehingga kehamilan tidak bisa diwujudkan.

Selain itu, gejala-gejala yang ditimbulkan dari alergi sperma akan membuat hubungan seksual menjadi mimpi buruk. Apalagi jika reaksi alergi parah atau anafilaksis terjadi, niat untuk melakukan reproduksi normal malah akan menjadi malapetaka. Kehamilan pun tidak mungkin terjadi bila tidak ada proses reproduksi.

Akan tetapi, alergi sperma tidak memiliki dampak buruk terhadap kesuburan penderitanya sehingga kehamilan tetap bisa diwujudkan melalui cara lain selain berhubungan seksual normal. Penderita alergi sperma tetap bisa hamil dengan melakukan tindakan inseminasi intrauterin atau program bayi tabung. Mungkin prosedur ini akan membutuhkan biaya yang cukup besar, namun setidaknya penderita alergi sperma tidak kehilangan harapan untuk tetap dapat hamil.

[[artikel-terkait]]

Perawatan Seminal Plasma Hypersensitivity

Perawatan untuk seminal plasma hypersensitivity atau alergi sperma hanya bertujuan untuk meringankan atau mencegah gejala terjadi. Adapun cara yang dapat dilakukan, yaitu:

1. Menggunakan kondom

Solusi terbaik yang dapat dilakukan untuk meringankan atau mencegah gejala alergi sperma muncul adalah dengan menggunakan pengaman setiap kali berhubungan seks. Setidaknya hal ini dapat melindungi penderita penyakit ini agar tidak terkena sperma.

2. Obat-obatan

Jika memilih obat-obatan sebagai perawatan alergi sperma, dokter mungkin akan menganjurkan penderita alergi sperma menggunakan antihistamin sebelum berhubungan seks. Antihistamin dapat membantu meringankan gejala ketika tidak menggunakan pengaman saat berhubungan seks. Antihistamin dijual bebas tanpa resep sehingga dapat dengan mudah mendapatkannya.

Akan tetapi, jika gejala alergi sperma yang dialami parah maka dokter mungkin akan menganjurkan untuk menggunakan suntikan epinefrin ketika gejala mulai muncul. Selain itu, gejala alergi sperma  yang parah harus segera mendapat penanganan medis lebih lanjut.

3. Desensitisasi

Desensitisasi menjadi pilihan bagi mereka yang tidak ingin menggunakan pengaman ketika berhubungan seks. Akan tetapi, sebelumnya melakukan tindakan ini, konsultasikan pada dokter terlebih dahulu agar Anda mendapat rekomendasi yang tepat.

Ketika melakukan prosedur ini, setiap 20 menit ahli alergi akan meletakkan larutan sperma encer di dalam vagina atau pada penis penderita alergi sperma. Proses ini akan terus meningkat hingga penderitanya kebal dan tidak menunjukkan gejala apa pun terhadap sperma yang tidak diencerkan. Setelah melakukan prosedur ini, penderita alergi sperma akan dianjurkan untuk menjaga kekebalannya, misalnya dengan melakukan hubungan seks setiap dua hari sekali.

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/semen-allergy#other-complications
Diakses pada Juni 2019

International Society for Sexual Medicine. https://www.issm.info/sexual-health-qa/what-is-a-sperm-allergy/
Diakses pada Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed