Penyebab Munculnya Alergi Pembalut dan Cara Mengatasinya


Alergi pembalut dapat dipicu oleh bahan pada permukaan pembalut, kandungan parfum, maupun bahan absorben di produk tersebut. Beralih ke pembalut kain maupun menstrual cup, dapat menjadi solusinya.

(0)
16 Jan 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Alergi pembalut bisa muncul akibat kandungan parfum yang ada di produk tersebutAlerbi pembalut dapat ditandai dengan rasa gatal yang tidak kunjung hilang
Munculnya rasa gatal dan kemerahan pada area kewanitaan saat Anda menggunakan pembalut bisa jadi merupakan gejala alergi pembalut. Namun, Anda tidak perlu panik karena ada banyak cara untuk mengatasinya, mulai dari mengganti merek pembalut hingga menggunakan alternatif yang lebih ramah di kulit.Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan dermatitis kontak. Dermatitis ini terjadi ketika kulit (dalam hal ini vulva) menyentuh bagian luar pembalut yang terbuat dari bahan tertentu atau mengandung zat kimia pemicu reaksi alergi.Dermatitis kontak yang terjadi di vulva juga biasa dikenal dengan istilah vulvitis. Vulvitis sendiri bukanlah penyakit, melainkan peradangan pada kulit terluar organ intim wanita yang rentan terhadap gesekan atau iritan, apalagi pada orang yang memiliki kulit sensitif.

Gejala alergi pembalut yang mungkin muncul

Tanda awal alergi pembalut biasanya adalah munculnya rasa gatal di organ kewanitaan, khususnya, area kulit yang bersentuhan dengan pembalut setiap kali Anda menggunakan merek tertentu ketika menstruasi. Secara lengkap, gejala alergi pembalut yang mungkin dialami wanita, antara lain:
  • Rasa gatal yang ekstrem di area kewanitaan yang dapat menjalar hingga anus
  • Sensati terbakar atau panas di vagina
  • Muncul lepuhan kulit di segitar vagina 
  • Ruam atau kemerahan pada kulit di sekitar vulva (bagian luar vagina) maupun labia (bibir vagina)
  • Vulva yang menjadi bersisik atau kulit terasa menebal
Umumnya tanda alergi akan muncul selama Anda mengalami menstruasi dan menggunakan pembalut. Akan tetapi, gejala di atas mungkin saja menandakan masalah kesehatan lain. Jika gejalanya terus muncul bahkan setelah Anda tidak lagi menggunakan pembalut, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Penyebab alergi pembalut

Permukaan pembalut dapat memicu reaksi alergi
Meski hanya terkena kontak dengan bagian paling atas pembalut, pada dasarnya seluruh bagiannya bisa memunculkan reaksi alergi. Berikut adalah beberapa penyebab alergi pembalut:

1. Bahan kimia di permukaan pembalut

Bagian teratas pembalut ini paling rentan membuat Anda mengalami alergi. Beberapa merek menggunakan bahan berbeda, misalnya polyolefins dengan campuran zinc oxide serta petrolatum agar kulit tidak rentan iritasi saat bersentuhan dengan pembalut.Akan tetapi, terkadang bahan-bahan tersebut dapat mengakibatkan alergi pada kulit sensitif.Pembalut mengandung klorin juga mungkin dapat memicu alergi.

2. Parfum

Untuk menghilangkan bau amis saat menstruasi, beberapa merek pembalut juga menambahkan parfum. Parfum yang digunakan bisa jaditidak cocok digunakan oleh wanita berkulit sensitif karena dapat menimbulkan ruam maupun reaksi alergi lainnya.

3. Bahan absorben

Bahan ini diletakkan di belakang permukaan pembalut dan berfungsi menahan darah menstruasi agar tidak bocor atau tembus ke celana dalam. Bahan yang digunakan bisa berupa kapas, selulosa kayu, atau gel yang mungkin dapat menimbulkan reaksi alergi pembalut di kulit.

Cara mengatasi alergi pembalut

Menstrual cup dapat dipilih sebagai alternatif
Penanganan alergi pembalut akan sangat tergantung pada penyebab utama alergi. Meskipun demikian, ada beberapa cara mengatasi alergi pembalut yang dapat Anda lakukan, antara lain:
  • Mengganti merek pembalut

    Beda merek pembalut, beda pula bahan dan zat kimia yang digunakan. Sebisa mungkin, pilih pembalut yang tidak mengandung pewangi atau parfum.
  • Sering ganti pembalut

    Ini dilakukan agar daerah kewanitaan selalu bersih dan tidak lembap sehingga tidak memperparah gejala alergi pembalut. Sebaiknya, Anda mengganti pembalut minimal setiap empat jam sekali.
  • Tidak menggunakan celana terlalu ketat

    Celana yang kelawat ketat dapat menimbulkan friksi alias gesekan, dan akhirnya memperparah gejala alergi.
  • Beralih ke metode alternatif

    Selain sanitary pad, Anda juga bisa memilih alternatif penampung darah menstruasi yang tidak rentan menimbulkan alergi, seperti menstrual cupAnda juga bisa menggunakan pembalut kain yang bisa digunakan berulang kali. Untuk pembalut kain, pilih yang terbuat dari katun.
  • Mengoleskan obat antialergi

    Anda bisa mengatasi alergi pembalut dengan mengoleskan obat antihistamin atau hidrokortison untuk meredakan gatalnya. Namun, Anda hanya boleh mengoleskan obat topikal ini di area vulva, bukan di dalam saluran vagina. Lebih baik lagi bila obat digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter.
  • Memeriksakan diri ke dokter

    Bila gatal yang muncul tidak tertahankan, segera periksakan diri ke dokter. Langkah ini juga harus dilakukan bila Anda sudah mencoba berbagai cara untuk meredakannya, tapi tidak berhasil. Dokter bisa merekomendasikan obat lain, seperti salep yang mengandung steroid atau obat antibiotik bila perlu.

Catatan dari SehatQ

Selama berusaha mengatasi gejala alergi yang muncul, Anda harus memastikan area kewanitaan tetap bersih. Hindari mencuci area kewanitaan dengan sabun, kecuali atas rekomendasi dokter.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang alergi pembalut, Anda dapat menanyakannya langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
vagina gatalvaginitiskandidiasis vaginavulvovaginitis
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/pad-rash
Diakses pada 4 Januari 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15175-vulvitis
Diakses pada 4 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/rashes-from-pads
Diakses pada 4 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait