logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

6 Jenis Alergi pada Anak, Gejala, dan Cara Mengatasinya

open-summary

Alergi pada anak terbagi dalam beberapa jenis, mulai dari alergi makanan, alergi musiman, alergi dalam ruangan, hingga alergi hewan peliharaan. Untuk mengatasinya, dokter dapat merekomendasikan obat antihistamin, inhaler, hingga injeksi epinefrin.


close-summary

2023-03-29 21:23:18

| Aby Rachman

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Alergi pada anak memiliki banyak bentuk

Alergi pada anak bisa juga disebakan karena cuaca atau udara.

Table of Content

  • Apa itu alergi?
  • Gejala alergi pada anak sesuai jenisnya
  • Cara mengatasi alergi pada anak
  • Cara mendiagnosis alergi pada anak
  • Cara mencegah alergi pada anak

Sulit membayangkan bahwa alergi dapat terjadi pada anak, terutama semasa bayi dan balita. Alergi pada anak bisa menyebabkan ruam atau gatal sehingga kulit mereka yang seharusnya lembut dan mulus, menjadi kemerahan, melepuh, hingga bersisik atau terkelupas.

Advertisement

Tak ayal, kondisi ini sering membuat anak rewel dan menangis karena merasa sangat tidak nyaman.

Apa itu alergi?

Sebelum mengetahui jenis dan gejala alergi pada anak, penting bagi orangtua untuk memahami apa itu alergi.

Alergi adalah kondisi yang terjadi ketika sistem imun anak bereaksi terhadap senyawa yang dianggap asing (alergen), misalnya serbuk sari, racun lebah, bulu hewan peliharaan, hingga makanan, yang sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang.

Sistem imun anak memproduksi senyawa yang dikenal sebagai antibodi. Ketika mengalami alergi, sistem imun mereka dapat memproduksi antibodi yang mengidentifikasi alergen tertentu sebagai sesuatu yang berbahaya meskipun sebenarnya tidak.

Ketika anak terpapar dengan alergen, reaksi dari sistem kekebalan tubuhnya dapat memicu gejala pada kulit, sinus, saluran udara, hingga sistem pencernaan.

Tingkat keparahan alergi juga bervariasi, mulai dari ringan hingga parah seperti anafilaksis. Perlu Anda ketahui, anafilaksis adalah reaksi alergi berbahaya yang bisa mengancam nyawa.

Gejala alergi pada anak sesuai jenisnya

alergi pada anak
Apa itu alergi?

Penyebab alergi pada anak bisa bermacam-macam. Kondisi ini bisa disebabkan alergi susu sapi, tungau, hingga bulu hewan peliharaan di rumah.

Jika hal ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencari tahu penyebab anak alergi.

1. Alergi makanan pada anak

Uniknya, alergi makanan pada anak lebih sering dialami anak laki-laki ketimbang anak perempuan.

Makanan merupakan pemicu utama alergi pada anak. Reaksi alergi ini bisa terjadi pada lebih dari satu jenis makanan.

Berikut adalah berbagai makanan dan minuman yang mampu memicu alergi:

  • Susu sapi
  • Telur
  • Ikan
  • Kacang-kacangan dari pohon (seperti almond, kacang mete, dan kacang kenari)
  • Krustasea (seperti kepiting, lobster, dan udang)
  • Kedelai
  • Gandum.

Selain batuk alergi pada anak, gejala alergi yang disebabkan makanan biasanya berupa:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Pingsan
  • Gatal-gatal atau ruam
  • Mual atau muntah
  • Ruam merah di sekitar mulut
  • Hidung berair atau pengap
  • Pembengkakan pada wajah, kaki, atau lengan
  • Sesak di tenggorokan
  • Kesulitan bernapas, termasuk mengi.

Salah satu minuman penyebab alergi yang perlu diwaspadai adalah susu sapi.

Alergi susu sapi pada anak dapat menyebabkan sejumlah gejala, seperti gatal, pembengkakan bibir dan wajah, sakit perut, pilek, hingga eksim yang tak kunjung sembuh meski sudah diobati.

Alergi gatal pada anak yang disebabkan susu sapi juga bisa mengakibatkan kondisi kulit kemerahan.

Gambar alergi pada anak
Gambar alergi pada anak

Selain susu sapi, alergi telur pada anak juga cukup sering terjadi. Gejalanya dapat muncul beberapa menit atau jam setelah si kecil mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur.

Gejala alergi ini dapat berupa ruam kulit, muntah-muntah, masalah pencernaan, hingga hidung tersumbat.

2. Alergi musiman

Selama musim-musim tertentu, anak bisa menjadi lebih rentan terhadap alergi. Kondisi ini disebut dengan rinitis alergi.

Rinitis alergi umumnya muncul setelah bersentuhan dengan pohon, rumput dan gulma, atau serbuk sari dari pohon dan tanaman.

Gejala-gejala yang mungkin dialami anak kurang lebih sama dengan orang dewasa, di antaranya:

  • Pilek
  • Sering bersin
  • Hidung gatal
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Mata berair
  • Sakit telinga juga dapat terjadi pada bayi dan balita.

3. Alergi dalam ruangan

Tahukah Anda kalau bulu-bulu pada boneka kesayangan anak dapat menyebabkan reaksi alergi?

Tidak hanya itu, binatang kecil seperti tungau, serangga, atau jamur, juga bisa memperburuk alergi di dalam ruangan.

Terkadang, hewan-hewan kecil ini bersembunyi di dalam bantal, mainan, atau kasur anak.

Sekitar 1 dari 6 anak dinilai memiliki alergi dalam ruangan. Gejalanya serupa dengan alergi musiman, seperti pilek, hidung tersumbat, dan bersin.

4. Alergi hewan peliharaan

Jenis alergi pada anak berikutnya adalah alergi hewan peliharaan. Adanya hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing, mungkin membuat anak-anak merasa senang.

Akan tetapi, bulu hewan peliharaan dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti bersin dan hidung berair.

Alergi hewan peliharaan termasuk jenis alergi dalam ruangan. Kucing dan anjing sering kali menjadi penyebabnya.

Jika si kecil alergi terhadap anjing atau kucing, Anda bisa menggantinya dengan hewan peliharaan yang ‘ramah’ alergi seperti ikan.

5. Dermatitis kontak alergi

Salah satu alergi kulit pada anak yang umum adalah dermatitis kontak alergi.

Kondisi ini ditandai dengan kemunculan ruam pada kulit setelah anak menyentuh sesuatu yang sensitif terhadap kulitnya, seperti produk kosmetik, bahan kimia atau pewarna sepatu, bahan yang dikandung obat kumur atau pasta gigi, hingga tumbuhan.

Gejala alergi kulit pada anak yang disebabkan dermatitis kontak alergi adalah:

  • Gatal-gatal
  • Kulit kemerahan
  • Muncul ruam
  • Bercak tebal, kasar, dan bersisik yang bisa semakin parah seiring waktu.

Dilansir Web MD, gatal alergi pada anak yang disebabkan kondisi ini dapat bersifat cukup parah sehingga sebaiknya segera ditangai dokter.

6. Alergi dingin pada anak

Cuaca dingin juga termasuk penyebab alergi pada anak. Alergi dingin pada anak muncul setelah anak terpapar dengan suhu udara yang dingin.

Tanda-tanda alergi pada anak yang disebabkan udara dingin dapat berupa:

  • Ruam kulit berwarna merah, gatal, dan berbekas di bagian kulit yang terpapar suhu dingin
  • Sensasi terbakar pada bagian kulit yang terpapar saat tubuh mulai menghangat
  • Pembengkakan pada kulit yang terpapar
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Kelelahan
  • Gangguan kecemasan.

Alergi dingin pada anak juga bisa menyebabkan sejumlah gejala yang parah, di antaranya:

  • Anafilaksis, yaitu reaksi alergi yang mengancam nyawa
  • Masalah pernapasan seperti mengi
  • Pembengkakan lidah dan tenggorokan
  • Palpitasi jantung
  • Menurunnya tekanan darah
  • Pingsan
  • Syok.

Berbagai gejala alergi dingin di atas dapat muncul beberapa menit setelah terpapar suhu dingin. Setelah 1-2 jam, gejalanya dapat hilang.

Dalam beberapa kasus, reaksi alergi bisa muncul beberapa jam atau bahkan hari setelah terpapar dengan suhu dingin. Pada kasus ini, kemungkinan gejalanya baru bisa hilang setelah 2 hari.

Gejala alergi dingin yang terlambat datang ini umumnya terjadi pada anak-anak yang orangtuanya mengidap kondisi serupa.

Cara mengatasi alergi pada anak

Perawatan alergi pada anak bergantung pada jenis alergi yang dimilikinya. Secara umum, dokter dapat merekomendasikan obat alergi pada anak, di antaranya:

  • Pil atau cairan yang disebut antihistamin untuk meredakan ruam kulit atau pilek
  • Inhaler yang bisa digunakan ketika anak mengalami kesulitan bernapas
  • Injeksi epinefrin untuk perawatan darurat dari reaksi alergi serius yang mengancam jiwa.

Baca Juga

  • Susu UHT untuk Bayi, Kapan Sebaiknya Mulai Diberikan pada Anak?
  • Cetirizine untuk Ibu Menyusui dan Ibu Hamil, Apakah Aman?
  • Kenali Gejala Alergi Air yang Dapat Mengganggu Kesehatan Anda

Cara mendiagnosis alergi pada anak