Macam-macam Alergi pada Anak yang Penting Diketahui Orangtua


Macam-macam alergi pada anak di antaranya alergi dingin, alergi telur, hingga alergi susu sapi.

0,0
09 Apr 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Alergi pada anak memiliki banyak bentukAlergi pada anak bisa juga disebakan karena cuaca atau udara.
Sulit membayangkan bahwa alergi dapat terjadi pada anak, terutama semasa bayi atau balita. Alergi pada anak dapat menimbulkan ruam atau gatal sehingga kulit mereka yang seharusnya lembut dan mulus menjadi kemerahan, melepuh, hingga bersisik atau terkelupas. Tak ayal, alergi pada anak sering membuat mereka rewel dan menangis karena mereka merasa sangat tidak nyaman.

Macam-macam alergi pada anak

Penyebab alergi pada anak bisa bermacam-macam. Kondisi ini bisa disebabkan alergi susu sapi, tungau, hingga bulu hewan peliharaan di rumah yang memicu reaksi alergi pada si kecil. Jika hal ini terjadi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencari tahu penyebab anak alergi.

1. Alergi makanan pada anak

Uniknya, alergi makanan pada anak lebih sering terjadi pada anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Alergi pada anak paling sering dipicu oleh makanan. Reaksi alergi ini bisa terjadi pada lebih dari satu jenis makanan. Berikut adalah berbagai makanan yang dapat memicu alergi:
  • Kacang adalah pemicu utama alergi makanan pada anak-anak
  • Susu sapi
  • Telur
  • Ikan
  • Kacang-kacangan dari pohon (seperti almond, kacang mete, dan kacang kenari)
  • Kerang (seperti kepiting, lobster, dan udang)
  • Kedelai
  • Gandum.
Selain batuk alergi pada anak, gejala alergi pada anak yang disebabkan oleh makanan biasanya berupa:
  • Sakit perut
  • Batuk
  • Diare
  • Pingsan
  • Gatal-gatal atau ruam
  • Mual atau muntah
  • Ruam merah di sekitar mulut
  • Hidung meler atau pengap
  • Pembengkakan pada wajah, kaki, atau lengan
  • Sesak di tenggorokan
  • Kesulitan bernapas, termasuk mengi.
Salah satu minuman penyebab alergi yang perlu diwaspadai adalah susu sapi. Alergi susu sapi pada anak dapat menyebabkan gejala berupa kulit gatal, pembengkakan bibir dan wajah, sakit perut, pilek, hingga eksim yang tak kunjung sembuh meski sudah diobati.Perlu diingat, alergi gatal pada anak yang disebabkan oleh susu sapi dapat disertai dengan kulit kemerahan, gatal, dan pembengkakan wajah, mulut, serta mata.
Gambar alergi pada anak
Gambar alergi pada anak
Selain susu sapi, alergi telur pada anak juga dianggap umum terjadi. Gejalanya dapat muncul beberapa menit atau jam setelah si kecil mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur. Gejalanya berupa ruam kulit, muntah-muntah, masalah pencernaan, hingga hidung tersumbat.

2. Alergi musiman

Selama musim-musim tertentu, si kecil bisa jadi lebih rentan terhadap alergi. Hal ini disebut dengan rinitis alergi. Gejalanya berupa hidung meler, bersin, dan gatal, atau gejala lain ketika bersentuhan dengan pohon, rumput dan gulma, atau serbuk sari dari pohon dan tanaman.Gejala-gejala yang mungkin dialami sama dengan yang terjadi pada orang dewasa, di antaranya:
  • Pilek, hidung gatal
  • Mata berair
  • Bersin
  • Hidung tersumbat
  • Bayi atau balita juga mungkin menderita sakit telinga.

3. Alergi dalam ruangan

Bulu pada boneka kesayangan balita juga dapat menyebabkan reaksi alergi. Binatang kecil seperti tungau, serangga, atau jamur bisa memperburuk alergi di dalam ruangan. Terkadang, hewan-hewan mikroskopis ini tersembunyi di dalam bantal, mainan, atau kasur anak.Sekitar 1 dari 6 anak memiliki alergi dalam ruangan. Gejalanya sama dengan alergi musiman, seperti pilek, hidung tersumbat dan bersin.

4. Alergi hewan peliharaan

Jenis alergi pada anak selanjutnya adalah alergi hewan peliharaan. Hewan peliharaan seperti anjing keluarga mungkin membuat anak-anak merasa lebih senang dan tenang. Tetapi, bulu hewan peliharaan juga dapat menyebabkan reaksi alergi, seperti bersin dan hidung berair.Alergi hewan peliharaan adalah jenis alergi dalam ruangan. Kucing dan anjing seringkali menjadi penyebabnya. Jika anak Anda alergi terhadap anjing atau kucing, cobalah hewan peliharaan yang “ramah” alergi, seperti ikan.

5. Dermatitis kontak alergi

Salah satu alergi kulit pada anak yang umum terjadi adalah dermatitis kontak alergi.Kondisi ini ditandai dengan kemunculan ruam pada kulit si kecil setelah dirinya menyentuh sesuatu yang sensitif terhadap kulitnya, seperti produk kosmetik, bahan kimia atau pewarna sepatu, bahan yang dikandung obat kumur atau pasta gigi, hingga tumbuhan.Gejala alergi kulit pada anak yang disebabkan oleh dermatitis kontak alergi dapat berupa:
  • Gatal-gatal
  • Kulit kemerahan
  • Muncul ruam
  • Bercak yang tebal, kasar, dan bersisik pada anak serta bisa semakin parah seiring waktu.
Dikutip dari Web MD, gatal alergi pada anak yang disebabkan oleh dermatitis kontak alergi dapat bersifat cukup parah.

6. Alergi dingin pada anak

Makanan bukanlah satu-satunya penyebab alergi pada anak. Cuaca dingin juga bisa mengundang reaksi alergi pada kulit anak. Alergi dingin pada anak muncul setelah anak terpapar dengan suhu yang dingin.Tanda alergi pada anak akibat alergi dingin dapat berupa:
  • Ruam kulit berwarna merah, gatal, dan berbekas di bagian kulit yang terpapar suhu dingin
  • Sensasi terbakar pada bagian kulit yang terbakar saat tubuh mulai menghangat
  • Pembengkakan pada kulit yang terpapar
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Kelelahan
  • Gangguan kecemasan.
Alergi dingin pada anak juga bisa menyebabkan gejala yang parah, di antaranya:
  • Anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam nyawa)
  • Masalah pernapasan, seperti mengi
  • Pembengkakan lidah dan tenggorokan
  • Palpitasi jantung
  • Menurunnya tekanan darah
  • Pingsan
  • Syok.
Gejala alergi dingin di atas dapat muncul beberapa menit setelah terpapar dengan suhu dingin. Setelah 1-2 jam, gejalanya dapat hilang.Dalam beberapa kasus, reaksi alergi di atas bisa muncul beberapa jam atau bahkan hari setelah terpapar dengan suhu dingin. Pada kasus ini, kemungkinan gejalanya baru bisa hilang setelah 2 hari.Umumnya, gejala alergi dingin yang terlambat datang ini terjadi pada orang-orang yang orangtuanya juga mengidap kondisi serupa.

Cara mengatasi alergi pada anak

Perawatan anak Anda mungkin tergantung pada jenis alergi yang dimilikinya. Secara umum, dokter dapat merekomendasikan obat alergi pada anak seperti di bawah ini:
  • Pil atau cairan yang disebut antihistamin untuk meredakan ruam kulit atau pilek
  • Inhaler yang bisa digunakan ketika anak mengalami kesulitan bernapas
  • EpiPen untuk perawatan darurat dari reaksi alergi serius yang mengancam jiwa.

Cara mencegah alergi pada anak

Cara mencegah alergi pada anak yang paling efektif adalah meminta anak untuk menjauhi alergen. Jika Anda sudah tahu alergi yang diidap oleh anak, biasakan si kecil untuk menghindari penyebab alerginya tersebut.Anda juga boleh bertanya kepada dokter cara terbaik untuk mencegah alergen tersebut. Sebab, beberapa alergi, seperti alergi dingin, mungkin sulit untuk dihindari oleh orang-orang yang tinggal di tempat bersuhu rendah.Kalau anak alergi terhadap rumput, dokter mungkin dapat merekomendasikan si kecil untuk menggunakan pakaian panjang agar kulitnya tak mengenai rumput.Jika anak alergi terhadap makanan tertentu, sebagai orangtua Anda perlu membantu mereka untuk menghindari makanan penyebab alergi tersebut.Contohnya, saat Anda sedang makan di restoran, tanyakan kepada pelayan mengenai bahan-bahan yang dikandung makanannya. Bisa jadi, makanan yang dipesan mengandung bahan-bahan yang bisa menyebabkan munculnya alergi.Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi, carilah penyebab alergi pada anak dan berkonsultasi dengan dokter agar bisa menghindari reaksi dan gejala alerginya.Jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
alergialergi susualergi lingkungan
WebMD. https://www.webmd.com/allergies/allergies-babies-toddlers#1
Diakses pada Januari 2019
ACAAI. https://acaai.org/allergies/who-has-allergies/children-allergies
Diakses pada Januari 2019
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/childrens-health/what-should-i-do-if-i-think-my-baby-is-allergic-or-intolerant-to-cows-milk/
Diakses pada 5 November 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/egg-allergy/symptoms-causes/syc-20372115#:~:text=Eggs%20are%20one%20of%20the,vomiting%20or%20other%20digestive%20problems.
Diakses pada 5 November 2021
Web MD. https://www.webmd.com/allergies/common-skin-allergies-kids
Diakses pada 5 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/cold-allergy
Diakses pada 5 November 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait