Kenali Alergi Nasi dan Gejalanya, Umum Terjadi Pada Bayi


Jenis alergen yang memicu alergi nasi adalah pita protein kDa 9-, 14-, dan 31-. Protein semacam ini juga mungkin ada di dalam tepung, minyak, dan susu.

0,0
07 Aug 2021|Azelia Trifiana
Alergi nasi bisa dialami oleh anak-anakAlergi nasi bisa dialami oleh anak-anak
wp:paragraph Alergi nasi, meski terdengar tidak biasa bagi orang Indonesia, hal ini dapat terjadi. Pada orang yang alergi terhadap nasi, sistem imunnya memberikan reaksi berlebih terhadap protein yang ada dalam nasi. Umumnya, alergi ini lebih sering dialami bayi ketimbang anak-anak. /wp:paragraph wp:paragraph Artinya, ketika ada bayi yang mengalami alergi terhadap nasi maka besar kemungkinan akan mereda dengan sendirinya saat tumbuh besar. Tentunya, proses adaptasi ini sebaiknya dilakukan di bawah supervisi dokter. /wp:paragraph wp:heading

Gejala alergi nasi

/wp:heading wp:paragraph
alergi
Ruam akibat alergi
Jenis alergen yang memicunya adalah pita protein kDa 9-, 14-, dan 31-. Bukan hanya pada nasi, protein semacam ini juga mungkin ada di dalam tepung, minyak, dan susu. /wp:paragraph wp:paragraph Lebih jauh lagi, gejala yang muncul ketika terjadi alergi terhadap nasi adalah: /wp:paragraph wp:list
  • Ruam di kulit
  • Kulit terasa gatal
  • Masalah pencernaan
  • Asma dan keluhan pernapasan
  • Kram perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Anafilaksis (reaksi langka)
/wp:list wp:paragraph Sebenarnya, nasi yang sudah matang cenderung lebih aman dikonsumsi karena proteinnya sudah terpecah. Namun tentu setiap orang punya kondisi berbeda. Ada baiknya mencari tahu terlebih dahulu dengan berkonsultasi pada ahlinya. /wp:paragraph wp:heading

Jenis alergi nasi

/wp:heading wp:paragraph Alergi semacam ini umumnya terjadi di negara-negara Asia. Namun, tak menutup kemungkinan juga terjadi di negara lain. /wp:paragraph wp:paragraph Bukan hanya nasi putih, alergi terhadap nasi juga bisa meliputi bahan makanan lain, di antaranya: /wp:paragraph wp:list
  • Sereal
  • Granola bar
  • Cookies dengan bahan tepung beras
  • Puding beras
  • Sushi
  • Risotto
  • Roti
  • Makanan bayi tertentu
/wp:list wp:paragraph Pada beberapa kasus, beras menjadi bahan produk seperti sereal dan granola bar. Oleh sebab itu, bagi yang sensitif terhadap komposisi ini, pastikan selalu membaca keterangan di kemasan sebelum mengonsumsinya. /wp:paragraph wp:paragraph Selain itu, perhatikan juga jenis roti gluten-free karena mungkin saja dibuat menggunakan tepung beras. /wp:paragraph wp:paragraph Lalu, apa alternatif yang aman bagi mereka dengan alergi ini? /wp:paragraph wp:list
  • Oatmeal
  • Susu kedelai
  • Roti gandum
  • Pasta gandum
  • Puding vanila atau cokelat
  • Sashimi
  • Buah yang telah dikeringkan
  • Jagung
/wp:list wp:paragraph Gandum bisa menjadi alternatif dari beras dan nutrisinya pun lebih banyak. Selain itu, nasi putih juga bisa diganti dengan bahan lain seperti kentang dan jagung. /wp:paragraph wp:heading

Fenomena alergi nasi

/wp:heading wp:paragraph Seperti yang disebutkan di atas, fenomena ini lebih jarang terjadi di negara-negara Barat. Sementara di Jepang, sejak tahun 1990an sudah terjadi alergi beras utamanya pada pasien dermatitis atopik. /wp:paragraph wp:paragraph Hal yang sama juga terjadi di Korea Selatan. Alergen beras berupa IgE dan IgG4 menjadi pemicu alergi pada anak dengan masalah kulit dermatitis atopik. /wp:paragraph wp:paragraph Temuan lain dari studi pada Oktober 2011 ini menunjukkan pasien mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi nasi dan risotto. Sementara pada bayi, reaksi alergi juga mungkin muncul setelah mengonsumsi beras. /wp:paragraph wp:paragraph Kesamaan dari sebagian besar kasus alergi adalah adanya kesamaan pita protein yang ada di dalamnya. Lebih dari 50% pasien dengan gejala alergi nasi menunjukkan reaksi setelah mengonsumsi pita protein kDa 9-, 14-, dan 31-. /wp:paragraph wp:heading

Cara mengatasinya

Penanganan apa yang diberikan bagi orang dengan alergi terhadap beras bergantung pada reaksi yang muncul. Apabila muncul reaksi seperti ruam atau keluhan lain pada kulit, cara paling efektif adalah dengan mengonsumsi anthistamin. /wp:paragraph wp:paragraph Sementara jika reaksinya berupa keluhan pada sistem pencernaan, maka perlu ada obat lain untuk mengatasi mual dan masalah lainnya. /wp:paragraph wp:paragraph [[artikel-terkait]] /wp:paragraph wp:heading

Catatan dari SehatQ

/wp:heading wp:paragraph Bagi orang yang sudah mendapatkan diagnosis alergi beras, hal yang perlu diperhatikan bukan saja menghindari beras saja. Sebab, ada kemungkinan terjadi kontaminasi silang pada bahan makanan lain dalam proses produksi hingga distribusinya. /wp:paragraph wp:paragraph Bergantung pada jenis protein yang menjadi alergen, terkadang orang yang alergi terhadap nasi juga memiliki reaksi serupa saat mengonsumsi barley, gandum, dan buckwheat. /wp:paragraph wp:paragraph Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar alergi terhadap nasi dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play. /wp:paragraph
alergihidup sehatpola hidup sehat
Korean Journal of Pediatrics. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3250595/
Diakses pada 23 Juli 2021
NY Allergy. https://www.nyallergy.com/rice-allergy/
Diakses pada 23 Juli 2021
SW Allergy. https://www.swallergy.com/rice-allergy.html
Diakses pada 23 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait