Alergi Lateks, Dari Sarung Tangan Hingga Kondom Bisa Memicunya


Sesuai namanya, alergi lateks adalah peradangan yang terjadi ketika tubuh bersentuhan bahan lateks. Kondisi ini rentan terjadi pada orang yang sehari-hari terpapar benda berbahan lateks seperti sarung tangan. Itu sebabnya, tenaga medis kerap mengalaminya.

0,0
12 Apr 2021|Azelia Trifiana
Alergi lateks rentan dialami petugas kesehatanAlergi lateks rentan dialami petugas kesehatan
Sesuai namanya, alergi lateks adalah peradangan yang terjadi ketika tubuh bersentuhan bahan lateks. Kondisi ini rentan terjadi pada orang yang sehari-hari terpapar benda berbahan lateks seperti sarung tangan. Itu sebabnya, tenaga medis kerap mengalaminya.
Lateks adalah karet alami dari pohon Hevea brasiliensis. Selain sarung tangan, zat serupa juga ada pada benda lain seperti mainan karet, balon, popok, karpet, karet gelang, hingga buah-buahan seperti pisang, nanas, dan alpukat.

Gejala alergi lateks

Kerap kali, alergi lateks terjadi setelah mengalami kontak langsung dengan bahan ini. Gejala yang bisa muncul adalah:
  • Tangan terasa gatal
  • Urtikaria
  • Eksim (ditandai dengan kulit pecah-pecah)
  • Ruam kulit hingga terasa hangat disentuh
Umumnya, gejala di atas hanya muncul sementara. Reaksi bisa langsung terjadi ketika baru kontak dengan bahan lateks, bisa juga beberapa jam kemudian.Selain kontak langsung, ada pula alergi lateks yang terjadi lewat udara. Ketika menghirupnya, orang yang sangat sensitif akan menunjukkan reaksi cukup parah seperti:
  • Bibir, lidah, dan kulit kemerahan serta membengkak
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit perut
  • Diare
  • Muntah
  • Detak jantung lebih cepat
  • Sakit kepala
Tentunya reaksi paling parah adalah anafilaksis yang bisa menyebabkan kesulitan bernapas, tekanan darah menurun, hingga kematian.

Kenali produk yang mengandung lateks

sarung tangan medis
Sarung tangan medis yang terbuat dari lateks
Siapa saja bisa mengalami alergi lateks, utamanya bagi yang kerap terpapar bahan ini. Oleh sebab itu, penting mengetahui apa saja bahan yang biasanya mengandung lateks, di antaranya:
  • Peralatan medis

Contohnya seperti sarung tangan, selang infus, kateter, dan manset untuk mengukur tekanan darah
  • Peralatan dokter gigi

Umumnya, dental dam atau karet elastis ortho terbuat dari bahan latex
  • Alat kontrasepsi

Kondom yang terbuat dari latex bisa memicu reaksi alergi
  • Pakaian

Ada bahan pakaian yang mengandung lateks, terutama di bagian karetnya. Jenis pakaian semacam ini adalah celana, pakaian dalam, jas hujan, hingga sepatu lari.
  • Peralatan bayi dan anak-anak

Beberapa peralatan bayi dan anak-anak seperti empeng, dot, popok sekali pakai, teether, dan mainan lain yang berbahan karet
  • Alat tulis

Jenisnya seperti karet, penghapus, selotip, semen karet, dan alat lukis
  • Peralatan rumah tangga

Waspadai juga peralatan rumah tangga yang berpotensi mengandung lateks seperti kantong penyimpanan, alas kamar mandi, karpet, dan sarung tangan karetSelain benda yang memang mengandung lateks, ada pula reaksi alergi lateks ketika mengonsumsi makanan tertentu. Beberapa jenis makanan yang kerap memicu cross-reaction terkait alergi lateks adalah:
  • Alpukat
  • Pisang
  • Kiwi
  • Apel
  • Wortel
  • Seledri
  • Pepaya
  • Melon
  • Tomat
  • Kentang
Daftar di atas adalah makanan yang kaitannya dengan reaksi alergi cukup tinggi. Sementara makanan atau buah dengan reaksi lebih rendah namun tetap perlu diketahui adalah:
  • Ceri
  • Anggur
  • Nanas
  • Stroberi
  • Plum
  • Kacang-kacangan (almond, mete, walnut, hazelnut, chestnut)
  • Hewan air bercangkang (kepiting, lobster, udang)

Siapa yang rentan mengalaminya?

suster
Tenaga medis rentan mengalami alergi lateks
Daftar teratas orang yang paling berisiko mengalami alergi lateks adalah tenaga medis. Tentu saja, mengingat sehari-hari mereka bekerja dan terpapar dengan benda berbahan lateks seperti sarung tangan medis. Menurut The Asthma and Allergy Foundation of America, sekitar 8-19% tenaga medis memiliki alergi ini.Selain tenaga medis, risiko juga lebih tinggi pada:
  • Pekerja salon
  • Anak-anak yang pernah menjalani beberapa kali operasi
  • Anak dengan spina bifida (cacat lahir akibat masalah tabung saraf)
  • Orang yang kerap menjalani prosedur medis seperti kateterisasi
  • Pengasuh childcare
  • Asisten rumah tangga
  • Pekerja di pabrik karet atau pabrik ban

Cara menghindari alergi lateks

Bagi orang yang memiliki alergi lateks, cara paling ampuh mengobatinya tentu dengan menghindari kontak langsung. Namun apabila sudah terjadi reaksi ringan, dokter akan meresepkan antihistamin untuk meredakan gejalanya.Lebih lanjut, berikut ini cara untuk menghindari reaksi alergi lateks:
  • Menggunakan sarung tangan berbahan selain lateks
  • Menginformasikan kepada daycare atau tenaga medis tentang alergi lateks
Sangat jarang alergi lateks bisa mengancam nyawa atau menyebabkan kematian. Namun bagi mereka yang memiliki lateks sebagai salah satu alergen, sebaiknya hindari kontak secara langsung.

Namun, mungkin tidak mudah melakukannya apabila lingkungan kerja sehari-hari mengharuskan kontak dengan banyak benda berbahan lateks.Terpenting, jangan tunda mencari penanganan medis apabila reaksi sudah cukup parah.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar reaksi alergi lateks yang berkaitan dengan makanan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
alergialergi lingkunganpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/allergies/latex
Diakses pada 29 Maret 2021
Asthma and Allergy Foundation of America. https://www.aafa.org/latex-allergy/
Diakses pada 29 Maret 2021
AAAAI. https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/allergies/latex-allergy
Diakses pada 29 Maret 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8623-latex-allergy
Diakses pada 29 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait