logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Alergi Kacang Kedelai, Benarkah Bisa Reda Setelah Anak Berusia 10 Tahun?

open-summary

Alergi kedelai merupakan salah satu jenis reaksi yang paling sulit dihindari, mengingat ada banyak sekali olahan makanan dari kacang kedelai. Reaksi ini muncul ketika sistem imun tubuh salah mengira protein tidak berbahaya di kedelai sebagai partikel berbahaya dan menyerangnya.


close-summary

0

8 Mar 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Alergi kedelai muncul saat mengonsumsi makanan yang terbuat dari kacang kedelai

Alergi kedelai muncul saat mengonsumsi makanan yang terbuat dari kacang kedelai

Table of Content

  • Memahami alergi kacang kedelai
  • Jenis produk olahan kedelai
  • Cara menangani alergi kedelai
  • Catatan dari SehatQ

Alergi kedelai merupakan salah satu jenis reaksi yang paling sulit dihindari, mengingat ada banyak sekali olahan makanan dari kacang kedelai. Reaksi ini muncul ketika sistem imun tubuh salah mengira protein tidak berbahaya di kedelai sebagai partikel berbahaya dan menyerangnya.

Advertisement

Konsekuensinya, ketika mengonsumsi kedelai maka sistem imun akan melepaskan zat seperti histamin. Tujuannya, untuk melindungi tubuh. Akibatnya adalah muncul reaksi alergi.

Memahami alergi kacang kedelai

Kacang kedelai adalah salah satu dari 8 jenis alergen yang paling sering memicu reaksi alergi, selain susu sapi, telur, kacang, kacang pohon, gandum, ikan, dan makanan laut bercangkang.

Tak hanya itu, alergi kacang kedelai umumnya terjadi sejak awal usia kehidupan yaitu sebelum 3 tahun. Kemudian, bisa mereda saat menginjak usia 10 tahun.

Lebih jauh lagi, gejala yang muncul ketika seseorang mengalami alergi kedelai adalah:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Hidung berair
  • Kesulitan bernapas
  • Mulut gatal
  • Reaksi di kulit seperti muncul ruam
  • Sensasi gatal dan bengkak

Pada kasus yang lebih jarang, juga mungkin terjadi syok anafilaktik. Ketika reaksi ini terjadi, detak jantung dan napas bisa terhenti.

Baca Juga

  • Tingkatkan Produktivitas, Inilah 8 Jenis Musik yang Cocok untuk Menemani Kerja
  • 16 Makanan yang Berpotensi Menjadi Obat Antikanker
  • 10 Bahaya Narkoba bagi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Jenis produk olahan kedelai

Bagi yang alergi kedelai, cukup sulit menghindarinya karena ada beragam jenis makanan dan minuman mengandung kedelai. Beberapa jenisnya adalah:

  • Lecithin kedelai

Lecithin adalah zat pengawet makanan yang tidak beracun. Umumnya, bahan ini digunakan pada makanan yang merupakan pengemulsi. Adanya lecithin mengendalikan kristalisasi gula di cokelat, membuat makanan lebih tahan lama, hingga menjaga makanan agar tidak mudah hancur. Meski demikian, kabar baiknya adalah orang yang alergi kacang kedelai umumnya tidak bereaksi terhadap lecithin karena protein kedelainya rendah.

  • Susu kedelai

Setidaknya, 15% bayi yang alergi susu sapi juga akan memiliki reaksi yang sama terhadap susu kedelai. Itulah mengapa apabila bayi mengonsumsi susu formula, jenis yang disarankan adalah susu hypoallergenic. Di dalamnya, proteinnya telah dipecah lewat hidrolisis sehingga tidak rentan memicu reaksi alergi.

  • Saus kedelai

Selain kedelai, saus jenis ini juga umumnya mengandum gandum sehingga terkadang sulit ditentukan apa pemicu utamanya. Apabila pemicunya adalah gandum, alternatifnya bisa dengan mengganti saus kedelai dengan tamari.

Selain itu, minyak kedelai umumnya lebih aman dikonsumsi bagi yang memiliki alergi kedelai. Alasannya karena kandungan protein kedelainya lebih rendah.

Menurut ahli, sangat jarang orang yang memiliki alergi kedelai hanya bereaksi terhadap jenis ini saja. Kerap kali, orang dengan alergi kedelai juga mengalami reaksi yang sama terhadap kacang dan juga susu sapi.

Untuk itu, orang yang mengalami gejala reaksi alergi bisa memeriksa label makanan atau minuman sebelum dikonsumsi. Beberapa jenis olahan kedelai bisa berupa:

  • Tepung kedelai
  • Serat kedelai
  • Protein kedelai
  • Kacang kedelai
  • Saus kedelai
  • Tempe
  • Tahu

Cara menangani alergi kedelai

Sebelum memberikan penanganan, dokter akan melakukan beberapa tes untuk memastikan apa yang merupakan alergen. Beberapa metode yang dipilih adalah:

  • Skin prick test

Metode skin prick test dilakukan dengan meneteskan zat potensi alergen ke kulit. Dokter atau tim medis akan membuka sedikit lapisan kulit terluar agar alergen bisa masuk ke kulit. Apabila memiliki reaksi terhadap kedelai, akan muncul benjolan merah serupa gigitan nyamuk.

  • Tes kulit intradermal

Mirip seperti skin prick test, hanya saja alergen diberikan dalam jumlah lebih banyak lewat jarum suntik. Akurasinya lebih tinggi. Umumnya, tes ini juga dilakukan apabila hasil dari tes lain masih belum pasti.

  • Radioallergosorbent test

Untuk bayi berusia di bawah 12 bulan, bisa juga dilakukan tes semacam ini karena terkadang kulitnya belum merespons optimal terhadap prick test. Tes semacam ini berfungsi mengatur kadar antibodi IgE dalam darah.

Selain beberapa metode di atas, juga bisa dilakukan diet tanpa makanan yang dicurigai selama beberapa pekan. Kemudian, perlahan dicoba mengonsumsinya kembali sembari mengawasi betul apakah ada gejala yang muncul.

Catatan dari SehatQ

Satu-satunya langkah penanganan definitif untuk alergi kedelai adalah menghindari konsumsinya. Sebisa mungkin, biasakan membaca label untuk tahu apa saja bahan yang mungkin mengandung kedelai.

Sementara bagi anak-anak, ada kemungkinan mereka akan berhasil menghilangkan reaksi alergi ini ketika usianya menginjak 10 tahun. Selama periode itu, pastikan selalu memonitor gejala yang muncul ketika mengonsumsi kedelai atau alergen lain.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar alergi kacang kedelai, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

alergialergi kacanghidup sehat

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved