Kerap Baru Terdeteksi Saat Dewasa, Ini Gejala Saat Alergi Ikan


Sekitar 40% penderita alergi ikan laut atau ikan lainnya baru pertama kali merasakan reaksi ketika sudah dewasa. Jenis ikan yang menyebabkan alergi biasanya adalah salmon, tuna, dan halibut. Namun, ada juga jenis ikan lain seperti cod, lele, atau ikan kakap merah yang juga bisa menimbulkan reaksi alergi.

0,0
17 Sep 2021|Azelia Trifiana
Alergi ikan bisa terdeteksi saat dewasaAlergi ikan bisa terdeteksi saat dewasa
Jika ada alergi yang bisa saja baru muncul ketika dewasa, itu adalah alergi ikan. Bahkan, sekitar 40% penderita alergi ikan laut atau ikan lainnya baru pertama kali merasakan reaksi ketika sudah dewasa.Jenis ikan yang menyebabkan alergi biasanya adalah salmon, tuna, dan halibut. Namun, ada juga jenis ikan lain seperti cod, lele, atau ikan kakap merah yang juga bisa menimbulkan reaksi alergi.

Gejala alergi ikan

Umumnya, seseorang yang alergi satu jenis ikan akan mengalami reaksi serupa terhadap ikan lainnya. Itu sebabnya, disarankan untuk menghindari ikan apapun. Namun jika ingin lebih pasti, bisa dilakukan tes alergi ikan secara spesifik.Lebih jauh lagi, berikut ini gejala alergi ikan yang kerap muncul:
  • Mulut dan tenggorokan terasa gatal
  • Asma
  • Hidung berair
  • Tenggorokan tercekat
  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Muncul ruam di kulit
  • Bibir bengkak
Pada sebagian besar kasus, reaksi alergi ini akan muncul sejak mengonsumsi hingga satu jam kemudian. Umumnya, gejala paling awal adalah bibir  dan cuping telinga yang memerah.Ketika kondisinya lebih ekstrem, pasien bisa mengalami kesulitan bernapas hingga hilang kesadaran. Risiko paling tinggi adalah anafilaksis, reaksi sistemik parah ketika tubuh melepaskan histamin sehingga jaringan di penjuru tubuh membengkak.Namun, belum tercatat ada kasus kematian akibat alergi ikan laut dan semacamnya.

Cara diagnosis alergi ikan

Untuk diagnosis, dokter akan melakukan tes skin-prick atau tes darah. Pada tes skin-prick, dokter akan meletakkan cairan berisi protein dari ikan di punggung atau lengan. Apabila muncul reaksi ruam kemerahan dalam waktu 20 menit kemudian, itu adalah indikasi terjadinya alergi.Sementara dalam tes darah, sampel akan diperiksa di laboratorium. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada antibodi immunoglobulin E yang diproduksi tubuh sebagai respons atas masuknya protein ikan.Namun apabila hasil tes-tes di atas tidak pasti, dokter akan melakukan tes secara oral. Di bawah supervisi medis, pasien diminta makan sedikit ikan untuk melihat bagaimana reaksi alergi yang muncul.Mengingat reaksi alergi bisa saja parah, tes semacam ini harus dilakukan di klinik atau rumah sakit. Selain itu, tentu harus dilengkapi dengan peralatan medis dan obat.

Menangani alergi ikan

Untuk penanganan, pasien akan diminta menghindari jenis ikan yang menyebabkan alergi. Biasanya apabila pasien alergi terhadap ikan bersirip, maka diminta untuk menghindari segala jenisnya.Sebab, protein ikan yang disebut parvalbumin biasanya ada di berbagai jenis ikan. Namun, dari berbagai jenis ikan yang menyebabkan alergi seperti ikan salmon dan halibut, ada ikan lain yang dianggap tidak terlalu memicu alergi seperti tuna dan mackerel.Mengingat ikan merupakan salah satu dari alergen utama, orang dengan alergi perlu tahu olahan lainnya. Sebab, ada beberapa menu atau makanan yang bukan dalam bentuk ikan namun tetap bisa memicu alergi, seperti:
  • Saus ikan
  • Caviar
  • Gelatin
  • Kaldu ikan
  • Suplemen omega-3
  • Rebusan ikan
Kabar baiknya, sangat jarang ikan tidak dicantumkan sebagai komposisi dalam sebuah menu. Penyebutannya pun apa adanya, seperti ikan salmon disebut sebagai salmon meski hanya berupa olahannya. Jadi, lebih mudah menghindarinya.Orang dengan alergi ikan harus bisa pula membaca label komposisi. Selain itu, kenali pula jenis-jenis ikan berbeda sebagai langkah aman terhindar dari alergi ikan.Jenis alergi yang paling umum adalah reaksi terhadap protein di dalamnya. Namun, ada pula kemungkinan alergi juga muncul dari konsumsi minyak dan gelatin ikan.Proses pengolahan ikan juga bisa saja memicu alergi, apabila terjadi kontaminasi silang dengan jenis ikan tertentu. Jadi, sebaiknya ketahui betul bagaimana proses pengolahan masakan ketika makan di restoran.

Catatan dari SehatQ

Dibandingkan dengan alergen lain seperti produk olahan susu, kedelai, atau gandum, alergi ikan termasuk yang mudah dihindari. Namun, tentu saja bukan berarti ini perkara sepele. Sebab, ada banyak situasi berisiko tinggi ketika proses pengolahan makanan terkontaminasi dengan ikan.Ketika berbelanja bahan makanan, pastikan membaca betul label dalam kemasan. Saat makan di luar seperti di restoran pun, pastikan tidak ada kontaminasi silang dalam proses pengolahan makanan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kemungkinan reaksi alergi akibat menghirup protein ikan di udara saat dimasak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
alergialergi kacangalergi dingin
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/the-fish-allergy-diet-guide-1324007
Diakses pada 3 September 2021
ECARF. https://www.ecarf.org/en/information-portal/allergies-overview/fish-allergy/
Diakses pada 3 September 2021
ACAAI. https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/food/fish/
Diakses pada 3 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait