Mengenal Cara Mengatasi Alergi Debu yang Efektif

(0)
Cara mengatasi alergi debu yang disertai bersinAlergi debu adalah salah satu jenis alergi yang paling umum terjadi
Alergi debu adalah salah satu jenis alergi yang paling umum terjadi. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh Anda yang bereaksi terhadap tungau atau salah satu bagian tubuhnya, seperti air liur, bulu-bulu, ataupun kotorannya.Saat terhirup atau terpapar dengan tungau yang berada di dalam debu, sistem kekebalan tubuh akan menganggap debu sebagai suatu zat berbahaya (alergen). Kemudian, tubuh akan bereaksi dan menimbulkan gejala alergi. Apa gejala dan bagaimana cara mengobati alergi debu?

Gejala alergi debu

Debu dapat terbentuk dari sel-sel kulit manusia yang telah mati dan dimakan oleh tungau serta serangga atau hewan yang bisa menjadi pemicu alergi (tungau debu). Alergi debu cukup umum terjadi karena pada dasarnya debu banyak terdapat di sekitar kita. Baik itu di tempat tidur, perabot rumah dari atau berlapis kain, karpet, dan lainnya. Selain itu, lingkungan yang hangat dan lembap juga kerap menjadi tempat hidup bagi tungau debu.
Bersin terus menerus adalah salah satu gejala alergi debu
Bersin terus menerus adalah salah satu gejala alergi debu
Beberapa gejala alergi debu yang paling umum dialami, antara lain:
  • Bersin
  • Hidung berair atau tersumbat
  • Hidung terasa gatal
  • Mata merah, berair, dan terasa gatal
  • Batuk-batuk
  • Sesak napas
  • Napas menjadi pendek-pendek dan berbunyi (mengi)
Gejala-gejala tersebut akan muncul ketika penderita terpapar dengan zat pemicu alergi. Alergi debu bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga parah. Gejala alergi debu yang ringan bisa menimbulkan gejala, seperti hidung berair, mata berair, dan bersin. Gejala alergi debu akan bertambah parah pada saat Anda selesai membersihkan rumah, seperti menyapu atau hanya sekadar mengelap perabotan rumah. Proses bersih-bersih rumah dapat menerbangkan partikel-partikel debu sehingga memudahkan partikel debu terhirup atau menempel pada kulit. Pada kasus yang parah, gejala, seperti bersin dan batuk, dapat berlangsung terus menerus hingga mengalami serangan asma parah. Mereka yang mengalami alergi debu biasanya bisa mengalami alergi di dalam rumahnya sendiri atau di rumah orang lain.

Apa saja penyebab alergi debu?

Penyebab alergi debu tidak hanya dipicu oleh sekadar debu semata. Pasalnya, di dalam debu mungkin ada serangga, bulu hewan peliharaan, jamur, hingga serbuk bunga yang berkembang biak atau menempel di sana.Tak hanya itu, pada beberapa orang, gejala alergi bisa terjadi ketika mereka berada di lingkungan yang terdapat hewan kecoa. Bahaya kecoa yang berasal dari air liur, kencing, dan bagian tubuh sisa pembuangan yang terdapat pada debu ternyata sering memicu terjadinya alergi.

Bagaimana cara mengatasi alergi debu?

Cara mengobati alergi debu yang paling efektif adalah dengan menghindari zat alergen penyebab alergi debu sebisa mungkin. Kendati demikian, rasanya sulit mungkin bagi Anda untuk sama sekali tidak terpapar dengan debu, sekalipun debu yang terdapat di lingkungan rumah sendiri.Maka dari itu, bagi Anda yang menderita alergi debu, sebaiknya memerlukan beberapa jenis pengobatan untuk mengendalikan gejala alergi debu agar tidak bertambah parah. Berikut adalah pilihan pengobatan yang bisa digunakan sebagai cara mengobati alergi debu.

1. Pemberian obat-obatan

Ada beberapa jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk meredakan atau meringankan gejala alergi debu, seperti bersin, hidung tersumbat, pilek, serta hidung dan mata yang terasa gatal.Berbagai obat-obatan yang dimaksud adalah antihistamin, kortikosteroid (steroid), dan dekongestan. Obat-obatan untuk mengobati alergi debu ada yang berbentuk tablet, pil cairan, obat tetes mata, dan obat semprot hidung. Anda dapat menemukannya di apotek atau melalui resep dokter.

2. Imunoterapi

Imunoterapi adalah jenis perawatan yang bertujuan untuk membuat tubuh Anda lebih kebal terdapat debu yang menyebabkan alergi. Imunoterapi dapat dilakukan ketika cara mengobati alergi debu lainnya tidak berhasil.Perawatan ini dilakukan dengan cara menyuntikkan ekstrak alergen ke dalam tubuh dalam dosis yang kecil. Suntik imunoterapi dapat dilakukan 1-2 kali seminggu dalam jangka waktu 3-6 bulan pertama. Dosis yang diberikan di awal akan berjumlah sedikit dan akan meningkat seiring dengan kemampuan tubuh Anda dalam mentoleransi alergen.Selain metode suntik, ada pula perawatan imunoterapi yang dilakukan dengan cara meletakkan tablet berbasis alergen di bawah lidah Anda yang dibiarkan larut dengan sendirinya. Nantinya, tubuh Anda akan menyerap alergen tersebut.

3. Obat lainnya dan kombinasi obat

Terkadang dokter perlu meresepkan atau mengombinasikan tambahan obat apabila pengobatan sebelumnya dinilai kurang efektif. Berikut adalah jenis-jenis pengobatan tambahan yang biasanya diberikan oleh dokter:
  • Penambahan dosis untuk obat semprot kortikosteroid.
  • Penggunaan singkat obat semprot dekongestan yang dibarengi dengan konsumsi obat lain.
  • Kombinasi tablet antihistamin, obat semprot kortikosteroid, dan dekongestan.
  • Penggunaan obat semprot hidung yang disertai kandungan ipratropium. Zat ini diperlukan karena dapat mengurangi produksi lendir yang bisa membuat Anda lebih mudah bernapas.
  • Tambahan obat leukotriene receptor antagonist untuk menghambat zat kimia yang disebut leukotriene. Zat ini dilepaskan bersama dengan histamin saat reaksi alergi.

Bagaimana cara mencegah alergi debu agar tidak kambuh?

Sebenarnya, Anda tidak bisa menghilangkan debu sepenuhnya dari area rumah Anda. Pasalnya, debu masih tetap ada walaupun Anda sudah membersihkan rumah atau menutupi kasur, bantal, dan furnitur berlapis kain.Namun, tak perlu khawatir, Anda dapat mengambil beberapa tindakan untuk mencegah alergi debu agar tidak kambuh dengan meminimalkan paparan alergen debu dan senantiasa menjaga rumah Anda sebisa mungkin bersih dari debu. Berikut adalah cara mencegah alergi debu di rumah yang bisa Anda lakukan:
  • Rutin mencuci seprai, sarung bantal, gorden, taplak, karpet, dan perabot kain lainnya seminggu sekali menggunakan air panas.
  • Membersihkan permukaan perabotan rumah yang keras, seperti meja, furnitur rumah, perabot pajangan rumah, seperti souvenir, bingkai foto, pernak-pernik, lukisan, menggunakan kain atau lap basah untuk menghapus debu.
  • Buang peralatan atau perabot rumah yang dirasa tidak diperlukan dan berpotensi menimbulkan debu di rumah. Misalnya, tumpukan majalah atau koran.
  • Gunakan filter HEPA untuk menyaring tungau, debu, dan alergen lainnya di rumah Anda.
  • Hindari menggunakan karpet berbulu.
  • Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan di dalam ruangan.
  • Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur, dan sebaiknya letakkan kandang di luar rumah.
  • Gunakan masker saat sedang bersih-bersih rumah agar debu tidak langsung terhirup.

Catatan dari SehatQ

Alergi debu merupakan jenis alergi yang dapat dialami oleh siapa saja. Meski Anda tidak dapat menghilangkan debu sepenuhnya dari area rumah Anda, ada beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan.Demi kesehatan Anda, tak ada salahnya juga untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara pencegahan dan pengobatan alergi debu yang tepat.
alergialergi lingkungan
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dust-mites/diagnosis-treatment/drc-20352178Diakses pada 20 April 2020Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/diagnosis-treatment/drc-20351503Diakses pada 20 April 2020Asthma and Allergy Foundation America. https://www.aafa.org/dust-mite-allergy/Diakses pada 20 April 2020American College of Allergy, Asthma, & Immunology. https://acaai.org/allergies/types/dust-allergyDiakses pada 20 April 2020Web Md. https://www.webmd.com/allergies/dust-allergies#1Diakses pada 20 April 2020ACAAI. https://acaai.org/allergies/types/hay-fever-rhinitis
Diakses pada 27 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait