Alergi Daging Sapi atau Daging Merah Lainnya Dapat Terjadi pada Siapa Saja


Alergi daging sapi atau daging merah lainnya termasuk dalam alpha-gal syndrome, yaitu reaksi alergi yang terjadi setelah seseorang makan daging merah, atau terpapar produk dari hewan mamalia yang mengandung alpha-gal. Kondisi ini termasuk alergi makanan serius yang berpotensi mengancam jiwa.

0,0
23 Aug 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Alergi daging sapi atau daging merah lainnya termasuk dalam alpha-gal syndromeDaging sapi dapat menyebabkan alergi pada sebagian orang
Dalam dunia medis, alergi daging sapi termasuk dalam alpha-gal syndrome, yaitu reaksi alergi yang terjadi setelah seseorang makan daging merah, atau terpapar produk dari hewan mamalia yang mengandung alpha-gal. Alergi daging termasuk alergi makanan serius yang berpotensi mengancam jiwa.Alpha-gal syndrome juga dapat berupa alergi daging kambing, domba, kerbau, babi, hingga bentuk-bentuk olahan atau turunannya, seperti gelatin atau produk susu.Baik anak-anak atau orang dewasa dapat mengalami alergi daging sapi atau daging merah lainnya, tetapi kebanyakan kasus alergi ini terjadi pada orang dewasa.

Penyebab alergi daging sapi atau daging merah lainnya

Alpha-gal (galaktosa-α-1,3-galaktosa) adalah molekul gula yang ditemukan pada sebagian besar mamalia. Molekul alpha-gal juga ditemukan di dalam air liur dari beberapa jenis kutu.Kebanyakan orang yang mengembangkan alergi alpha-gal di Amerika Serikat terjadi ketika kutu Lone Star menggigit mereka. Sementara itu, gigitan dari jenis kutu lainnya juga dapat menyebabkan alergi ini di Eropa, Australia, dan Asia.Kutu yang menyebabkan sindrom alpha-gal dipercaya dapat membawa molekul alpha-gal dari darah hewan mamalia saat menggigit. Ketika kutu tersebut menggigit manusia, maka ia akan memasukkan alpha-gal ke dalam tubuh orang tersebut.Saat Anda memiliki alergi daging sapi atau daging merah lainnya, tubuh akan menganggap daging yang Anda konsumsi sebagai ancaman fisik.Kondisi ini memicu respons sistem kekebalan tubuh dengan membuat antibodi imunoglobulin E (IgE) spesifik untuk melawan ancaman tersebut. Antibodi ini menempel pada sel-sel kekebalan di seluruh tubuh Anda.Setelah itu, setiap kali Anda makan daging merah, alergen akan mengikat antibodi IgE yang menyebabkan sel-sel melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya untuk melindungi Anda. Saat itulah akan muncul reaksi alergi daging.Reaksi alergi yang terjadi dapat berupa gejala ringan hingga parah, tergantung pada jaringan di mana antibodi ini dilepaskan.

Gejala alergi daging sapi atau daging merah lainnya

Jika dibandingkan dengan alergi makanan lainnya, alergi daging sapi atau daging merah sering kali menimbulkan gejala reaksi yang tertunda.Apabila alergi makanan lain sebagian besar bereaksi dalam beberapa menit setelah terpapar alergen, reaksi alergi daging biasanya muncul sekitar 3-6 jam setelah terpapar.Ciri-ciri alergi daging sapi atau daging merah yang dapat Anda amati, di antaranya:
  • Gatal-gatal, ruam, termasuk kulit bersisik (eksim)
  • Hidung berair
  • Bersin-bersin
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual
  • Muntah
  • Mengi atau sesak napas
  • Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah, tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya.
Ciri-ciri alergi daging sapi dapat berbeda pada setiap orang. Sebagian orang berpotensi mengalami reaksi alergi berat yang bisa menyebabkan anafilaksis atau kondisi alergi berat yang mengancam jiwa.Sebaiknya segera cari bantuan medis jika Anda atau seseorang yang Anda kenal menunjukkan ciri-ciri alergi daging sapi atau daging merah dengan anafilaksis, seperti:
  • Kesulitan bernapas
  • Keluar air liur
  • Ketidakmampuan menelan
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Denyut nadi cepat dan lemah
  • Seluruh tubuh mengalami kemerahan dan terasa hangat (flushing).

Cara mengatasi alergi daging sapi atau daging merah lainnya

Penanganan alergi makanan ini dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat sebagai cara menghilangkan alergi daging sapi ringan, seperti antihistamin dan albuterol.Sementara itu, untuk reaksi alergi daging yang berat seperti anafilaksis, kondisi ini hanya dapat diatasi dengan pemberian obat epinefrin injeksi sebagai bentuk pertolongan pertama. Setelah pemberian epinefrin, obat-obatan lainnya bisa turut diberikan.Cara menghilangkan alergi daging sapi yang paling utama adalah menghindari pemicunya (alergen). Oleh karena itu, sebaiknya lakukan hal-hal berikut untuk mencegah paparan alergen:
  • Periksa dengan cermat label bahan pada produk makanan dan pelajari apa saja nama lain dari produk-produk yang harus Anda hindari, termasuk ekstrak daging yang digunakan dalam penyedap makanan.
  • Berhati-hatilah saat makan di luar. Pastikan makanan yang dipesan tidak mengandung bahan yang dapat menjadi pemicu alergi daging.
  • Susunlah diet yang sesuai dengan kondisi alergi yang Anda alami.
Reaksi alergi daging sapi dapat berubah-ubah dan bisa saja semakin parah, walaupun belum pernah terjadi sebelumnya. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli alergi untuk mendapatkan informasi seputar cara menghilangkan alergi daging sapi.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
makanan sehatalergi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alpha-gal-syndrome/symptoms-causes/syc-20428608
Diakses 10 Agustus 2021
American College of Allergy, Asthma & Immunology. https://acaai.org/allergies/types/food-allergies/types-food-allergy/meat-allergy
Diakses 10 Agustus 2021
Centers for Desease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ticks/alpha-gal/index.html
Diakses 10 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait