logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Alergi Cokelat: Kenali Apa Saja Tanda-Tandanya

open-summary

Karena rasanya yang enak, cokelat sering digunakan ke berbagai makanan dan minuman sebagai salah satu bahan dasarnya. Namun, ternyata ada beberapa orang yang memiliki alergi cokelat.


close-summary

2 Jul 2021

| Marco Anthony

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Beberapa orang memiliki alergi terhadap cokelat

Beberapa orang memiliki alergi terhadap cokelat

Table of Content

  • Alergi cokelat atau sensitif terhadap cokelat?
  • Ciri-ciri alergi cokelat
  • Ciri-ciri sensitif terhadap cokelat
  • Penyebab alergi cokelat
  • Bagaimana cara mengetahui alergi cokelat?
  • Catatan dari SehatQ

Tak bisa disangkal, cokelat adalah salah satu makanan yang cukup populer dan menjadi favorit banyak orang. Karena rasanya yang enak, cokelat sering digunakan ke berbagai makanan dan minuman sebagai salah satu bahan dasarnya. Namun, ternyata ada beberapa orang yang memiliki alergi cokelat.

Advertisement

Alergi cokelat atau sensitif terhadap cokelat?

Saat makan cokelat, sebagian orang merasakan reaksi negatif di tubuhnya. Namun reaksi tersebut bukan selalu pertanda alergi cokelat, karena bisa saja itu efek dari tubuh yang sensitif terhadap cokelat.

Lalu, apa perbedaannya?

Ciri-ciri alergi cokelat

muntah
Mual dan muntah adalah salah satu gejalanya

Saat seseorang memiliki alergi cokelat dan memakannya, sistem imun tubuh akan bereaksi dengan mengeluarkan senyawa histamin yang akan memengaruhi kinerja organ hidung, telinga, mata, tenggorokan, paru-paru, hingga kulit. Oleh sebab itu gejala yang ditimbulkan berupa:

  • Gatal-gatal
  • Sesak napas
  • Mengi
  • Muntah
  • Bibir, lidah, tenggorokan menjadi bengkak
  • Kram perut

Gejala ini merupakan sebagian dari reaksi alergi yang cukup parah, yaitu anafilaksis. Kondisi anafilaksis dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani dengan tepat.

Ciri-ciri sensitif terhadap cokelat

Sementara itu, gejala dari tubuh yang sensitif terhadap cokelat memiliki reaksi yang berbeda. Di antaranya adalah:

  • Sembelit
  • Munculnya ruam kulit
  • Timbulnya jerawat
  • Sakit perut
  • Perut kembung

Umumnya, gejala di atas tidaklah mengancam nyawa seperti anafilaksis. Bahkan, seseorang yang memiliki sensitivitas terhadap cokelat masih dapat mengonsumsinya dalam jumlah yang kecil. Tubuh hanya akan bereaksi ketika cokelat dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

Penyebab alergi cokelat

Jika tubuh mengalami reaksi alergi setelah makan cokelat sebenarnya ada dua kemungkinan, yaitu alergi akibat cokelat atau alergi terhadap bahan-bahan lain yang terkandung di dalamnya seperti susu, kacang-kacangan, hingga kafein.

Reaksi alergi yang diakibatkan oleh cokelat dan bahan kandungannya terlihat sama. Namun ada beberapa sedikit pembeda.

Pada alergi yang disebabkan oleh susu akan disertai oleh munculnya lendir di hidung dan paru-paru, serta diare beberapa jam setelah mengonsumsi cokelat.

Bagaimana cara mengetahui alergi cokelat?

Untuk menentukan apakah Anda benar-benar mengalami alergi cokelat adalah dengan melakukan tes alergi seperti prick test. Lewat tes ini dokter dapat menemukan penyebab alergi Anda secara spesifik.

Baca Juga

  • Bukan Hanya Telur, Ini Daftar Makanan Penyebab Alergi!
  • 7 Penyakit yang Bisa Membuat Hidung Tersumbat, Walau Tidak Pilek
  • Biduran Karena Alergi Dingin, Apa Penyebabnya?

Catatan dari SehatQ

Jika Anda memiliki alergi terhadap cokelat ada baiknya menghindari berbagai makanan dan minuman yang mengandung bahan tersebut. Ada baiknya bertanya terlebih dahulu pada penjual apakah makanan makanan atau minuman tersebut mengandung cokelat.

Anda pun perlu lebih rajin memeriksa kandungan di kemasan dari camilan yang ingin Anda beli agar terhindar dari reaksi alergi yang tidak diinginkan.

Memiliki alergi cokelat bukanlah akhir dari kesempatan Anda untuk menikmati makanan dan minuman cokelat. Anda bisa memilih makanan atau minuman yang menggunakan carob.

Carob adalah jenis legume yang digunakan sebagai pengganti cokelat. Bubuk carob dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat makanan dan minuman. Carob juga tidak mengandung kafein sehingga aman bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap kafein.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar alergi cokelat, segera tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

 

Advertisement

alergialergi kacangalergi susu

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved