Alergi Cat Rambut: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi, Plus Rekomendasi Cat Rambut yang Aman


Alergi cat rambut terjadi ketika ada kandungan tertentu pada cat rambut yang dianggap. Alergi pewarna rambut biasanya disebabkan oleh kandungan PPD. Jika tidak diatasi segera, alergi cat rambut mampu menyebabkan gejala yang berat.

0,0
Alergi cat rambut atasi dengan keramas dengan sampo lembutAlergi cat rambut disebabkan oleh kandungan PPD di dalamnya
Alergi cat rambut terjadi ketika ada kandungan tertentu pada cat rambut yang dianggap tubuh sebagai zat yang berbahaya. Tidak hanya muncul di kulit kepala, reaksi alergi pewarna rambut, bahkan bisa memicu pembengkakan saluran pernapasan.Maka dari itu, ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum mengecat rambut. Tidak hanya memahami apa itu alergi cat rambut, pemilihan cat rambut yang tidak bikin alergi pun perlu diketahui.

Penyebab alergi cat rambut

Alergi cat rambut bisa terjadi akibat adanya suatu kandungan tertentu pada produk pewarna rambut yang dianggap membahayakan sehingga menimbulkan reaksi tertentu pada kulit. Alergi cat rambut umumnya disebabkan oleh adanya kandungan Para-phenylenediamine (PPD) pada cat rambut. Hal ini pun dipaparkan pada penelitian yang dirilis Journal of Asthma and Allergy.Menurut penelitian tersebut, dari banyaknya bahan kimia yang terkandung pada cat rambut, PPD dianggap sebagai “biang keladi” utama penyebab alergi cat rambut.Riset itu juga menemukan, prevalensi alergi pewarna rambut akibat kandungan PPD di Asia mencapai 4,3%. 
Alergi cat rambut terjadi akibat ada kandungan tertentu di dalamnya yang membahayakan
Wajah gatal setelah mengecat rambut adalah tanda alergi
Kandungan PDD pada cat rambut memiliki beragam istilah lain. Jadi, meski kita tidak menemukan PPD pada komposisi cat rambut yang dipilih, kemudian menjumpai PPDA, 1,4-Benzenediamine, atau Phenylenediamine base, maka pewarna rambut tersebut tetaplah mengandung PPD.Saat tubuh mengalami alergi pewarna rambut, PPD bereaksi dengan sistem pertahanan dan kekebalan tubuh. Proses tersebut membuat tubuh menghasilkan zat yang memicu peradangan, yaitu sitokin. Hal inilah yang membuat tubuh merasakan radang saat alergi pewarna rambut.Selain itu, saat tubuh terpapar zat PPD, tubuh akan melepaskan zat tertentu ke dalam aliran darah. Zat tersebut yang membuat tubuh menghasilkan histamin, yaitu kandungan yang memicu munculnya reaksi alergi.Selain PPD, tidak jarang, alergi pewarna rambut juga muncul akibat kandungan amonia, resorcinol, dan peroxide.

Gejala alergi cat rambut

Reaksi alergi pewarna rambut biasanya tidak langsung terjadi. Menurut artikel yang dimuat dalam situs Baylor College of Medicine, alergi cat rambut bisa muncul 2-7 hari setelah Anda menggunakannya. Cara mengetahui gejala alergi cat rambut bisa dilihat dari adanya perubahan tertentu pada tubuh. Tentunya, perubahan pada tubuh ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman.Penelitian yang diterbitkan jurnal Annals of Dermatology menemukan bahwa gejala alergi cat rambut bisa meliputi:
  • Gatal-gatal (pruritus).
  • Bercak kemerahan pada kulit tubuh.
  • Kulit kering.
  • Sensasi tertusuk, perih, dan terbakar.
  • Bentol-bentol berair.
  • Kulit menebal dan bersisik.
  • Luka robekan.
Penelitian tersebut juga menemukan gejala alergi cat rambut yang paling umum muncul adalah gatal-gatal. Bahkan, ada sekitar 71,4% orang yang merasakan gatal-gatal sebagai gejala alergi cat pewarna rambut. Memang, area kulit yang terkena cat rambut biasanya terjadi pada kulit kepala. Namun, penelitian ini menyebutkan bahwa alergi pewarna rambut juga bisa muncul pada area wajah. Daerah tubuh lainnya, seperti leher, dada, perut, punggung, dan tangan pun dapat mengalami gejala alergi.

Waspada reaksi alergi pewarna rambut mengandung PPD

Gejala alergi cat rambut bisa dari yang ringan sampai parah
Alergi cat rambut bisa sebabkan sesak napas yang membahayakan
Meski gejala alergi cat rambut tidak serta-merta muncul di kulit kepala, Anda tetap harus waspada dan menyadari jika mengalami gejala alergi.Tidak hanya itu, riset yang dipaparkan pada The Pan African Medical Journal menunjukkan, gejala alergi pewarna rambut yang berat atau parah bisa menyebabkan seseorang mengalami:Dalam hal ini, anafilaksis adalah reaksi alergi yang terjadi sangat cepat dan mengancam jiwa. Pada alergi cat rambut, reaksi yang mampu membahayakan keselamatan jiwa adalah adanya pembengkakan saluran pernapasan, laring, sehingga orang yang mengalaminya akan sulit bernapas.

Cara mengatasi alergi cat rambut

Cara mengatasi alergi rambut bisa dengan keramas
Keramas dengan sampo untuk hilangkan sisa cat rambut
Alergi cat rambut umumnya muncul 48 jam setelah rambut dicat. Namun, tak jarang, alergi yang muncul bisa sangat cepat dan seketika. Jika alergi sudah mulai terlihat, inilah cara mengatasi alergi cat rambut yang bisa dilakukan secepatnya:
  • Bilas rambut dan kulit kepala secara menyeluruh dengan sampo yang lembut atau sampo tanpa busa untuk menghilangkan sisa cat rambut.
  • Gunakan larutan hidrogen peroksida 2% pada area kulit sebagai cara mengobati iritasi akibat pewarna rambut. Hidrogen peroksida bekerja sebagai antiseptik. Namun, jangan oleskan pada area kulit yang memiliki luka terbuka.
  • Larutkan kalium permanganat ke dalam air dengan perbandingan 1:5.000 untuk menghentikan reaksi PPD pada tubuh.
  • Lembapkan kulit dengan campuran minyak zaitun dan jeruk nipis untuk mengobati kulit kering yang menebal dan bersisik.
  • Oleskan salep alergi cat rambut berupa krim kortikosteroid untuk mengatasi ruam dan gatal pada kulit. Namun, jangan oleskan dekat area mulut dan mata.
  • Keramas dengan sampo yang mengandung kortikosteroid untuk mengatasi gejala alergi cat rambut yang muncul di kulit kepala.
  • Minum obat antihistamin untuk mengurangi produksi histamin yang menyebabkan alergi.

Rekomendasi cat rambut yang tidak bikin alergi

Selain menghindari produk pewarna rambut yang mengandung PPD, ada pula alternatif cat rambut yang dipilih agar terhindar dari alergi cat rambut. Berikut adalah pilihan pewarna rambut alami yang tidak bikin alergi:

1. Pewarna rambut dari tumbuhan

Alergi cat rambut bisa dihindari dengan penggunaan cat rambut alami
Cat rambut alami dari daun bunga kembang tidak bikin alergi
Banyak tumbuhan yang telah diteliti berkhasiat sebagai pewarna rambut alami. Biasanya, cat rambut ini berfungsi untuk menyamarkan uban.Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Pharmacognosy Journal menemukan, tanaman yang terbukti efektif mewarnai rambut secara alami adalah henna, daun kembang sepatu, dan daun narwastu. Riset tersebut juga menemukan bahwa daun narwastu bekerja efektif menggelapkan warna rambut.Henna pun turut berfungsi sebagai pewarna rambut. Hal ini karena henna memiliki pigmen pewarna bernama lawson.Penelitian itu memaparkan, secara kimiawi, lawson bekerja sebagai anthraquinone dan naphthoquinone, yaitu pigmen yang memberikan warna kuning keemasan dan kecoklatan. Jika terurai, kandungan naphthoquinone menimbulkan warna hitam kebiruan.

2. Cat rambut tanpa PPD

Kandungan PPD yang menimbulkan alergi pewarna rambut sebenarnya berfungsi untuk mempertahankan zat pewarna agar tidak mudah luntur meski saat keramas. PPD juga berguna untuk memberikan kesan natural atau alamiah pada rambut yang dicat.Sekarang, fungsi PPD ini bisa digantikan zat bernama para-toluenediamine sulfate (PTDS). Riset yang terbit pada jurnal Dermatitis menunjukkan bahwa sebagian besar orang yang memiliki riwayat alergi pewarna rambut PPD cenderung lebih bisa menoleransi cat rambut yang memiliki kandungan PTDS.

Catatan dari SehatQ

Alergi cat rambut biasanya disebabkan oleh kandungan Para-phenylenediamine (PPD). Cara mengetahui gejala alergi cat rambut adalah memerhatikan adanya gangguan pada kulit, seperti kulit kepala kering, gatal, panas, dan kemerahan.Tidak hanya itu, wajah dan bibir yang bengkak, serta diikuti sesak napas juga menjadi gejala alergi cat rambut.Untuk menghindari alergi pewarna rambut akibat PPD, Anda bisa memilih cat rambut yang tidak bikin alergi.Cat rambut yang dimaksud, yaitu cat rambut yang berbahan dasar tumbuhan alami dan cat yang menggunakan kandungan para-toluenediamine sulfate (PTDS) yang menggantikan fungsi PPD.Jika alergi pewarna rambut masih berlanjut dan bahkan semakin parah, konsultasikan langsung melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
alergigatalruam kulitkulit dan kecantikankesehatan rambut
Journal of Asthma and Allergy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5261844/
Diakses pada 21 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hair-dye-allergy
Diakses pada 21 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320505
Diakses pada 21 September 2020
Annals of Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5929949/
Diakses pada 21 September 2020
The Pan African Medical Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6195235/
Diakses pada 21 September 2020
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/hair-dye-allergy-82754
Diakses pada 21 September 2020
DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/allergy-to-paraphenylenediamine/
Diakses pada 21 September 2020
Public Health Emergency. https://www.phe.gov/emergency/events/Flint/Documents/rash-study-factsheet.pdf
Diakses pada 21 September 2020
Pharmacognosy Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4471652/
Diakses pada 21 September 2020
PubChem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/1_2-Naphthoquinone
Diakses pada 21 September 2020
Dermatitis. https://journals.lww.com/dermatitis/Abstract/2011/07000/Alternative_Hair_Dye_Products_for_Persons_Allergic.2.aspx
Diakses pada 21 September 2020
Baylor College of Medicine. https://www.bcm.edu/news/allergic-reaction-to-hair-dye
Diakses pada 23 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait