7 Gejala Alergi Cat Rambut, Cara Mengatasinya, Plus Rekomendasi Cat Rambut yang Aman

(0)
Alergi cat rambut atasi dengan keramas dengan shampoo lembutAlergi cat rambut disebabkan kandungan PPD
Alergi cat rambut terjadi ketika ada kandungan tertentu pada cat rambut dianggap tubuh sebagai zat yang berbahaya. Tidak hanya muncul di kulit kepala, reaksi ini bahkan memicu bengkaknya saluran pernapasan.Maka itu, ada banyak hal yang harus diperhatikan sebelum mengecat rambut. Tidak hanya memahami cara mengetahui alergi cat rambut, pemilihan cat rambut yang tidak bikin alergi pun perlu dipahami.

Cara mengetahui alergi cat rambut

Wajah gatal setelah cat rambut adalah tanda alergi
Cara mengetahui alergi cat rambut bisa dikenali dengan adanya perubahan tertentu pada tubuh. Tentunya, perubahan pada tubuh ini menimbulkan rasa tidak nyaman.Alergi cat rambut umumnya disebabkan adanya kandungan Para-phenylenediamine (PPD) pada cat rambut. Hal ini pun dipaparkan pada penelitian yang dirilis Journal of Asthma and Allergy.Menurut penelitian ini, dari banyaknya bahan kimia pada cat rambut, PPD dianggap sebagai “biang keladi” utama penyebab alergi cat rambut.Riset ini juga menemukan, prevalensi alergi cat rambut akibat kandungan PPD di Asia mencapai 4,3%. Meski demikian, tidak jarang, alergi cat rambut juga muncul akibat kandungan amonia, resorcinol, dan peroxide.Kandungan PDD pada cat rambut memiliki beragam istilah lain. Meski kita tidak menemukan PPD pada komposisi cat rambut yang dipilih, jika kita tetap menjumpai PPDA, 1,4-Benzenediamine, atau Phenylenediamine base, maka cat tersebut tetaplah mengandung PPD.Penelitian yang diterbitkan jurnal Annals of Dermatology menemukan, cara mengetahui alergi cat rambut bisa dilakukan jika muncul gejala:
  • Gatal-gatal (pruritus).
  • Bercak kemerahan pada kulit tubuh.
  • Kulit kering.
  • Sensasi tertusuk, perih, dan terbakar.
  • Bentol-bentol berair.
  • Kulit menebal dan bersisik.
  • Luka robekan.
Penelitian ini menemukan, gejala yang paling umum saat alergi cat rambut muncul adalah gatal-gatal. Bahkan, ada 71,4% orang yang mengalami alergi cat rambut, merasakan gatal-gatal.Meski daerah kulit yang terkena cat rambut biasanya di kulit kepala, faktanya penelitian ini menemukan alergi cat rambut kerap muncul pada daerah wajah. Daerah tubuh lainnya, leher, dada, perut, punggung, dan tangan juga dapat mengalami gejala alergi.

Waspada reaksi alergi berat akibat cat rambut mengandung PPD

Alergi cat rambut sebabkan sesak napas yang membahayakan
Meski gejala alergi cat rambut tidak serta-merta muncul di kulit kepala, Anda tetap harus waspada dan menyadari jika Anda mengalami gejala alergi.Tidak hanya itu, riset yang dipaparkan pada The Pan African Medical Journal menunjukkan, gejala alergi cat rambut bahkan menyebabkan seseorang mengalami:Dalam hal ini, anafilaksis adalah reaksi alergi yang terjadi sangat cepat dan mengancam jiwa. Pada alergi cat rambut, reaksi yang mampu membahayakan keselamatan jiwa adalah adanya pembengkakan saluran pernapasan, laring, sehingga gejala alergi cat rambut yang muncul membuat sulit bernapas.Saat tubuh mengalami alergi cat rambut, PPD bereaksi dengan sistem pertahanan dan kekebalan tubuh. Proses ini membuat tubuh menghasilkan zat yang memicu peradangan, yaitu sitokin. Hal Inilah yang membuat tubuh juga merasakan radang saat alergi cat rambut.Tidak hanya itu, meski jarang terjadi, saat tubuh terpapar zat PPD, tubuh akan melepaskan zat tertentu ke dalam aliran darah. Zat ini membuat tubuh menghasilkan histamin, yaitu kandungan yang yang memicu alergi.

Cara mengatasi alergi cat rambut

Keramas dengan shampoo lembut untuk hilangkan sisa cat rambut
Alergi cat rambut umumnya muncul 48 jam setelah rambut dicat. Namun, tak jarang, alergi yang muncul bisa sangat cepat dan seketika. Jika alergi sudah mulai terlihat, inilah cara mengatasi alergi cat rambut yang bisa dilakukan:
  • Bilas rambut dan kulit kepala secara menyeluruh dengan shampoo yang lembut atau shampoo tanpa busa untuk menghilangkan sisa cat rambut.
  • Gunakan larutan hydrogen peroxide 2% pada kulit yang terkena yang iritasi dan. Hydrogen peroxide bekerja sebagai antiseptik. Namun, jangan bubuhkan pada kulit dengan luka terbuka.
  • Larutkan kalium permanganat ke dalam air dengan perbandingan 1:5.000 untuk menghentikan PPD bereaksi pada tubuh.
  • Lembapkan kulit dengan campuran minyak zaitun dan jeruk nipis untuk melembutkan kulit kering yang menebal dan bersisik.
  • Oleskan krim kortikosteroid untuk mengatasi ruam dan gatal pada kulit. Namun, jangan bubuhkan di dekat mulut dan mata.
  • Keramas dengan shampoo yang mengandung kortikosteroid untuk mengatasi alergi cat rambut yang muncul di kulit kepala.
  • Minum obat antihistamin untuk mengurangi produksi histamin yang menyebabkan alergi.

Rekomendasi cat rambut yang tidak bikin alergi

Selain menghindari cat rambut yang mengandung PPD, ada pula alternatif cat rambut yang dipilih agar terhindar dari alergi cat rambut. Untuk itu, inilah cat rambut yang tidak bikin alergi:

1. Pewarna rambut dari tumbuhan

Cat rambut alami dari daun bunga kembang tidak bikin alergi
Banyak tumbuhan yang telah diteliti berkhasiat sebagai pewarna rambut alami. Biasanya, cat rambut ini berfungsi untuk menyamarkan uban.Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Pharmacognosy Journal menemukan, tanaman yang terbukti efektif mewarnai rambut adalah henna, daun kembang sepatu, dan daun narwastu. Riset ini juga menemukan, daun narwastu bekerja efektif menggelapkan warna rambut.Henna pun turut berfungsi sebagai pewarna rambut. Hal ini dikarenakan henna pigmen pewarna bernama lawson.Penelitian ini juga memaparkan, secara kimiawi, lawson bekerja sebagai anthraquinone dan naphthoquinone, yaitu pigmen yang memberikan warna kuning keemasan dan kecokelatan. Jika terurai, kandungan naphthoquinone menimbulkan warna hitam kebiruan.

2. Cat rambut tanpa PPD

Kandungan PPD yang menimbulkan alergi pada cat rambut sebenarnya berfungsi untuk mempertahankan pewarna agar tidak mudah luntur meski saat keramas. PPD pun juga berguna untuk memberikan kesan natural pada rambut yang dicat.Sekarang, fungsi PPD ini bisa digantikan zat bernama para-toluenediamine sulfate (PTDS). Riset yang terbit pada jurnal Dermatitis menunjukkan, sebagian besar orang yang memiliki riwayat alergi cat rambut PPD cenderung lebih bisa menoleransi cat rambut yang memiliki kandungan PTDS.

Catatan dari SehatQ

Alergi cat rambut biasanya diakibatkan oleh kandungan Para-phenylenediamine (PPD). Cara mengetahui alergi cat rambut yang bisa dilakukan adalah memerhatikan adanya gangguan pada kulit, seperti kulit kepala kering, gatal, panas, dan kemerahan.Tidak hanya itu, muka dan bibir yang bengkak serta diikuti sesak napas juga menjadi gejala alergi cat rambut.Untuk menghindari alergi cat rambut akibat PPD, Anda bisa memilih cat rambut yang tidak bikin alergi.Cat rambut ini biasanya berupa dua jenis, yaitu cat rambut yang berbahan dasar tumbuhan alami dan cat yang menggunakan kandungan para-toluenediamine sulfate (PTDS) yang menggantikan fungsi PPD.Jika alergi cat rambut masih berlanjut dan bahkan semakin parah, konsultasikan langsung melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
alergigatalruam kulit
Journal of Asthma and Allergy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5261844/ (Diakses pada 21 September 2020)Healthline. https://www.healthline.com/health/hair-dye-allergy (Diakses pada 21 September 2020)Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320505 (Diakses pada 21 September 2020)Annals of Dermatology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5929949/ (Diakses pada 21 September 2020)The Pan African Medical Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6195235/ (Diakses pada 21 September 2020)Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/hair-dye-allergy-82754 (Diakses pada 21 September 2020)DermNet NZ. https://dermnetnz.org/topics/allergy-to-paraphenylenediamine/ (Diakses pada 21 September 2020)Public Health Emergency. https://www.phe.gov/emergency/events/Flint/Documents/rash-study-factsheet.pdf (Diakses pada 21 September 2020)Pharmacognosy Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4471652/ (Diakses pada 21 September 2020)PubChem. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/1_2-Naphthoquinone (Diakses pada 21 September 2020)Dermatitis. https://journals.lww.com/dermatitis/Abstract/2011/07000/Alternative_Hair_Dye_Products_for_Persons_Allergic.2.aspx (Diakses pada 21 September 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait