Alat Kelamin Hitam: Fakta, Penyebab, Hingga Cara Mencegahnya


Alat kelamin hitam wajar terjadi. Ini bisa dialami baik perempuan maupun laki-laki, karena ada kecenderungan organ intim berwarna gelap ketimbang area kulit lainnya. Perubahan warna kulit alat kelamin ini terjadi pada fase pubertas. Artinya, tidak terjadi secara mendadak namun perlahan-lahan.

0,0
31 Aug 2021|Azelia Trifiana
Warna kulit di area kelamin cenderung lebih gelap dibandingkan bagian tubuh lainnyaWarna kulit di area kelamin cenderung lebih gelap dibandingkan bagian tubuh lainnya
Di antara seluruh bagian tubuh manusia, alat kelamin hitam wajar terjadi. Ini bisa dialami baik perempuan maupun laki-laki. Sebab, memang ada kecenderungan organ intim berwarna gelap ketimbang area kulit lainnya.Perubahan warna kulit alat kelamin ini terjadi pada fase pubertas. Artinya, tidak terjadi secara mendadak namun perlahan-lahan. Tak perlu khawatir, sebab alat kelamin berwarna gelap adalah hal yang normal.

Fakta seputar alat kelamin hitam

Satu hal yang pasti adalah bahwa alat kelamin hitam ini terjadi karena hiperpigmentasi. Jadi, wajar ketika labia, skrotum, dan anus berwarna lebih gelap daripada kulit di bagian tubuh lainnya.Setiap orang bisa memiliki warna berbeda-beda. Tidak ada aturan pasti bagaimana warna kulit yang normal, sebab pigmentasi setiap orang berlainan.Tentu saja, warna kulit asli berperan dalam menentukan seputar alat kelamin berwarna gelap ini. Bagi yang berwarna kulit terang, hiperpigmentasi dapat menyebabkan kulit tampak pucat.Sementara bagi yang memiliki kulit gelap, organ intim berwarna gelap dan cenderung kecokelatan.

Faktor penyebab alat kelamin hitam

Apabila dirunut lebih jauh lagi, berikut ini beberapa faktor penyebab alat kelamin berwarna gelap:
  • Hormon

Kulit manusia memiliki beberapa jenis sel yang disebut melanosit. Ini adalah sel yang berperan dalam memproduksi melanin. Pada organ intim, melanositnya cenderung lebih sensitif terhadap hormon.Sebagai respons atas perubahan hormon, alat kelamin berwarna gelap dari waktu ke waktu. Ini bisa terjadi pada fase pubertas, hamil, atau penuaan secara umum. Sebut saja estrogen. Ketika meningkat, maka proses pigmentasi di labia juga bisa lebih intens.Estrogen ini cenderung naik saat seseorang tengah pubertas atau hamil. Ketika sudah terjadi alat kelamin berwarna gelap, tidak ada cara untuk mengembalikannya menjadi lebih cerah. Mereka akan tetap berwarna serupa atau lebih gelap lagi.
  • Gesekan

Gesekan terus-menerus berpotensi menyebabkan melanosit hiperaktif. Artinya, sel-sel ini akan memproduksi lebih banyak melanin yang menyebabkan pigmentasi. Sebagai contoh adalah seks, baik penetrasi lewat vagina maupun seks anal.Selain itu, gesekan pada lipatan kulit di area paha dalam serta trauma saat proses persalinan juga bisa memicu alat kelamin berwarna gelap. Ada proses keratinisasi yang dialami kulit, sehingga sel-sel terluar kulit menjadi matang dan membuat alat kelamin hitam.
  • Peradangan

Mengalami peradangan di area organ intim juga dapat memicu menggelapnya warna kulit. Setelah radang mereda, bisa terjadi hiperpigmentasi.Contohnya ketika ada jerawat di area sela paha maka peradangan akibat gesekan atau intertrigo dapat terjadi. Infeksi jamur, ingrown hairs, dan folikulitis juga bisa memicu hiperpigmentasi pasca-peradangan.
  • Penuaan

Kerap kali, organ intim berwarna gelap juga terjadi seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Masuk akal, sebab kulit lebih lama mengalami gesekan intens dan juga perubahan hormon.

Bagaimana mencegahnya?

Sebenarnya, hiperpigmentasi bukan hanya menyebabkan alat kelamin hitam saja. ini bisa terjadi di bagian tubuh manapun, contohnya munculnya linea nigra atau garis hitam di perut ibu hamil hingga menggelapnya area leher.Jika terjadi akibat penuaan dan hormonal, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Hanya saja, Anda bisa mencegah terjadinya gesekan terus-menerus.Jadi, coba lakukan beberapa cara berikut:
  • Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat
  • Pastikan kulit tetap lembap
  • Hindari mencukur bulu kemaluan sembarangan baik pada vagina maupun penis
  • Mengenakan pakaian yang tidak menyerap keringat
Kabar baiknya, meski mungkin Anda kurang suka dengan kondisi alat kelamin hitam, ini tidaklah berbahaya. Hanya saja, apabila pemicunya adalah peradangan, pastikan area di sekitarnya tidak terinfeksi. Jaga kebersihan dan juga kelembapannya.

Catatan dari SehatQ

Mengingat alat kelamin berwarna gelap adalah hal yang wajar, tak perlu khawatir tentang itu. Namun ketika perubahan warna kulit terjadi tiba-tiba, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter. Sebab idealnya, hiperpigmentasi berlangsung secara bertahap.Ketika terjadi mendadak, bisa jadi merupakan indikasi kondisi medis seperti diabetes atau polycystic ovarian syndrome (PCOS). Pada orang dengan diabetes, kulit menjadi berwarna lebih gelap ini juga bisa terjadi di ketiak dan leher.Sementara apabila organ intim berwarna gelap terjadi mendadak dan teksturnya kasar, bisa jadi merupakan gejala infeksi menular seksual.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kapan alat kelamin hitam mengindikasikan penyakit dan kapan disebut normal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan organ intimhidup sehatorgan intim wanita
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-is-my-private-area-dark
Diakses pada 16 Agustus 2021
Young Women’s Health. https://youngwomenshealth.org/2019/01/24/vagina-and-butt-cheek-dark-and-itchy/
Diakses pada 16 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/dark-spots-on-vagina
Diakses pada 16 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait