Mengenal Berbagai Alat Bantu Dengar yang Cocok untuk Lansia


Alat bantu dengar tidak dapat mengembalikan pendengaran lansia kembali normal seperti semula. Namun, alat ini dapat membantu menguatkan suara-suara halus.

(0)
20 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Alat bantu dengar untuk lansiaLansia dengan gangguan pendengaran tertentu, membutuhkan alat bantu dengar.
Seiring bertambahnya usia, berbagai masalah kesehatan kerap menyerang tubuh, salah satunya adalah gangguan pendengaran. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Apabila sudah mencapai tingkat keparahan tertentu, kondisi tersebut membuat seseorang perlu menggunakan alat bantu dengar.Terdapat berbagai jenis alat bantu dengar yang dapat digunakan untuk menunjang kesehatan lansia, berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien. Agar dapat memilih dengan tepat, Anda perlu mengenali perbedaan dari jenis-jenisnya, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). Namun sebelumnya, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu cara kerja alat bantu dengar berikut ini.

Cara kerja alat bantu dengar

Menggunakan alat bantu dengar tidak dapat mengembalikan pendengaran kembali normal seperti semula. Namun, alat ini dapat membantu menguatkan suara-suara halus sehingga dapat membantu Anda mendengar suara yang tadinya sulit untuk didengar.Alat bantu dengar terdiri dari tiga komponen, yaitu:
  • Mikrofon. Bagian ini berfungsi untuk menangkap suara yang ada di sekitar.
  • Amplifier. Bagian ini berfungsi untuk membuat suara menjadi lebih keras.
  • Receiver. Bagian ini mengirim suara dari bagian amplifier ke dalam telinga.
Secara umum, cara kerja alat bantu dengar terbagi atas dua, yaitu secara analog dan secara digital. Perbedaan keduanya terletak pada sinyal yang dihasilkan, ini penjelasannya:

1. Alat bantu dengar analog

Alat bantu dengar analog merupakan alat bantu dengar yang bekerja dengan cara mengubah suara menjadi sinyal elektrik yang telah diperkuat.Alat ini biasanya akan dibuat berdasarkan pesanan yang direkomendasikan audiolog atau dokter yang telah memeriksa kondisi pendengaran Anda.

2. Alat bantu dengar digital

Alat bantu dengar digital bekerja dengan cara mengubah suara menjadi kode numerik, seperti yang terdapat dalam komputer untuk dapat diprogram secara khusus. Hal ini bertujuan untuk memperkuat frekuensi tertentu.Alat bantu dengar digital juga lebih mudah diatur dan disesuaikan dengan lingkungan serta kebutuhan penggunanya. Sayangnya, harga produk ini tergolong lebih mahal dibandingkan dengan tipe analog.

Jenis-jenis alat bantu dengar untuk lansia

Tergantung dari kondisi dan tingkat keparahan gangguan pendengarannya, berikut adalah jenis-jenis alat bantu dengar untuk lansia yang bisa Anda pilih:

1. Behind The Ear (BTE)

BTE merupakan alat bantu dengar yang terbuat dari plastik keras, yang ditempatkan di belakang telinga. Alat ini umumnya digunakan untuk gangguan pendengaran dengan tingkat ringan hingga berat.Alat bantu jenis ini memiliki tipe lain, yang disebut dengan mini BTE. Alat berukuran kecil ini dapat ditempatkan seluruhnya di belakang telinga, dengan sambungan berbentuk seperti tabung, di kanal telinga. Desain tersebut dapat membantu menghindari penumpukan kotoran telinga, sehingga suara yang masuk dapat terdengar lebih jelas.

2. In The Ear (ITE)

Alat bantu dengar jenis ITE dibuat dalam dua tipe, yaitu:
  • Alat yang menutupi seluruh hampir seluruh area telinga bagian luar
  • Alat yang hanya menutupi bagian bawah telinga bagian luar
Kedua tipe ini dapat digunakan bagi lansia yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga berat. Beberapa keunggulan dari alat bantu dengar jenis ITE antara lain:
  • Memiliki fitur yang tidak dimiliki oleh alat bantu dengar berukuran kecil, salah satunya adalah pengaturan volume
  • Lebih mudah digunakan
  • Ukuran baterai lebih besar, sehingga daya tahannya lebih lama
Namun, alat ini juga memiliki beberapa kekurangan yaitu:
  • Lebih rentan terhadap penumpukan kotoran telinga
  • Suara-suara angin lebih mudah tertangkap, sehingga akan terdengar lebih berisik
  • Lebih jelas terlihat daripada alat bantu dengar berukuran kecil

3. Canal

Alat bantu dengar jenis ini dapat masuk ke kanal atau liang telinga, dan tersedia dalam 2 tipe, yaitu:
  • In The Canal (ITC). Alat jenis ini dibuat menyesuaikan ukuran serta bentuk dari kanal telinga penggunanya.
  • Completely In Canal (CIC). Alat ini ditempatkan hampir tersembunyi di dekat kanal telinga.
Kedua tipe tersebut dapat digunakan pada gangguan pendengaran yang ringan hingga parah. Hanya saja, karena ukurannya yang kecil, alat ini sedikit sulit untuk diatur serta dilepas.

Tindakan medis untuk memperbaiki fungsi pendengaran

Tidak semua kondisi gangguan pendengaran dapat diatasi dengan alat bantu dengar. Oleh karena itu, konsultasikanlah dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan alat bantu dengar.Selain menggunakan alat bantu dengar, Anda juga bisa melakukan implan koklea. Berbeda dengan berbagai pilihan alat bantu dengar di atas yang bisa menguatkan suara, implan koklea adalah tindakan medis yang dilakukan dengan cara mengganti fungsi telinga dalam yang rusak melalui kinerja alat elektronik kecil yang bekerja merangsang saraf pendengaran.Tindakan ini biasanya akan direkomendasikan untuk penderita tuli saraf. Implan akan ditanam ke area telinga dalam untuk menghasilkan sinyal suara, yang kemudian disalurkan ke otak melalui saraf pendengaran.Dengan alat ini, pasien yang memiliki gangguan pendengaran bisa memahami suara yang muncul di lingkungan, sinyal-sinyal peringatan, dan memahami percakapan orang lain melalui telepon.
gangguan lansiakesehatan lansiagangguan pendengaranpenyakit telinga
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. https://www.nidcd.nih.gov/health/hearing-aids
Diakses pada 8 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/healthy-aging/hearing-aids#1
Diakses pada 8 April 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hearing-loss/in-depth/hearing-aids/art-20044116
Diakses pada 8 April 2019
National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD). https://www.nih.gov/about-nih/what-we-do/nih-almanac/national-institute-deafness-other-communication-disorders-nidcd Diakses pada 12 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait