Alat Anti Ngorok, Efektif Atau Justru Mengganggu Pernapasan?

Alat anti ngorok berbentuk nose clip ditempel di area hidung untuk meningkatkan aliran udara lewat hidung sehingga mendengkur tidak terjadi
Memasang nose clip di hidung dipercaya dapat mengurangi risiko mendengkur atau ngorok

Saat berburu alat anti ngorok, di toko online akan muncul banyak pilihan dengan fitur dan harga bervariasi. Kebanyakan berbentuk alat yang ditempel di area hidung (nose clips) atau dagu (chin strap) sehingga mengurangi risiko ngorok. Namun efektif atau tidaknya, tidak ada jaminan pasti.

Analogi jalur pernapasan sama seperti selang air. Ketika air dinyalakan namun diameter selang mengecil, maka air akan keluar dengan kencang dan cenderung berantakan. 

Begitu pula dengan pernapasan. Apabila hidung atau bagian lain dari saluran pernapasan tersumbat, maka udara akan melalui jalan yang sempit sehingga muncul dengkuran.

Mengapa seseorang mendengkur?

Sebenarnya, ngorok atau mendengkur terjadi karena ada getaran pada jaringan dalam tenggorokan. Terlebih saat tidur, otot yang ada di saluran pernapasan lebih rileks. Getaran ini kemudian akan berpengaruh pada palet di bagian dasar lidah.

Selain itu, saat seseorang kesulitan bernapas lewat hidung, maka secara alami akan mencari jalan pernapasan lewat mulut sehingga terjadilah dengkuran. Ketika mulut terbuka saat terlelap di malam hari, bagian rahang bawah dan lidah bisa saja jatuh ke belakang sehingga aliran udara ke tenggorokan terganggu.

Adakah efek samping alat anti ngorok?

Alat anti ngorok di pasaran memasang klaim secara klinis terbukti menghentikan seseorang mendengkur. Beberapa memang bekerja dengan meningkatkan aliran udara lewat hidung, sehingga mendengkur tidak terjadi.

Meski demikian, penggunaan chin strap sebagai alat anti ngorok tidak direkomendasikan. Memang benar ketika menggunakan alat ini, posisi rahang lebih stabil. 

Namun efek sampingnya adalah saat yang bersangkutan perlu bernapas lewat mulut, hal ini menjadi sulit. Menjadi berbahaya ketika seseorang harus berusaha keras hanya untuk bisa bernapas saat terlelap di malam hari. 

Apapun alat anti ngorok yang digunakan, sebaiknya ditinjau terlebih dahulu oleh dokter atau tenaga medis yang memiliki spesialisasi di bidang ini. 

Jangan pernah sepelekan kebiasaan mendengkur atau ngorok seseorang, terlebih jika ada gejala lain seperti:

  • Tidur tidak berkualitas
  • Kerap terbangun dengan kaget
  • Buang air kecil lebih dari sekali
  • Tanpa sadar menggertakkan gigi
  • Keringat berlebih di malam hari
  • Sakit kepala saat pagi tiba
  • Merasa ngantuk di siang hari
  • Bermasalah dengan daya ingat
  • Depresi
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes

Akan lebih parah jika seseorang menderita sleep apnea, yaitu kondisi yang membuat pernapasan kerap terhenti saat terlelap. Penderita sleep apnea bisa meningkat risikonya menderita penyakit jantung.

Jadi, ketimbang mengandalkan alat anti ngorok yang belum ada pertanggungjawaban medisnya, lebih baik mencoba terapi menghentikan ngorok alami.

Bagaimana mengatasi mendengkur tanpa alat?

Ketimbang mengandalkan alat anti ngorok, ini beberapa cara mengatasi mendengkur yang lebih alami:

  • Mengubah posisi tidur

Posisi tidur terlentang membuat dasar lidah rentan tertarik ke arah tenggorokan, hal yang menyebabkan munculnya suara getaran saat sedang tidur. Alternatifnya, coba ubah posisi tidur menjadi miring. Selain itu, tempatkan bantal besar seukuran badan yang dapat menopang tubuh Anda. 

Lebih jauh lagi, posisikan tempat tidur dengan bagian kepala lebih tinggi. Posisi ini akan membantu membuka jalur pernapasan sekaligus mencegah mendengkur. Namun di sisi lain, terkadang posisi ini menimbulkan pegal di leher.

  • Kurangi berat badan

Apabila bukan posisi tidur yang menjadi akar masalah, bisa jadi pemicunya adalah berat badan berlebih. Apabila seseorang mulai mendengkur ketika berat badannya bertambah dan tidak pernah terjadi sebelumnya, saatnya menerapkan gaya hidup untuk kembali ke berat badan ideal.

Adanya tumpukan lemak di sekitar leher dapat menekan diameter internal tenggorokan. Konsekuensinya, mendengkur bisa saja terjadi saat terlelap di malam hari.

  • Jaga kualitas tidur

Tidak kalah penting ketimbang pola makan dan gaya hidup sehat, kualitas tidur adalah prioritas bagi kesehatan. Jaga agar waktu tidur tidak kurang dari 7 jam setiap malam. Jangan menunggu badan terlalu lelah untuk bisa tidur. Ketika hal ini terjadi, otot tenggorokan menjadi lebih longgar sehingga rentan muncul dengkuran.

  • Mandi air hangat

Coba mandi air hangat sebelum tidur yang bisa membantu membuka saluran pernapasan. Untuk menambah efektivitas cara ini, tempatkan pula rendaman air garam. Ini akan membantu membuka saluran pernapasan dan mencegah mendengkur saat tidur.

  • Saatnya ganti bantal

Coba periksa kebersihan bantal dan sprei Anda. Apabila sudah terlalu lama tidak diganti, bisa jadi ada kutu kasur atau alergen lain yang menyebabkan seseorang mendengkur. Untuk itu, pastikan selalu mengganti bantal dan sprei secara berkala.

  • Pastikan tubuh terhidrasi

Memastikan tubuh terhidrasi dengan cukup minum juga bisa jadi cara mencegah ngorok. Ketika tubuh dehidrasi, sekresi di hidung dan palet lidah menjadi lebih kental. Ini bisa membuat dengkuran menjadi lebih keras.

Untuk itu, pastikan mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup. Hindari pula konsumsi alkohol berlebihan, terutama jelang waktu tidur. 

Beberapa alternatif terapi alami di atas bisa dicoba, karena tidak ada efek samping seperti halnya alat anti ngorok. Jika ada pasangan atau orang lain yang sehari-hari tidur bersama Anda, tanyakan adakah perbedaan setelah mencobanya.

WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/features/easy-snoring-remedies#1
Diakses 24 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/does-it-work-snoring-devices#Would-we-try-it-again?-
Diakses 24 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/diagnosis-treatment/drc-20377701
Diakses 24 Februari 2020

Artikel Terkait