Diet yoyo dapat berdampak negatif pada tubuh
Meski sekilas terlihat sehat, diet yoyo memiliki efek negatif untuk tubuh

Pernah mendengar istilah diet yoyo? Diet yoyo merujuk pada salah satu tipe diet yang hanya dilakukan ketika Anda sedang ingin menurunkan berat badan di waktu tertentu saja agar penampilan terlihat menarik. Misalnya saat persiapan pernikahan ataupun ketika Anda ingin liburan ke pantai dengan penampilan yang lebih ramping.

Sekilas diet ini terlihat menyehatkan, tetapi sebenarnnya berisiko bagi kesehatan tubuh Anda.

Dampak buruk diet yoyo

Berikut adalah beberapa efek negatif dari diet yoyo yang bisa terjadi pada Anda.

1. Kadar lemak tubuh yang tinggi

Saat Anda melakukan diet yoyo, terjadi perubahan berat badan yang naik turun. Perubahan berat badan ini memengaruhi tubuh untuk mengubah makanan yang masuk menjadi lemak bukannya otot. Hal ini menyebabkan tubuh Anda memiliki kadar lemak yang tinggi.

2. Berkurangnya massa otot

Saat kadar lemak Anda naik, massa otot Anda akan menurun saat menjalani diet yoyo. Ini dapat menyebabkan turunnya kekuatan otot Anda.

3. Peningkatan nafsu makan

Saat Anda berusaha menurunkan berat badan hormon leptin yang berperan sebagai sinyal bahwa tubuh sudah kenyang akan berkurang dan membuat Anda merasa lapar lebih sering. Hal inilah yang berpotensi membuat Anda justru malah makan lebih banyak lagi.

Bahkan, diet yang dilakukan dalam jangka pendek justru berpeluang  menaikkan berat badan Anda kembali dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun.

4. Memicu kemunculan batu di kantung empedu

Kenaikan ataupun penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat memicu pembentukan batu empedu.

Potensi munculnya batu dalam kantung empedu akan meningkat seiring dengan semakin seringnya perubahan berat badan terjadi pada tubuh Anda.

5. Berisiko mengalami diabetes

Jangan menganggap enteng diet yoyo karena kebiasaan ini membuat Anda lebih rentan terkena diabetes tipe 2 karena pengaruhnya terhadap sel pankreas dan insulin. Akan tetapi efek diet yoyo ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

6. Berpeluang menderita penyakit jantung

Tidak hanya diabetes tipe 2, Anda juga berisiko mengalami penyakit jantung, khususnya penyakit jantung koroner, jika mengikuti diet yoyo. Semakin besar berat badan yang naik dan turun saat diet yoyo, semakin besar pula peluang  Anda menderita penyakit jantung.

7. Penyimpanan lemak dalam hati

Melakukan diet yoyo dapat memicu penumpukan lemak berlebih di dalam sel organ hati. Penyimpanan lemak dalam hati dapat mengubah pola metabolisme lemak dan gula, meningkatkan risiko Anda mengalami diabetes tipe 2, serta memicu gagal hati kronis.

8. Meningkatkan tekanan darah

Peningkatan tekanan darah dapat diakibatkan oleh siklus kenaikan dan penurunan berat badan akibat diet yoyo. Bahkan, diet yoyo dapat menurunkan efek baik dari penurunan berat badan terhadap tekanan darah.

9. Mengganggu bakteri dalam usus

Tidak semua bakteri dalam usus merupakan bakteri jahat yang dapat mengganggu pencernaan. Ada juga bakteri baik yang membantu proses pencernaan di usus.

Diet yoyo bisa berdampak pada jumlah dan tipe bakteri dalam usus yang pastinya dapat berimbas pada kesehatan Anda.

Catatan dari SehatQ

Dampak-dampak negatif diet yoyo sudah cukup menjadi alasan Anda perlu berhenti melakukan diet ini. Alih-alih mendapatkan tubuh ideal, Anda malah akan menderita berbagai efek buruk diet yoyo terhadap kesehatan.

Bila Anda ingin membentuk tubuh dan menurunkan berat badan, terapkan gaya hidup yang sehat, seperti pola makan yang benar, tidur yang cukup, dan olahraga yang teratur.

Gaya hidup sehat harus dijadikan kebiasaan dan bukan hanya dilakukan sesekali saja saat ingin menurunkan berat badan untuk acara-acara tertentu.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25614198
Diakses pada 4 Maret 2020

The New England Journal of Medicine. http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa1606148
Diakses pada 4 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-diet-yo-yo-diet-effect
Diakses pada 4 Maret 2020

Artikel Terkait