Enggan Divaksin, Ini Alasan Masyarakat Menolak Vaksin Covid-19


Masih banyak masyarakan enggan divaksin Covid-19 sekalipun pemerintah memberikannya secara gratis. Alasannya beragam, mulai dari ketidakpercayaan terhadap Covid-19 itu sendiri sampai informasi mengenai vaksin yang kurang. Padahal, menolak vaksin Covid-19 dapat membawa dampak bagi kesehatan dan kelangsungan pandemi.

0,0
menolak vaksin Covid-19Masyarakat yang enggan divaksin Covid-19 kebanyakan karena tidak mendapatkan informasi yang lengkap tentang vaksin
Kondisi pandemi Covid-19 mulai memperlihatkan titik terang dengan tersedianya vaksin di beberapa negara, termasuk Indonesia. Namun, hal ini justru menimbulkan polemik baru karena ada saja masyarakat yang enggan divaksin dengan berbagai alasan. Apa yang menjadi alasan sebagian masyarakat menolak vaksin Covid-19? Apa akibatnya jika seseorang tidak mau divaksin?

Alasan orang enggan dan menolak vaksin Covid-19

Adanya program vaksinasi Covid-19 gratis dari pemerintah, tidak lantas membuat masyarakat antusias. Beberapa masyarakat justru tidak mau divaksin covid dengan berbagai alasan. Berikut penyebab masyarakat enggan divaksin Covid-19. 

1. Ketidakpercayaan terhadap virus 

Sejak awal kemunculan virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19, banyak masyarakat yang tidak memercayai keberadaannya. Beberapa kelompok masyarakat menganggap bahwa virus korona hanyalah propaganda, konspirasi, hoaks, hingga upaya mencari keuntungan dengan menebar ketakutan. Ketidakpercayaan masyarakat terhadap virus, otomatis membuat masyarakat juga tidak percaya terhadap vaksin. Itu sebabnya, tak sedikit orang yang justru menolak vaksin Covid-19. 

2. Kurangnya informasi terkait vaksin

Penyebab lain yang membuat masyarakat enggan divaksin adalah kurangnya informasi terkait vaksin Covid-19. Keterbatasan informasi mengenai jenis vaksin, ketersediaan vaksin, sasaran vaksin, keamanan vaksin, efektivitas vaksin, persyaratan vaksin Covid-19, hingga efek samping yang mungkin ditimbulkan setelah vaksin membuat masyarakat ragu menjalani vaksinasi. Kurangnya informasi masyarakat juga berkaitan dengan kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. 

3. Keyakinan dan nilai yang dianut 

Survei Penerimaan Vaksin Covid-19 di Indonesia menunjukkan keyakinan agama turut memengaruhi penolakan terhadap Covid-19. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan dan nilai yang dianut, termasuk persepsi terhadap vaksinasi hingga perihal kehalalan vaksin Covid-19

4. Pengaruh lingkungan 

Orang-orang terdekat dan media sosial turut memengaruhi seseorang dalam melakukan vaksinasi. Jika orang di sekitar Anda atau paparan konten media sosial lebih banyak menampilkan hal buruk tentang vaksin, kemungkinan besar Anda juga tidak mau divaksin covid. 

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara penerima vaksin Covid-19 Sinovac pada Desember 2020 lalu. Menyusul tersedianya beberapa merek vaksin corona lain, seperti AstraZeneca dan Sinopharm.Para tenaga kesehatan menjadi prioritas utama dalam penerimaan vaksin. Menyusul para pegawai pemerintahan dan guru, pegawai pelayanan publik, hingga para pedagang.Sementara itu, kelompok masyarakat umum yang mendapatkan prioritas pertama adalah lansia berusia di atas 60 tahun, kemudian pra-lansia yang berusia minimal 50 tahun.Memasuki pertengahan Juni 2021, pemerintah mulai membuka jalur vaksinasi Covid-19 untuk mereka yang berusia 18 tahun ke atas. Berdasarkan Survei Penerimaan Vaksin Covid-19 di Indonesia yang diterbitkan pada November 2020, sebanyak 65% responden bersedia menerima vaksin, 8% responden menolak divaksin, dan 27% responden merasa ragu. Sementara itu, menurut laporan Covid-19 Symptom Survey yang dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, terdapat penurunan keraguan masyarakat terhadap vaksin menjadi 19,2% selama periode Januari-Maret 2021.

Akibat menolak vaksin Covid-19

Program vaksinasi bertujuan menciptakan herd immunity, yakni kekebalan komunitas, sehingga nantinya Indonesia bisa terbebas dari pandemi. Untuk mencapai herd immunity, setidaknya 70% penduduk Indonesia, atau sekitar 181 juta orang perlu mendapatkan vaksinasi.Banyaknya orang yang tidak mau divaksin Covid-19 tentu membuat kekebalan kelompok ini menjadi lebih sulit dicapai.Bukan hanya merugikan diri sendiri, menolak divaksin juga dapat memengaruhi kondisi pandemi di suatu negara.

1. Dampak menolak vaksin Covid-19 bagi individu 

Vaksinasi merupakan cara yang efektif untuk mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu tubuh menciptakan kekebalan terhadap virus tertentu. Terdapat beberapa akibat kesehatan yang muncul jika seseorang enggan divaksin, termasuk vaksin Covid-19, yakni:
  • Lebih berisiko tertular dan menularkan
  • Berpotensi mengalami gejala yang lebih berat saat terinfeksi
  • Memperbesar risiko kematian
Vaksinasi Covid-19 diketahui dapat membantu menurunkan risiko mengalami berbagai akibat di atas. Dengan begitu, risiko kematian akibat Covid-19 juga dapat menurun.  

2. Dampak vaksin Covid-19 terhadap lingkungan 

Tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri, menolak vaksin Covid-19 juga dapat mempercepat dan memperluas penularan penyakit. Akibatnya, peningkatan kasus Covid-19 dapat terus terjadi. Hal ini berpotensi memperpanjang berlangsungnya pandemi Covid-19.Selain itu, seperti yang telah dibahas sebelumnya, vaksin bertujuan membentuk kekebalan komunitas (herd immunity). Selain menciptakan kekebalan kelompok, cara ini juga dapat membantu melindungi orang-orang yang tidak dapat menerima vaksin, seperti orang dengan penyakit penyerta (komorbid) dengan kondisi tertentu, hingga anak-anak. Apabila banyak orang yang menolak vaksinasi Covid-19, risiko kematian pada kelompok yang rentan menjadi lebih besar. 

Catatan dari SehatQ

Banyak orang enggan divaksin karena juga takut akan efek samping vaksin Covid-19 yang muncul. Lagi-lagi, hal ini disebabkan karena kurangnya sosialisasi mengenai vaksin itu sendiri.Efek samping berupa demam atau badan pegal sebenarnya adalah reaksi wajar dari vaksin. Hal ini juga menjadi tanda bahwa tubuh tengah bekerja untuk menciptakan antibodi yang nantinya dapat melawan virus penyebab Covid-19.Jika ragu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Anda juga bisa memanfaatkan fitur chat dokter dalam aplikasi kesehatan keluarga SehatQ untuk mendapatkan segala informasi mengenai vaksinasi Covid-19 untuk meyakinkan diri. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang!
penyakitvaksin lansiaimunitas turuncoronavirusvaksin corona
Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/article/view/21051200002/80-8-orang-indonesia-bersedia-menerima-vaksin-covid-19.html
Diakses pada 10 Juni 2021
Komite Penanganan Covid-19. https://covid19.go.id/storage/app/media/Hasil%20Kajian/2020/November/vaccine-acceptance-survey-id-12-11-2020final.pdf
Diakses pada 10 Juni 2021
WHO. https://www.who.int/immunization/research/forums_and_initiatives/1_RButler_VH_Threat_Child_Health_gvirf16.pdf
Diakses pada 10 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/how-vaccine-hesitancy-could-prolong-the-pandemic
Diakses pada 10 Juni 2021
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/covid19-vaccine-hesitancy-12-things-you-need-to-know
Diakses pada 10 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait