Meski Nikmat, Minum Teh Setelah Makan Bukan Kebiasaan yang Sehat

(0)
Kebiasaan minum teh saat makan sebaiknya jangan lagi dilakukanMeski bermanfaat, minum teh setelah makan adalah kebiasaan yang kurang sehat
Bagi kebanyakan orang Indonesia, kebiasaan minum teh merupakan hal yang lazim dilakukan. Apalagi tak sedikit orang yang mungkin memilih minum teh setelah makan saat makan di warung makan atau restoran.Segelas teh manis memang akan terasa menyegarkan setelah Anda menyantap jenis makanan apa pun. Akan tetapi, di balik semua kenikmatan tersebut, ternyata minum teh setelah makan menyimpan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Alasan tidak boleh minum teh setelah makan

Mengonsumsi teh memang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Sejumlah penelitian mengemukakan bahwa kandungan antioksidan dan polifenol di dalam teh dapat mengurangi risiko berbagai macam penyakit. Mulai dari tekanan darah tinggi, penyakit hati (liver), serangan jantung, stroke, diabetes, hingga kanker.Meskipun minuman teh dapat memberikan sederet manfaat kesehatan bagi tubuh, kebiasaan minum teh saat makan atau setelah makan sebaiknya jangan lagi dilakukan. Ya, minum teh saat makan memang nikmat, tetapi dapat memberikan dampak kurang sehat.Alasannya, teh mengandung tanin dan polifenol (senyawa fenolik) yang dapat mengganggu penyerapan zat besi. Akibatnya, jika sering sekali mengonsumsi teh, maka bisa meningkatkan risiko kekurangan zat besi dalam tubuh Anda.Semakin kuat cita rasa tehnya maka semakin besar efek teh untuk mengikat zat besi di dalam usus. Salah satu contohnya adalah teh hitam.
Minum teh setelah makan, termasuk teh hitam, sebaiknya tidak dilakukan
Teh hitam dapat mengikat zat besi di dalam usus
Teh hitam adalah jenis teh yang telah melewati serangkaian proses oksidasi lebih banyak sehingga menyebabkan warnanya menjadi lebih gelap dan memiliki cita rasa yang lebih kuat. Jenis teh ini juga tinggi akan kandungan polifenolnya.Selain teh hitam, teh herbal, serta jenis minuman lainnya, seperti kakao (bubuk cokelat), espresso, dan kopi juga tidak baik dikonsumsi saat makan.Mengonsumsi berbagai jenis minuman tersebut saat makan dapat mengikat zat besi sebelum sempat diserap oleh tubuh. Akibatnya, nutrisi yang Anda dapatkan dari makanan yang Anda makan pun menjadi sia-sia. Kondisi ini berlaku baik pada pria maupun wanita.Akan tetapi, tidak semua orang akan langsung mengalami kekurangan zat besi akibat minum teh saat makan. Terlebih jika Anda adalah penikmat daging merah, ikan, dan daging unggas. Pasalnya ketiga jenis protein hewani tersebut dapat membantu mengatasi hambatan penyerapan zat besi.Kendati demikian, risiko tersebut tetap ada, terutama bagi orang-orang yang memiliki riwayat kekurangan zat besi. Tak hanya itu, perempuan yang sedang menstruasi, kelompok vegan dan vegetarian juga disarankan untuk tidak melanjutkan kebiasaan makan sambil minum teh.Zat besi sendiri merupakan salah satu jenis mineral penting yang memiliki peran mengangkut oksigen dalam darah. Jika tubuh kekurangan zat besi maka dapat menyebabkan kelelahan dan penurunan kekebalan tubuh.Wanita lebih banyak membutuhkan zat besi dibandingkan pria. Jika pria membutuhkan sekitar 8 miligram zat besi per hari, maka wanita membutuhkan sekitar 18 miligram per hari. Wanita butuh lebih banyak zat besi lantaran kaum hawa berisiko kehilangan zat besi saat menstruasi.Alasan berikutnya Anda tidak dianjurkan minum teh saat makan adalah dapat berisiko mengurangi ketersediaan katekin dalam tubuh. Katekin adalah senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan, termasuk teh, yang berperan penting dalam berbagai fungsi fisiologis tubuh.

Waktu yang disarankan untuk minum teh

Jika tidak disarankan untuk minum teh saat makan, lantas kapan sebaiknya waktu terbaik untuk minum teh?Apabila Anda ingin minum teh setelah makan, sebaiknya beri jeda kira-kira hingga satu jam lamanya. Ini juga berlaku bagi Anda yang memiliki riwayat kekurangan zat besi.Selain itu, jika Anda tidak mengonsumsi daging merah dan sedang menjalani diet vegetarian, maka waktu terbaik untuk minum teh adalah terpisah alias tidak saat makan. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh.Apabila ingin minum teh setelah makan, Anda bisa memilih mengonsumsi teh hijau atau teh jahe. Pasalnya, kedua jenis teh tersebut diyakini dapat membantu melancarkan sistem pencernaan dan tidak berdampak pada penyerapan zat besi layaknya teh hitam.Bagi Anda yang tidak memiliki riwayat kekurangan zat besi dan ingin minum teh setelah makan, sebaiknya seimbangkan asupan makanan kaya zat besi dan vitamin C guna membantu penyerapan zat besi dalam tubuh menjadi maksimal.Sementara, bagi Anda yang memiliki riwayat kekurangan zat besi atau kondisi kesehatan lainnya agar dapat membatasi minum teh saat makan.Akan tetapi, pastikan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui boleh tidaknya Anda minum teh setelah makan agar tidak terjadi risiko komplikasi kondisi kesehatan lainnya.
tehhidup sehatpola hidup sehat
Health Communities. http://www.healthcommunities.com/healthy-drinks/does-tea-cause-iron-deficiency_ucbwl.shtmlDiakses pada 3 Januari 2020Huffington Post. https://www.huffingtonpost.com.au/2017/03/26/the-important-reason-why-some-people-shouldnt-drink-tea-when-ea_a_22012910/Diakses pada 3 Januari 2020The Health Site. https://www.thehealthsite.com/fitness/drinking-tea-with-or-after-meals-good-or-bad-177663/Diakses pada 3 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait