5 Alasan Mengapa Posisi Duduk W Tak Disarankan untuk Anak Kecil


Ketika menginjank usia 3 tahun, anak melakukan posisi duduk W. Meski terlihat normal posisi ini tidaklah ideal untuk perkembangan tubuh bagian bawahnya.

(0)
29 Mar 2021|Azelia Trifiana
Posisi duduk W dapat melemahkan perkembangan tubuh bagian bawah anakPosisi duduk W dapat melemahkan perkembangan tubuh bagian bawah anak
Apabila diperhatikan, seberapa sering si kecil melakukan posisi duduk W saat beraktivitas? Terutama ketika duduk di lantai, anak kecil sering berada di posisi ini. Banyak anggapan bahwa posisi ini tidaklah ideal untuk perkembangan tubuh bagian bawahnya.Umumnya, W-sitting ini pertama kali terlihat ketika anak berusia sekitar 3 tahun. Apabila anak terlalu sering berada di posisi duduk yang sama, ada baiknya mengajarkan posisi lainnya.

Bahaya posisi duduk W

Anak berusia 3 tahun kerap duduk dalam posisi seperti ini, namun perlahan akan menghilang seiring dengan pertumbuhannya. Apabila anak hanya melakukannya sesekali, mungkin hanya cara mereka untuk bermain atau bersantai.Meski demikian, ada alasan mengapa terapis mengungkapkan kekhawatiran seputar hal ini. Beberapa di antaranya adalah:

1. Kaki dan tubuh lemah

Posisi duduk W membuat tubuh dan kaki anak tidak benar-benar menopang dengan kuat. Dalam posisi ini, beban sepenuhnya terletak di otot kaki sehingga pusat gravitasi pun lebih rendah. Tujuannya agar tubuh anak tetap bisa tertopang dengan baik.Sayangnya, beban antara kaki dan tubuh tidaklah seimbang. Dikhawatirkan ini berdampak pada kondisi otot.

2. Hip dysplasia

Sama seperti kekhawatiran dari posisi menggendong yang kurang tepat, perhatikan betul apabila anak memiliki masalah pertumbuhan seperti hip dysplasia. Duduk dengan posisi kaki seperti huruf W akan meningkatkan risiko dislokasi panggul.Mengapa demikian? W-sitting secara internal berarti memutar pinggang sedemikian rupa sehingga mengarah keluar dari persendian. Ini akan menjadi lebih berisiko bagi anak yang sebelumnya sudah memiliki masalah persendian.

3. Gangguan ortopedi

Terlalu sering berada dalam posisi duduk W juga bisa menyebabkan otot di area kaki dan pinggang menjadi tegang. Jenis otot yang paling sering terdampak adalah hamstring, hip adductor, dan juga tendon Achilles.Konsekuensinya, rentang gerakan normal menjadi terhambat. Ini akan berdampak pula pada kemampuan koordinasi dan keseimbangan si kecil.

4. Koordinasi bilateral

Bisa jadi, posisi duduk W adalah tanda ketika anak menghindari koordinasi atau gerakan mandiri sisi tubuh kanan atau kiri mereka. Posisi ini justru membatasi gerakan tubuh bagian atas sekaligus kemampuan menggapai area di luar tubuh secara leluasa.Contohnya, anak lebih memilih mengambil benda di sisi kanan tubuhnya hanya dengan tangan kanan, begitu pula sebaliknya. Rentang geraknya menjadi terbatas.Anda bisa melihat apakah ada masalah koordinasi bilateral ini lewat aktivitas yang memerlukan koordinasi motorik kanan dan kiri. Contohnya seperti menggunting, mengikat tali sepatu, berlari, atau melompat.

5. Sulit duduk di posisi lain

Posisi duduk W juga berpotensi menimbulkan masalah apabila anak memiliki keluhan saraf seperti cerebral palsy. Dalam jangka panjang, duduk dengan kaki membentuk huruf W bisa menyebabkan otot semakin tegang bahkan menyulitkan duduk di posisi lain.Contohnya, anak mengalami kesulitan menggerakkan kedua kaki mereka berjauhan atau ke arah berlawanan. Selain itu, mungkin juga muncul kesulitan memutar paha ke arah luar.

Alternatif posisi duduk selain W-sitting

Ada beberapa alternatif selain posisi duduk W yang aman untuk anak, seperti:
  • Bersila (dengan mengganti sisi kaki mana yang berada di atas)
  • Bersila dengan kedua telapak kaki bertemu (tailor-sitting)
  • Duduk menyamping
  • Kedua kaki terjulur ke depan (selonjor)
  • Berlutut
  • Jongkok
Ketika meminta anak untuk tidak duduk dalam posisi W pun, orangtua perlu tahu cara efektif berkomunikasi. Jangan serta merta melarang mereka duduk di posisi itu karena tidak diketahui apa alasan larangannya.Untuk itu, coba sarankan atau beri contoh posisi duduk dengan menjelaskan bahwa ini akan memperkuat otot mereka. Orangtua juga bisa menyiapkan kursi atau bean bag sebagai penopang anak.Tak ada salahnya pula melakukan aktivitas yang mengasah kemampuan bergerak mereka seperti yoga, meniti balok, dan lain sebagainya.

Catatan dari SehatQ

Mengingat terkadang anak berusia 3 tahun belum benar-benar bisa menyampaikan secara detail tentang rasa tidak nyaman di tubuhnya, orangtua perlu benar-benar peka. Perhatikan apakah ada tanda-tanda anak sering jatuh, perkembangan kemampuan motorik terlambat, hingga postur tubuh si kecil secara umum.Ini penting karena terkadang kondisi seperti hip dysplasia sulit terdeteksi sampai anak sudah cukup besar dan menyampaikannya sendiri.Oleh sebab itu, ada baiknya menyarankan anak duduk dengan posisi selain W-sitting apabila mereka terlalu sering melakukannya. Tentunya, orangtua juga perlu menyertai dengan stimulasi motorik halus dan kasar sesuai usia mereka.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar tanda-tanda anak mengalami masalah otot dan motorik, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/w-sitting
Diakses pada 13 Maret 2021
International Hip Dysplasia Institute. https://hipdysplasia.org/w-sitting-and-hip-development/
Diakses pada 13 Maret 2021
Childs Play Therapy Center. https://www.childsplaytherapycenter.com/w-sitting-correct/
Diakses pada 13 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait