Alasan Masker Katup Kurang Efektif Menangkal Virus Corona


Banyak yang mengira masker katup lebih canggih dibanding masker medis biasa. Sayangnya, masker katup dinilai kurang efektif menangkal penyebaran virus. Katup yang terbuka tetap membuat virus mudah masuk dan menginfeksi tubuh tanpa disadari.

0,0
11 Aug 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Masker katup dinilai kurang efektif menangkal penyebaran virusMasker katup memiliki lubang yang masih memungkinkan terjadinya penyebaran virus
Masker katup muncul dengan banyak alasan. Salah satunya adalah memberikan kenyamanan bernapas saat Anda memakainya. Sayangnya, masker katup tidak bisa Anda pakai untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.Masker katup memiliki lubang yang masih memungkinkan penyebaran virus. Untuk lebih jelasnya, simak paparannya di bawah ini.

Tipe masker N95 dengan katup

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan untuk menggunakan masker di tempat umum. Langkah ini untuk mencegah dan memperlambat penyebaran virus dari satu orang ke orang lainnya. Salah satu jenis masker yang direkomendasikan adalah masker N95 yang diyakini mampu menyaring partikel yang sangat kecil sekalipun. Masker N95 memang lebih ketat ketika dipakai sehingga dianggap lebih efektif mencegah penyebaran virus Corona.Masker N95 biasanya digunakan oleh tenaga kesehatan dan memiliki banyak jenis. Salah satunya yang menggunakan katup satu arah di bagian depan masker. Kehadiran masker berkatup ini diklaim dapat memudahkan aliran udara sehingga Anda bisa bernapas dengan lebih nyaman.Cara kerja katup pada masker ini adalah akan menutup saat Anda menarik napas. Lalu, katup akan otomatis terbuka saat pemakainya mengembuskan napas. Pada penggunaannya, masker N95 dengan katup sebenarnya ditujukan untuk pekerja industri yang harus berhadapan langsung dengan berbagai zat yang ada di pabrik. Namun, katup ini jadi kehilangan fungsi saat Anda berhadapan dengan virus.Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, tidak menyarankan penggunaan masker dengan katup untuk menangkal penyebaran virus. Pasalnya, katup tetap akan terbuka ketika Anda mengembuskan napas. Biarpun hanya dalam tempo yang singkat, virus tetap bisa menyusup ke dalam saluran pernapasan Anda.

Rekomendasi masker untuk hindari penyebaran virus

Mengingat pandemi masih berlangsung, CDC juga merekomendasikan jenis masker yang bisa digunakan di tempat umum. Setiap orang juga wajib memakai masker saat menggunakan transportasi umum, seperti bus, kereta, kapal, pesawat, dan transportasi lainnya. Berikut masker yang direkomendasikan oleh CDC:

1. Masker medis

Masker medis atau masker bedah yang digunakan harus menutupi mulut dan hidung. Jenis masker ini pun hanya bisa dipakai satu kali dan harus dihancurkan setelah digunakan. Anda pun perlu mengganti masker setiap empat jam sekali maupun jika kondisi masker telah basah dan kotor. Masker medis yang digunakan untuk waktu lama dan berulang kali akan menurun efektivitasnya dalam menangkal virus.

2. Masker N95

Jenis masker yang satu ini mampu menangkal partikel kecil yang ada di udara. Masker N95 biasa juga memiliki ketahanan yang baik  sehingga bisa dipakai beberapa kali. Namun, masker tersebut perlu disterilisasi dulu.

3. Menggunakan masker ganda

Studi terbaru menyebutkan bahwa masker kain sudah dianggap kurang ampuh untuk menangkal virus. Karena itu, Anda perlu menggandakan masker ganda dengan menggunakan masker medis di dalam masker kain. Penggunaan dua masker secara bersamaan ini diyakini mampu memblokir paparan virus hingga 83 persen.

Catatan dari SehatQ

Penggunaan masker katup tidak disarankan untuk menangkal penyebaran virus. Cara kerja masker ini masih memungkinkan virus tetap bisa masuk dan menginfeksi seseorang. Lebih baiknya lagi, Anda bisa menggunakan masker ganda dengan perpaduan masker medis di bagian dalam serta masker kain di bagian luar.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar jenis masker yang bisa Anda pakai, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
coronavirusvaksin corona
WHO https://www.who.int/news-room/q-a-detail/coronavirus-disease-covid-19-masks 
Diakses pada 21 Juli 2021
Healthline https://www.healthline.com/health-news/certain-type-n95-mask-harm-covid19-spread
Diakses pada 21 Juli 2021
FDA https://www.fda.gov/medical-devices/personal-protective-equipment-infection-control/n95-respirators-surgical-masks-and-face-masks
Diakses pada 21 Juli 2021
NIST https://www.nist.gov/news-events/news/2020/11/new-airflow-videos-show-why-masks-exhalation-valves-do-not-slow-spread
Diakses pada 21 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait