Alasan Kenapa Jangan Bandingkan Dirimu dengan Orang Lain


Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain karena setiap manusia unik dan berbeda. Membandingkan diri Anda dengan orang lain juga hanya akan membuat stres.

0,0
23 Jun 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain karena setiap manusia unik dan berbedaMembandingkan diri biasanya dipicu saat sedang melihat akun media sosial orang lain
Selain meniru, sifat natural manusia adalah membandingkan. Sifat ini pertama kali Anda rasakan ketika anak-anak. Anda mungkin pernah mengalami saat orangtua membandingkan Anda dengan saudara kandung maupun anak tetangga ketika kecil.Sifat membandingkan ini tidak pernah benar-benar hilang di benak seseorang hingga ia tumbuh dewasa. Saat dewasa, kita mengenal istilah FOMO atau fear of missing out alias merasa takut ketinggalan tren tentang segala hal yang sedang terjadi. Belum lagi masalah penampilan, status sosial, materi, bahkan hubungan yang selalu mengikuti standar orang lain. Namun sebaiknya, jangan bandingkan dirimu dengan orang lain.Para peneliti mengidentifikasi dua jenis perbandingan sosial. Pertama yaitu perbandingan ke atas, ketika kita melihat orang yang kita rasa lebih baik daripada kita dalam upaya menjadi lebih termotivasi dan terinspirasi. Sedangkan yang kedua adalah perbandingan ke bawah, ketika kita melihat orang-orang yang kita rasa lebih buruk dari kita, dalam upaya merasa lebih baik tentang situasi diri sendiri.Membandingkan memang tak selalu buruk, terkadang justru menjadi motivasi untuk melakukan hal yang terbaik. Namun, membandingkan berlebihan justru akan menjadi faktor yang memicu stres. Ketika hal yang Anda lakukan berdasarkan standar orang lain dan Anda tidak mencapainya meskipun sudah melakukan berbagai cara, hal ini yang akan mudah membuat Anda stres. 

Membandingkan diri hanya akan bikin stres

Membandingkan diri sendiri dengan orang lain datang dalam berbagai bentuk. Contoh kecilnya ketika berkumpul dengan orang lain saat reunian, kita cenderung memerhatikan dan membandingkan hal-hal mulai dari mobil yang dibawa, penampilan, sampai tas mahal yang dibawa teman. Belum lagi ketika teman bercerita prestasi apa saja yang telah mereka dapatkan.Perbandingan-perbandingan ini dapat membuat stres karena kita merasa diri semakin banyak kekurangan ketika dibandingkan dengan yang lebih tinggi. Kita juga akan terlihat sombong atau kompetitif ketika membuat perbandingan ke bawah. Kedua hal ini tentunya sama-sama membuat stres.

Mengurangi sifat membandingkan diri dengan orang lain

Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain, meskipun seperti refleks dan naluriah tapi kita tidak boleh membiarkannya mendikte hidup. Tips berikut dapat membantu mengurangi membandingkan diri dengan orang lain:

1. Sadari dan hindari pemicunya

Coba perhatikan apa yang jadi pemicu bagi Anda untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Misalnya media sosial seperti Instagram. Secara intelektual, kita tahu bahwa foto dan Instagram story sudah dikurasi oleh pemiliknya. Orang biasanya memamerkan apa yang mau ia tampilkan di media sosial dan itu hanyalah sebagian kecil dari kehidupannya. Wajar bila perasaan membandingkan diri masih tetap muncul dan tak bisa dihindarkan. Oleh sebab itu, Anda perlu tahu kapan perlu mengambil jeda sejenak dari kebiasaan melihat-lihat akun media sosial milik orang lain.Coba batasi media sosial atau uninstall aplikasi tersebut agar pemicu tersebut hilang hingga akhirnya Anda bisa nyaman dengan diri sendiri dan memiliki standar kebahagiaan Anda.

2. Buat 'mantra' yang mengubah pikiran Anda

Ketika Anda mulai menyadari bahwa Anda sedang membandingkan diri dengan orang lain, katakan pada diri Anda: “Saya cukup, tak kurang dan tak lebih” atau “Inilah cara saya untuk menjalani hidup, hargai dirimu sendiri”. Ketika Anda hilang kendali, Anda bisa menuliskan kelebihan-kelebihan yang Anda miliki pada selembar kertas kecil. Tempelkan kertas ini pada tempat yang sering Anda lihat seperti tembok kamar atau pintu kulkas. Cara ini akan mengingatkan Anda bahwa setiap orang punya kelebihan dan kekurangan namun ada yang terlihat dan ada juga yang tidak.

3. Hargai perbedaan cara bersenang-senang

Setiap orang memiliki caranya bersenang-senang, Anda tentunya harus selalu mengingat hal ini. Misalnya, ketika Anda merasa menjadi seorang ibu yang buruk hanya karena tak membelikan mainan bagi anak Anda, Anda harus ingat bahwa Anda punya cara sendiri untuk membuat anak-anak Anda merasa dianggap, didengar, dipahami, dan dicintai.Setiap keluarga memiliki berbagai cara untuk bersenang-senang, misalnya melalui memasak, berenang, atau membelikan mainan.

4. Bersikap baik pada diri sendiri

Ketika Anda mengalami hari yang buruk dengan penuh kecemasan dan depresi, berlatihlah untuk berbaik hati pada diri sendiri. Tidak apa-apa jika Anda malas memasak dan mengandalkan ojek online untuk memesan makanan. Jangan terlalu keras dan menyalahkan diri sendiri jika Anda absen berolahraga sesekali. Nah, itulah alasan kenapa Anda jangan membandingkan diri dengan orang lain dan cara menguranginya. Ingin tahu lebih jauh cara supaya jangan membandingkan dirimu dengan orang lain? Anda bisa konsultasi langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
stresberpikir positifmedia sosial
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/how-to-stop-comparing-and-always-coming-up-short#How-can-we-reduce-comparison-making?
Diakses pada 4 Juni 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/learned-stop-comparing
Diakses pada 4 Juni 2021.
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/the-stress-of-social-comparison-4154076
Diakses pada 4 Juni 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait