7 Alasan Mengapa Muncul Gigi Kuning pada Anak


Penyebab gigi kuning pada anak bisa berupa plak, gigi berlubang, cedera, genetik, efek suplemen hingga kondisi medis.

0,0
25 May 2021|Azelia Trifiana
Mengonsumsi suplemen bisa menjadi faktor gigi anak berlubangMengonsumsi suplemen bisa menjadi faktor gigi anak berlubang
Setiap kali melihat si kecil tersenyum, rasanya tentu menyenangkan. Namun, bisa saja justru disertai rasa khawatir apabila terlihat gigi kuning pada anak. Apakah faktor genetik atau kurang menjaga kebersihan gigi? Apapun pemicunya, tetap ada cara untuk mengatasinya.Menariknya, gigi anak memang secara alami berwarna lebih putih dibandingkan dengan orang dewasa. Nah, ketika anak bertumbuh dan mulai memiliki gigi permanen, kandungan dentin bisa membuat gigi anak kuning dibandingkan dengan sebelumnya.

Penyebab gigi anak kuning

Lalu, apa saja penyebab gigi kuning pada anak?

1. Plak

Tidak rajin menggosok gigi sangat mungkin menimbulkan akumulasi plak di permukaan gigi. Akibatnya, gigi pun bisa tampak kuning. Bukan hanya soal frekuensi menggosok gigi, makanan dan minuman juga bisa berpengaruh terhadap warna gigi. Kebiasaan tidak menggosok gigi ini bisa menyebabkan noda pada gigi.

2. Gigi berlubang

Kondisi gigi berlubang juga bisa membuat warna gigi berubah kekuningan. Bahkan pada kondisi pembusukan gigi atau tooth decay, awalnya terlihat titik berwarna gelap. Dari waktu ke waktu, titik ini akan menyebabkan gigi berlubang.

3. Cedera

Ketika anak tanpa sengaja mengalami cedera pada gigi, pembuluh darah bisa pecah sehingga membuat warna gigi berubah. Contohnya menjadi tampak kekuningan, kecokelatan, keabuan, hingga kehitaman.Setelah trauma terjadi, pembuluh darah kapiler di dalam gigi juga bisa pecah. Lebih spesifik lagi, ini disebut dengan hemosiderin yaitu protein darah yang akan terbentuk di saluran antar gigi. Bahkan, cedera juga bisa berpengaruh terhadap kondisi enamel gigi.

4. Genetik

Ada orang yang mengalami thin tooth enamel yaitu giginya memang tampak kekuningan sejak lahir. Faktor genetik turut berperan di sini. Ada perubahan warna gigi yang berbeda dengan warna idealnya yaitu putih.Penting bagi orangtua untuk memantau kondisi kesehatan gigi anak mereka apabila mengalami hal ini. Sebab, enamel tipis ini juga meningkatkan risiko si kecil mengalami gigi berlubang dan masalah lainnya.

5. Paparan fluoride

Sudah rajin menggosok gigi namun tetap tampak kekuningan? Bisa jadi karena gigi anak terpapar terlalu banyak fluoride. Sumbernya bisa dari air, pasta gigi, atau makanan yang terfortifikasi. Sebenarnya, fluoride bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi. Namun, tentu tidak berlebihan.Kondisi ini disebut dengan fluorosis. Ciri utamanya adalah munculnya titik berwarna putih atau kecokelatan di gigi. Akibatnya, enamel gigi di sekitarnya akan tampak kuning.

6. Konsumsi suplemen

Pemberian suplemen terutama berupa zat besi juga bisa menyebabkan warna gigi anak jadi kekuningan, keabuan, bahkan kehitaman. Namun, tentu saja ini tidak mutlak bergantung pada kondisi genetik dan faktor lainnya.Apabila ragu seputar hal ini, tanyakan dulu kepada dokter spesialis anak atau dokter gigi tentang suplemen yang aman. Ada banyak alternatif pemberian suplemen yang tidak menimbulkan efek samping gigi kuning pada anak.

7. Kondisi medis

Ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan gigi anak kuning. Contohnya hepatitis, jaundice, dan lainnya. Selain itu, obat yang dikonsumsi ibu hamil atau saat anak masih kecil juga bisa menyebabkan warna gigi berubah.Umumnya, perubahan warna ini adalah tampak kekuningan pada anak-anak. Sementara pada anak yang usianya lebih besar, gigi juga bisa tampak kecokelatan.

Bagaimana cara mengatasinya?

Apabila gigi anak tampak kuning karena penumpukan plak, konsumsi makanan, atau kebiasaan buruk lupa menggosok gigi, ada banyak cara untuk mengatasinya. Ini yang perlu terus dipantau:
  • Menjaga kebersihan mulut

Aturan paling utama demi menjaga gigi anak tetap bersih adalah memastikan anak rajin menggosok gigi, terutama setelah makan. Apabila mereka mengonsumsi makanan manis atau bersifat asam, upayakan menggosok gigi dalam waktu 30-60 menit setelahnya demi melindungi enamel gigi.Ini juga berlaku apabila orangtua memberikan suplemen zat besi. Pastikan menggosok gigi dan kumur setelah mengonsumsinya. Rutin menggosok gigi akan membantu mengusir plak dan zat penyebab noda.
  • Lemon dan soda kue

Apabila noda pada gigi terjadi karena makanan dan minuman, ada saran membuat pasta gigi dari campuran soda kue dan lemon. Berikan layaknya pasta gigi dan digunakan satu kali dalam seminggu. Jangan lupa diamkan sekitar 1-2 menit sebelum menggosok dan membilasnya.Meski metode ini cukup aman, tetap ingat bahwa ekstrak lemon bersifat asam. Apabila digunakan terlalu sering, enamel gigi justru jadi taruhannya.
  • Perubahan pola makan

Tak harus selalu mengonsumsi makanan tinggi gula. Camilan sehat untuk anak bisa berupa apel, wortel, seledri, atau pear. Bonus dari mengonsumsi buah dan sayur ini tak hanya memberi nutrisi, tapi juga membersihkan permukaan gigi.Menariknya, buah seperti apel mengandung asam malat. Ini adalah zat yang banyak ditemukan di produk pemutih gigi.Kombinasikan dengan mengurangi betul konsumsi makanan dan minuman yang mengandung pemanis serta pewarna tambahan.Perlu dibedakan apakah gigi kuning pada anak terjadi karena kebiasaan, pola makan, atau kondisi medis? Apabila yang terjadi adalah kondisi ketiga, maka solusinya tak semudah menggosok gigi lebih sering.Ada faktor intrinsik seperti genetik, konsumsi obat, dan kondisi medis yang membuat warna gigi berubah dari dalam.Jangan lupa, orangtua perlu memberikan contoh dengan menjaga kebersihan gigi. Anak adalah peniru ulung, jadi jangan bosan untuk mengajak mereka menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menyenangkan.

Apabila Anda mempertimbangkan untuk memberikan produk pemutih gigi, pertimbangkan betul apakah sudah sesuai dengan usia anak.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar keluhan paling umum pada gigi anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentinggigi berlubangkarang gigi
Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/yellow-teeth-kids
Diakses pada 11 Mei 2021
Dental Research Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3612219/
Diakses pada 11 Mei 2021
AAPD. https://www.aapd.org/globalassets/media/publications/archives/wright3-02.pdf
Diakses pada 11 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait