5 Alasan Bayi Kembar Lahir Prematur


Makin tinggi jumlah bayi dalam sebuah kehamilan, risiko terjadinya persalinan prematur kian tinggi. Itulah mengapa, 60% kehamilan bayi kembar dua, tiga, dan seterusnya lahir prematur atau sebelum 36 minggu. Bayi kembar prematur berarti terlahir sebelum tubuh dan sistem organnya tumbuh sempurna.

0,0
24 Oct 2021|Azelia Trifiana
Bayi kembar prematurBayi kembar prematur
Makin tinggi jumlah bayi dalam sebuah kehamilan, risiko terjadinya persalinan prematur kian tinggi. Itulah mengapa, 60% kehamilan bayi kembar dua, tiga, dan seterusnya lahir prematur atau sebelum 36 minggu. Bayi kembar prematur berarti terlahir sebelum tubuh dan sistem organnya tumbuh sempurna.
Estimasinya, sebagian besar bayi kembar dilahirkan prematur. Di fase usia 36 minggu, artinya bayi terlahir sekitar satu bulan lebih cepat dari usia standar yaitu 40 minggu.

Mengapa bayi kembar berisiko lahir prematur?

Pada dasarnya, mengandung lebih dari satu bayi saja sudah meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur. Itulah mengapa, dokter spesialis kandungan biasanya mengklasifikasikan kehamilan bayi kembar sebagai kehamilan berisiko tinggi.Lalu, apa saja penyebab bayi kembar prematur?

1. Preeklamsia

Banyak ibu yang hamil bayi kembar mengalami tekanan darah tinggi selama mengandung. Ini adalah salah satu jenis komplikasi paling sering terjadi dalam kehamilan, disebut preeklamsia. Kondisi ini ditandai dengan tekanan darah tinggi disertai peningkatan level protein dalam urine.Apabila luput dari pantauan, preeklamsia bisa menyebabkan masalah medis serius bagi ibu hamil. Mulai dari kejang, stroke, dan kerusakan hati.Memang benar preeklamsia bisa ditangani, namun satu-satunya solusi adalah dengan melahirkan bayi. Ini juga yang menjadi salah satu penyebab bayi kembar dilahirkan prematur.

2. Masalah pada plasenta

Dalam kehamilan bayi kembar, bisa jadi ada satu atau dua plasenta. Ini adalah organ yang memberikan nutrisi dan oksigen kepada bayi selama di dalam rahim.Ketika ibu hamil bayi kembar, artinya plasenta yang melekat ke area dinding rahim lebih luas. Alhasil, risiko terjadinya komplikasi kian tinggi. Ini bisa berbahaya baik bagi ibu maupun bayi.Contohnya adalah risiko terjadinya abruptio plasenta yaitu terpisahnya plasenta dan lapisan rahim sebelum waktunya. Selain itu, bisa juga terjadi plasenta previa yaitu tertutupnya jalan lahir oleh plasenta. Kedua situasi ini bisa memicu tejradinya bayi kembar prematur.Lebih jauh lagi, ada kondisi yang disebut dengan twin-to-twin transfusion syndrome atau TTTS. Ini terjadi ketika ada pembuluh darah abnormal di plasenta sehingga sirkulasi aliran darah tidak normal pada seorang bayi. Jika parah, persalinan harus segera dilakukan.

3. Ketuban pecah dini

Disebut prematur rupture of membranes, ketuban pecah dini juga merupakan salah satu risiko bayi kembar prematur. Ini terjadi ketika ketuban pecah sebelum usia kehamilan menginjak 37 minggu.Ketika ketuban sudah pecah, tentu ada risiko terjadinya infeksi apabila persalinan tidak segera terjadi. Dengan demikian, prioritas keselamatan adalah dengan mengupayakan persalinan sesegera mungkin.

4. Kembar monokorionik

Ada persentase lebih kecil bayi kembar dalam kondisi Mo-Mo atau monokorionik-monoamniotik. Artinya, bayi bukan hanya berbagi satu plasenta saja, namun juga terbungkus dalam kantung ketuban yang sama.Artinya, risiko terlilit atau tertekannya tali pusar kian besar dalam situasi ini. Risiko ini cukup serius dan bisa mengancam keselamatan bayi. Jadi, bayi kembar dilahirkan prematur adalah langkah terbaik.

5. IUGR

IUGR adalah singkatan dari Intrauterine Growth Restriction. Artinya, pertumbuhan janin dalam kandungan mengalami hambatan. Pada beberapa kasus, bisa saja yang terdampak IUGR hanya salah satu bayi, lainnya tidak. Istilahnya adalah Selective Intrauterine Growth Restriction.Lebih jauh lagi, sekitar seperempat bayi kembar mengalami IUGR. Ada banyak faktor yang berperan, seperti insufisiensi plasenta, kurangnya ketuban, atau TTTS.Apabila dokter mendeteksi bayi kembar benar-benar berhenti berkembang atau mengalami stres dalam kandungan, persalinan prematur bisa jadi pilihan tepat.Terlepas dari apa alasan bayi kembar dilahirkan prematur, ketika rahim mulai berkontraksi dan serviks terbuka, maka persalinan prematur adalah tahapan berikutnya. Pada beberapa kasus, bisa saja persalinan ini ditunda. Namun ketika tidak bisa terjadi, bayi harus lahir lebih awal.

Catatan dari SehatQ

Kapan waktu paling tepat untuk persalinan prematur tentu berbeda bagi bayi kembar dua, tiga, dan seterusnya. Berbeda dokter, bisa berbeda pula pendapat mereka tentang waktu tepat untuk persalinan bayi kembar.Bagi sebagian orang, persalinan di usia 37 atau 38 minggu kehamilan cukup ideal. Namun ketika ada komplikasi lain yang terjadi, dokter mungkin saja menjadwalkan persalinan lebih awal.Apapun itu, selalu ingat bahwa tiap persalinan itu unik. Tidak bisa disamakan antara pengalaman satu orang dan lainnya, meski sama-sama hamil bayi kembar.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar waktu persalinan tepat bagi kehamilan bayi kembar, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuimenjaga kehamilankehamilan
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/reasons-twins-are-born-early-2447302
Diakses pada 9 Oktober 2021
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/consequences-of-prematurity-2447313
Diakses pada 9 Oktober 2021
University of California. https://fetus.ucsf.edu/ttts/
Diakses pada 9 Oktober 2021
ACOG. https://www.acog.org/womens-health/faqs/multiple-pregnancy?utm_source=redirect&utm_medium=web&utm_campaign=otn
Diakses pada 9 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait