Alami Sariawan di Gusi? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

(0)
Sariawan di gusi sering menimbulkan rasa nyeri atau perihSariawan di gusi ditandai dengan munculnya luka berbentuk oval atau bulat berwarna putih atau kuning dengan tepian berwarna kemerahan
Sariawan dapat muncul di area rongga mulut mana pun, tak terkecuali pada gusi. Sariawan di gusi ditandai dengan munculnya luka berbentuk oval atau bulat berwarna putih atau kuning dengan tepiannya berwarna kemerahan.Sariawan di gusi kerap kali menimbulkan rasa nyeri atau perih, terutama saat Anda sedang makan, minum, ataupun berbicara. Lalu, apa penyebab sariawan di gusi dan bagaimana mencegahnya?

Kenali penyebab sariawan di gusi

Stomatitis aphtosa atau sariawan adalah luka kecil di mulut berwarna putih yang muncul di bagian mulut mana saja. Mulai dari gusi, bibir, langit-langit mulut, sisi dalam pipi, lidah, hingga tenggorokan. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri bahkan membuat Anda sulit makan atau berbicara.Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan atau meningkatkan risiko munculnya sariawan di gusi, yaitu:

1. Luka

Salah satu penyebab cedera atau luka di gusi dan rongga mulut dapat menyebabkan munculnya sariawan di gusi. Ya, gusi dan rongga mulut lainnya merupakan area yang lembut dan paling sensitif sehingga rentan mengalami luka atau cedera.Cedera di gusi dan rongga mulut bisa terjadi saat Anda menyikat gigi terlalu keras atau terburu-buru, efek samping menggunakan behel gigi atau gigi palsu, hingga mengalami benturan di mulut saat olahraga atau kecelakaan.

2. Iritasi

Penyebab sariawan di gusi dan area rongga mulut berikutnya adalah iritasi. Iritasi dapat terjadi saat Anda mengonsumsi jenis makanan tertentu, seperti cokelat, telur, kacang-kacangan, atau keju, serta makanan bercita rasa asam, asin, dan pedas.Selain itu, bagi Anda yang sensitif terhadap penggunaan produk pembersih gigi dan mulut, termasuk pasta gigi dan obat kumur dengan kandungan sodium lauryl sulfate (SLS), dapat meningkatkan risiko penyebab munculnya sariawan di gusi.

3. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi, seperti vitamin B12, zinc, zat besi, dan asam folat bisa menjadi penyebab sariawan di gusi dan area rongga mulut lainnya. Maka dari itu, sangat penting untuk memenuhi asupan nutrisi yang bergizi agar sistem imun tubuh tetap sehat sehingga terhindar dari risiko munculnya sariawan di gusi.

4. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri juga dapat menjadi penyebab sariawan di gusi. Salah satu bakteri yang dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan di gusi adalah Helicobacter pylori, yakni jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada lambung atau dikenal dengan kondisi tukak lambung.Terkadang bakteri tersebut dapat terbawa ke mulut serta membuatnya berkembang lebih cepat dan meradang sehingga memicu timbulnya sariawan di gusi.

5. Penyakit tertentu

Sariawan di gusi dan area mulut lainnya yang sering muncul, berukuran besar, atau mungkin tidak kunjung sembuh juga dapat disebabkan oleh adanya penyakit tertentu. Misalnya, lupus, penyakit Celiac, penyakit Crohn, penyakit Behcet, dan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh.Selain kelima hal yang telah disebutkan di atas, penyebab sariawan di gusi juga dapat diakibatkan oleh stres, paparan zat kimia tertentu, faktor keturunan, hingga efek samping pengobatan (seperti kemoterapi atau radiasi).

Cara mengobati sariawan di gusi yang ampuh

Sama seperti sariawan pada area rongga mulut lainnya, sariawan di gusi pada dasarnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu beberapa hari hingga hitungan 1-2 minggu. Meski tidak membahayakan, rasa nyeri dan perihnya kerap kali menyakitkan. Akibatnya, Anda menjadi tidak nyaman saat makan atau berbicara.Untuk mengurangi rasa nyeri serta mempercepat penyembuhan sariawan di gusi, Anda bisa menggunakan obat pereda nyeri, obat kumur, atau obat topikal (salep) yang bisa didapat secara bebas di apotek atau melalui resep dokter.Obat pereda nyeri, misalnya, berfungsi untuk meredakan rasa nyeri dan peradangan akibat timbulnya sariawan di gusi. Sedangkan, pilihan obat salep untuk mengobati peradangan yang disebabkan oleh sariawan di gusi adalah yang mengandung dexamethasone atau lidocaineAnda juga dapat mengobati sariawan di gusi secara alami dengan berkumur air garam. Berkumur air garam dapat membantu meredakan rasa nyeri serta luka akibat sariawan di gusi. Tak hanya itu, obat alami ini juga mampu mempercepat proses penyembuhan sariawan.Anda cukup melarutkan 1 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Kemudian, kumur menggunakan larutan ini selama 15-30 detik, lalu buang air bekas air kumurnya. Lakukan langkah ini sebanyak 2-3 kali dalam sehari.Selain garam, Anda juga bisa menggunakan larutan baking soda sebagai bahan alami untuk mengobati sariawan di gusi.

Bagaimana cara mencegah sariawan di gusi?

Untuk mencegah sariawan di gusi, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda lakukan, yakni:
  • Menjaga kebersihan gusi dan area mulut lainnya. Misalnya, dengan menyikat gigi dengan benar setiap hari secara teratur, baik setelah makan dan sebelum tidur, serta menggunakan benang gigi sehari sekali guna membersihkan sisa-sisa makanan yang mungkin masih menempel di sela-sela gigi.
  • Menyikat gigi dengan benar, tidak terlalu keras atau tidak terburu-buru. Anda bisa menggunakan sikat gigi berbulu halus guna menghindari munculnya iritasi pada area gusi dan mulut. Selain itu, hindari menggunakan pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate.
  • Memenuhi asupan nutrisi tubuh dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, seperti yang berasal dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.
  • Perhatikan makanan yang dikonsumsi. Pastikan Anda membatasi jenis makanan tertentu yang dapat memicu iritasi pada gusi dan area rongga mulut lainnya. Misalnya, kacang-kacangan, keripik kentang, makanan bercita rasa asin dan pedas, serta buah-buahan asam (seperti nanas, jeruk, lemon, stroberi).
  • Bagi Anda yang menggunakan kawat gigi, bisa mencegah luka sariawan di gusi dan area rongga mulut lainnya dengan wax gigi atau lilin. Lilin ini berfungsi untuk melapisi kawat gigi yang terasa tajam agar tidak melukai rongga mulut. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter gigi terlebih dahulu sebelum memutuskan menggunakan wax gigi.
Sariawan di gusi umumnya bukan kondisi yang membahayakan dan dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, bila sariawan di gusi tidak kunjung sembuh, berukuran sangat besar, terus menerus muncul, disertai keluhan lain (seperti demam), sebaiknya segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.
sariawanpenyakitkesehatan mulut
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615
Diakses pada 11 Mei 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/stomatitis-overview-4584883
Diakses pada 11 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/dental-and-oral-health/how-to-get-rid-of-canker-sores
Diakses pada 11 Mei 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/canker-sore/
Diakses pada 11 Mei 2020
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/canker-sore/causes-prevention/
Diakses pada 11 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait