Alami Alergi Kosmetik? Ketahui Penyebab dan Cara Mengobatinya


Alergi kosmetik adalah suatu reaksi pada kulit atau bagian tubuh tertentu akibat kandungan bahan aktif tertentu tertentu. Biasanya, ciri-ciri muka alergi kosmetik adalah kulit terasa gatal dan memerah.

(0)
Alergi kosmetik dan produk kecantikan kulit lainnya mungkin saja dialami oleh beberapa orangCiri-ciri alergi kosmetik adalah kulit terasa gatal, sensasi rasa perih, hingga kulit kering dan pecah-pecah
Alergi kosmetik dan produk kecantikan kulit lainnya mungkin saja dialami oleh beberapa orang. Kondisi ini bisa terjadi apabila produk yang digunakan mengandung bahan berbahaya sehingga menimbulkan reaksi negatif pada kulit.Beberapa produk kosmetik yang dapat menimbulkan alergi, di antaranya make up, skincare, tabir surya, sampo, sabun, deodoran, parfum, pewarna rambut, hingga cat kuku.Ketahui ciri-ciri dan cara mengobati alergi kosmetik dalam artikel berikut ini.

Penyebab alergi kosmetik dapat terjadi

Keinginan untuk tampil cantik dan menawan terkadang bisa menyebabkan masalah kulit yang serius. Salah satunya adalah alergi kosmetik.Alergi kosmetik adalah suatu reaksi pada kulit atau bagian tubuh tertentu yang disebabkan oleh paparan alergen, yakni zat yang dikenal berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh.Beberapa penyebab alergi kosmetik yang umum terjadi adalah sebagai berikut.

1. Kandungan zat dalam produk kosmetik

Salah satu penyebab alergi kosmetik adalah kandungan zat di dalamnya. Ada beberapa kandungan zat dalam produk kosmetik yang justru menimbulkan reaksi negatif tertentu pada kulit. Misalnya, kandungan zat pengawet, seperti paraben, imidazolidinyl urea, Quaternium-15, DMDM hydantoin, phenoxyethanol, methylchloroisothiazolinone, dan formaldehyde.Selain itu, beberapa kandungan zat lainnya yang rentan menimbulkan alergi kosmetik, yakni: 

1. Zat pewangi

Salah satu kandungan zat penyebab alergi kosmetik yang paling umum adalah pewangi. Beberapa produk skincare, seperti krim dan serum wajah hingga sampo biasanya mengandung zat pewangi. Zat pewangi adalah bahan kimia yang kerap digunakan sebagai pelengkap dalam produk kosmetik. Bahkan, produk berlabel “tidak mengandung wewangian” sekalipun terkadang masih mengandung zat pewangi untuk memberi efek aroma yang harum saat digunakan. Orang yang mengalami alergi kosmetik akibat kosmetik yang mengandung zat wewangian akan mengalami ruam kulit, bersin, mengi, sakit kepala, hingga masalah pernapasan. 

2. Logam

Logam juga menjadi kandungan zat penyebab alergi kosmetik dapat terjadi. Logam, seperti zinc, kobalt, zat besi, merkuri, dan alumunium, mungkin ditemukan pada sejumlah produk kosmetik, seperti lipstik, eyeliner, pewarna rambut, hingga cat kuku. 

3. Sulfat

Sodium laureth sulfate dan sodium lauryl sulfate adalah kedua jenis kandungan sulfat yang dapat menyebabkan alergi kosmetik. Kandungan SLS umum ditemukan dalam sejumlah produk pembersih kulit, seperti sabun mandi, sampo, hingga sabun bayi. SLS dapat menyebabkan kulit jadi iritasi, kering, hingga ruam. 

4. Emolien

Emolien adalah salah satu kandungan dalam produk kosmetik dan perawatan kulit yang baik. Sejumlah jenis emolien yang umum digunakan pada produk kosmetik dan skincare adalah lanolin, cocoa butter, isopropyl palmitate, isosterate, coconut butter, dan myristyl lactate.Sayangnya, tidak semua jenis kulit cocok menggunakan produk kosmetik dan skincare yang mengandung emolien. Beberapa jenis emolien justru rentan menimbulkan jerawat pada orang yang rentan berjerawat. 

5. Minyak esensial

Kandungan penyebab alergi kosmetik berikutnya adalah minyak esensial. Minyak esensial biasanya ditemukan dalam krim dan serum wajah, sabun pembersih wajah, sabun mandi, dan produk scrub. Namun, beberapa jenis kandungan minyak esensial bisa saja menimbulkan reaksi alergi pada kulit. Akibatnya, timbul ruam, kulit kering mengelupas, kulit kemerahan, jerawat, dan reaksi alergi lainnya. 

6. Kandungan asam

Meski berfungsi untuk mengelupas sel kulit mati, penggunaan produk kosmetik dan skincare mengandung asam dapat menyebabkan alergi pada beberapa orang. Beberapa kandungan asam yang mungkin ditemukan dalam produk skincare adalah golongan asam AHA (glycolic acid, lactic acid), dan BHA (asam salisilat). Pada beberapa orang yang mengalami alergi, penggunaan produk skincare mengandung asam bisa menyebabkan kulit kering, purging, hingga jerawat bruntusan. 

2. Dermatitis

Penyebab alergi deterjen cuci pakaian berikutnya adalah dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah kondisi kulit iritasi yang menyebabkan ruam dan peradangan pada kulit.Ada dua jenis dermatitis kontak, yakni dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi. Apa perbedaannya?

1. Dermatitis kontak iritan

Dermatitis kontak iritan adalah kondisi kulit yang mengalami iritasi saat bersentuhan dengan produk kosmetik tertentu. Kondisi kulit ini dapat terjadi dengan cepat, yakni hanya dalam waktu beberapa menit atau beberapa jam setelah terpapar zat iritan. Meski demikian, terkadang, kulit membutuhkan waktu beberapa hari atau minggu untuk memunculkan reaksinya. Berbeda dengan reaksi alergi, penyakit kulit ini hanya bereaksi terhadap kandungan zat yang terkandung pada produk kosmetik, bukan pada sistem kekebalan tubuh Anda. 

2. Dermatitis kontak alergi

Dermatitis kontak alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap kandungan bahan dalam produk kosmetik. Gejalanya, berupa kulit terasa gatal, kemerahan, dan bengkak. Reaksi tersebut biasanya akan muncul sekitar 12-48 jam setelah kulit terpapar produk kosmetik atau skincare

Ciri-ciri muka alergi kosmetik

ruam kulit jadi salah satu ciri muka alergi kosmetik
Kulit wajah memerah akibat alergi kosmetik
Ciri-ciri muka alergi kosmetik bisa muncul secara langsung atau beberapa jam kemudian setelah menggunakan produk perawatan kulit dan kecantikan tertentu. Berbagai ciri-ciri muka alergi kosmetik adalah sebagai berikut. 
  • Muncul ruam
  • Kulit gatal-gatal
  • Muncul bintik merah kecil
  • Sensasi rasa gatal, perih, atau terbakar
  • Kulit kering dan pecah-pecah
  • Area bibir dan mata membengkak
  • Mata gatal, berair, dan memerah
  • Lidah dan bibir membengkak
Meski umumnya ciri-ciri muka alergi kosmetik tergolong ringan, pada beberapa kasus yang jarang terjadi, kondisi ini dapat menimbulkan anafilaksis. Anafilaksis adalah reaksi alergi parah yang bisa mengancam nyawa. 

Cara mengobati alergi kosmetik dengan tepat

Pada dasarnya, cara mengobati alergi kosmetik tergantung pada jenis, lokasi, dan tingkat keparahan alergi kosmetik yang dialami. Untuk reaksi alergi yang tergolong ringan, Anda bisa melakukan pertolongan pertama pada alergi kosmetik di rumah. Secara umum, cara mengobati alergi kosmetik adalah sebagai berikut. 

1. Segera hentikan penggunaan kosmetik 

alergi kosmetik bisa diatasi dengan menghentikan penggunaannya
Hentikan penggunaan bila muncul ciri-ciri alergi
Salah satu cara mengobati alergi kosmetik adalah segera menghentikan penggunaannya. Tetap melanjutkan penggunaan produk kosmetik atau skincare justru dapat memperparah kondisi kulit. Anda juga disarankan untuk tidak melakukan scrub pada wajah atau menggunakan sabun dan krim yang mengandung wewangian. 

2. Gunakan kompres dingin

Cara mengobati alergi kosmetik berikutnya adalah menggunakan kompres dingin. Pertolongan pertama pada alergi kosmetik ini bertujuan untuk mengurangi peradangan sekaligus menenangkan kulit yang terasa gatal. Cara melakukannya, basahi handuk atau kain bersih dengan air dingin, peras airnya.Kemudian, tempelkan pada area kulit wajah yang mengalami alergi.Lakukan langkah ini beberapa kali bila dibutuhkan, untuk meredakan rasa tidak nyaman. 

3. Oleskan pelembap

Alergi kosmetik bisa diobati dengan penggunaan pelembap
Penggunaan pelembap untuk melembapkan kulit yang alergi
Cara mengobati alergi kosmetik bisa pula dengan mengoleskan pelembap. Anda bisa menemukan pelembap yang dijual bebas di apotek atau salep emolien resep dokter. Penggunaan pelembap bertujuan untuk melembapkan kulit kering serta mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan.Di samping itu, fungsi pelembap juga dapat membantu melindungi lapisan kulit dari paparan zat alergen. 

4. Minum obat antihistamin

Minum obat antihistamin menjadi cara mengobati alergi kosmetik. Selain dalam bentuk obat tablet, antihistamin juga hadir dalam bentuk krim salep, obat tetes mata, dan semprotan hidung. Anda bisa mendapatkan obat antihistamin yang dijual bebas di apotek untuk meredakan reaksi kulit kemerahan, ruam gatal, biduran, hingga pembengkakan pada wajah. Antihistamin juga dapat membantu meringankan gejala alergi lainnya, seperti mata berair, hidung berair, dan sulit bernapas.  

5. Kortikosteroid 

Kortikosteroid juga dapat digunakan sebagai cara mengobati alergi kosmetik. Kortikosteroid umumnya terdapat pada krim topikal, obat dalam bentuk semprot, serta obat tetes mata. Steroid dapat membantu meringankan rasa gatal dan peradangan yang muncul sebagai ciri-ciri muka alergi kosmetik. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan krim steroid sebagai cara mengobati alergi kosmetik. Pasalnya, steroid biasanya tidak boleh dibeli secara bebas di apotek. 

Cara mencegah alergi kosmetik muncul di kemudian hari

Langkah pencegahan tentu lebih baik daripada mengobati. Maka dari itu, jika Anda rentan mengalami alergi atau sensitif terhadap penggunaan kandungan produk kosmetik dan skincare tertentu, ada baiknya untuk melakukan berbagai cara mencegah alergi kosmetik berikut ini. 

1. Baca daftar kandungan bahan aktif yang tercantum pada kemasan

Salah satu cara mencegah alergi kosmetik adalah dengan selalu membaca daftar kandungan bahan aktif yang tercantum pada kemasan produk. Dengan mengetahui kandungan apa saja yang rentan menjadi penyebab alergi kulit, Anda bisa menghindari penggunaannya. 

2. Lakukan tes pada kulit

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, Anda bisa melakukan tes pada kulit terlebih dahulu sebelum menggunakan berbagai produk kosmetik dan perawatan kulit. Langkah ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya reaksi iritasi atau alergi yang ditimbulkan akibat penggunaan produk kosmetik dan perawatan kulit. Caranya, oleskan produk kosmetik atau perawatan kulit pada area kulit pergelangan tangan atau siku. Kemudian, diamkan selama 48-72 jam guna melihat reaksinya pada kulit. Jika Anda mengalami reaksi alergi berupa kulit kemerahan, membengkak, gatal, atau sensasi rasa terbakar, sebaiknya jangan gunakan produk tersebut. Sebaliknya, bila kulit tidak mengalami reaksi apa pun, maka Anda mungkin tergolong aman untuk menggunakannya. 

3. Pilih produk skincare berlabel hypoallergenic dan noncomedogenic

Pastikan Anda memilih produk skincare berlabel hypoallergenic dan noncomedogenic guna menghindari reaksi alergi. Hypoallergenic artinya adalah tidak rentan. Sedangkan, noncomedogenic adalah tidak rentan menyumbat pori-pori. Meski demikian, beberapa produk dengan dua label tersebut bisa saja masih menimbulkan reaksi negatif. Maka dari itu, Anda tetap perlu melakukan tes pada kulit guna mengetahui ada tidaknya reaksi negatif pada kulit. 

4. Gunakan produk kosmetik wewangian pada pakaian

Hindari menggunakan parfum atau produk kosmetik mengandung wewangian langsung pada kulit saat pertama kali pemakaian. Sebaiknya, semprotkan produk tersebut pada pakaian terlebih dahulu guna meminimalisir efek samping yang terjadi. Umumnya, alergi kosmetik dapat berangsur hilang dengan melakukan berbagai cara mengobati alergi kosmetik seperti yang sudah dijelaskan di atas. Namun, Anda perlu memeriksakan kondisi alergi ke dokter apabila cara mengobati alergi kosmetik di atas tidak kunjung meredakan rasa gatal dan ciri-ciri muka alergi kosmetik lainnya selama beberapa hari. Dokter akan memberikan rekomendasi pengobatan yang tepat sesuai dengan penyebab alergi kosmetik yang Anda alami. Jika masih ada pertanyaan seputar ciri-ciri muka alergi kosmetik, konsultasikan langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.
makeupperawatan kulitalergiperawatan wajah
Web MD. https://www.webmd.com/allergies/cosmetics
Diakses pada 6 Januari 2021
Web MD. https://www.webmd.com/beauty/skin-reactions#1
Diakses pada 6 Januari 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321376#prevention
Diakses pada 6 Januari 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/allergic-to-skin-care-products-4121121
Diakses pada 6 Januari 2021
Dermnet NZ. https://dermnetnz.org/topics/contact-reactions-to-cosmetics/
Diakses pada 6 Januari 2021
US Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/cosmetics/cosmetic-ingredients/allergens-cosmetics
Diakses pada 6 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait