Akibat Pemanasan Global Terhadap Bumi dan Kesehatan Manusia


Akibat pemanasan global akan menyebabkan terjadinya pergeseran cuaca dan punahnya spesies langka. Manusia juga dalam bahaya karena bisa muncul penyakit baru.

0,0
05 Sep 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Akibat pemanasan global akan menyebabkan terjadinya pergeseran cuaca dan punahnya spesies langkaPemanasan global bisa meningkatkan infeksi penyakit
Akibat pemanasan global membuat bumi menjadi semakin panas dan berdampak langsung pada ekosistem di dalamnya. Seluruh makhluk hidup bisa melihat dan merasakan secara langsung dampak dari fenomena yang sedang terjadi ini. Pemanasan global ini terjadi akibat campur tangan manusia dalam melakukan aktivitasnya.Penggunaan bahan bakar yang diambil dari dalam bumi menjadi salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Bahan bakar fosil tersebut akan menghasilkan gas karbondioksida yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca.Bukan hanya itu, alih fungsi hutan menjadi perkebunan atau bangunan juga bisa menyebabkan fenomena ini. Faktor-faktor tersebut akan menyebabkan suhu panas dari bumi terjebak di dalam atmosfer.Pada akhirnya, pemanasan global ini membuat dampak yang sangat besar bagi bumi. Untuk melihat segala akibat yang ditimbulkan, simak paparannya di bawah ini.

Penyakit yang muncul akibat pemanasan global

Sebuah penelitian mencatatkan bahwa pemanasan global bisa meningkatkan infeksi penyakit. Biarpun begitu, infeksi penyakit yang ditimbulkan sebenarnya tidak terjadi secara langsung. Semua bisa terjadi karena banyak faktor, seperti makanan, persediaan air bersih, hingga lokasi tempat tinggal.Berikut beberapa penyakit yang bisa disebabkan oleh pemanasan global:Virus penyakit tersebut dibawa oleh nyamuk dalam penularannya. Nyamuk ini bisa berkembang biak karena suhu hangat yang ada di bumi.

Akibat pemanasan global untuk seluruh ekosistem bumi

Pemanasan global sebenarnya membawa keuntungan untuk negara beriklim dingin. Fenomena ini menurunkan tingkat kematian pada saat musim dingin. Sayangnya, dampak buruk yang ditimbulkan lebih banyak dan dirasakan oleh seluruh bumi. Berikut akibat pemanasan global:

1. Es di kutub mencair

Pemanasan global akan membuat bumi semakin panas. Dampak pertama yang ditimbulkan adalah mencairnya es di kutub. Apabila ini tidak dihentikan, seluruh es yang ada di Kutub Utara bisa akan mencair sepenuhnya.

2. Naiknya permukaan air laut

Jika es yang ada di kutub mencair, tentunya akan meningkatkan volume air laut yang ada di seluruh dunia. Kondisi ini tentunya berbahaya untuk masyarakat di daerah pesisir pantai. Pasalnya, air laut lambat-laun akan segera merendam permukaan. Bukan tidak mungkin juga ada beberapa pulau di dunia yang akan tenggelam.

3. Kekurangan air bersih

Efek domino yang ditimbulkan saat air laut naik adalah kelangkaan air bersih. Air laut akan meresap ke dalam tanah sehingga menyebabkan rasa air tanah menjadi asin. Jika semakin banyak sumber air tanah yang sudah tercampur air laut, krisis air bersih akan terjadi di berbagai lokasi.

4. Rusaknya terumbu karang

Air laut bukan hanya bertambah tinggi permukaannya. Suhu air juga akan menjadi lebih panas. Dampaknya, terumbu karang yang jadi tempat berbagai ekosistem di laut pun akan rusak. Air laut yang semakin panas juga akan berdampak langsung bagi ikan di permukaan yang bisa mati karena kepanasan.

5. Kebakaran hutan

Akibat pemanasan global juga bisa menimbulkan kebakaran. Hal ini terjadi lantaran gelombang panas yang membuat suhu di satu daerah berubah secara drastis. Hutan yang terbakar akan menimbulkan dampak yang lebih besar lagi.

6. Kabut asap

Kabut asap sudah bukan barang baru di Indonesia. Wilayah Sumatera dan Kalimantan pernah dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan yang ditengarai oleh perubahan suhu. Kabut asap dari kebakaran hutan akan membuat pernapasan terganggu. Selain itu, karbon dioksida dari kabut asap juga akan menurunkan pH air laut.Kabut asap akan menimbulkan gangguan pernapasan, batuk, kesulitan bernapas, mata merah, hingga memperburuk asma. 

7. Terjadi pergeseran cuaca

Dampak yang bisa terjadi akibat pemanasan global adalah pergeseran cuaca. Musim hujan bisa jadi lebih panjang di Indonesia. Di negara dengan empat musim, musim dingin bisa saja lebih singkat atau malah musim panas yang lebih panjang. Tentunya, fenomena ini akan memengaruhi kehidupan tumbuhan dan hewan.

8. Sering terjadi bencana alam

Saat curah hujan makin tinggi, risiko bencana banjir pun akan makin tinggi pula. Banjir di Indonesia sekarang bukan hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di dataran rendah. Beberapa lokasi yang jauh dengan pantai juga sudah merasakan bencana banjir besar yang memakan banyak korban.Bencana banjir sendiri akan menimbulkan berbagai penyakit seperti gatal-gatal, penyakit kulit, diare, mual, muntah, bahkan terserang leptospirosis.

9. Krisis pangan

Dampak yang lebih jauh dari akibat pemanasan global adalah bahan makanan yang makin sulit didapatkan. Pasalnya, cuaca ekstrem membuat banyak petani harus menghadapi gagal panen. Selain itu, bencana alam lainnya juga membuat kerusakan pada sawah, ladang, dan kebun. Krisis pangan ini yang akan menyebabkan bencana kelaparan atau gizi buruk di berbagai tempat.

10. Gempa bumi

Suhu panas pun akan berpengaruh pada kondisi lempeng bumi. Hal ini akan membuat lempeng bumi menjadi lebih mudah bergeser. Saat itu terjadi, daratan akan mengalami gempa bumi yang besar.

Catatan dari SehatQ

Dampak pemanasan global sekarang sudah bisa dirasakan dan Anda bisa mencegahnya mulai dari diri sendiri. Selain kelaparan dan bencana, manusia juga bisa mengidap penyakit yang bisa muncul akibat suhu bumi yang mudah menghangat. Penyakit yang dibawa tentu sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.  Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit yang disebabkan oleh pemanasan global, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
demam berdarah denguemalariabanjirviral encephalitis
WHO https://www.who.int/publications/cra/chapters/volume2/1543-1650.pdf?ua=1
Diakses pada 23 Agustus 2021
AAFA https://www.aafa.org/media/1634/extreme-allergies-global-warming-report-2010.pdf
Diakses pada 23 Agustus 2021
WHO https://www.who.int/ceh/capacity/climatechange.pdf
Diakses pada 23 Agustus 2021
WHO https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/climate-change-and-health
Diakses pada 23 Agustus 2021
NCBI https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3766891/
Diakses pada 23 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait