Akibat Makan Permen Berlebihan yang Berbahaya Bagi Tubuh


Akibat makan permen berlebihan untuk anak adalah gigi berlubang, obesitas, malnutrisi, naiknya risiko diabetes, hingga hambatan perkembangan. Orang tua perlu membatasi konsumsinya dengan baik.

(0)
05 May 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Akibat makan permen berlebihan tak hanya gigi berlubangAkibat makan permen berlebihan bisa berbahaya bagi kesehatan
Akibat makan permen berlebihan untuk anak ada beragam. Tak hanya bisa memicu gigi berlubang, risiko obesitas hingga diabetes juga akan meningkat. Orang tua perlu mewaspadai hal ini dan mulai membatasi porsi makanan manis anak sejak dini.Anak mungkin tidak akan mengerti dengan baik alasan tidak boleh makan permen setiap hari. Jadi selain melarang mentah-mentah, Anda juga perlu memberikan pengertian serta melakukan trik tertentu yang lebih sehat agar keinginan anak mengonsumsi makanan manis tetap bisa terpenuhi secara terkontrol.

Akibat makan permen setiap hari

Selain gula, permen mengandung banyak bahan tambahan lain seperti lemak, pengawet, pewarna, dan perasa buatan. Meski mengonsumsinya sesekali tidaklah dilarang, namun makan permen terlalu sering bisa memicu berbagai efek negatif bagi kesehatan, seperti:
Akibat makan permen berlebihan adalah gigi berlubang
Permen bisa menyebabkakn gigi berlubang

1. Gigi berlubang

Permen adalah salah satu makanan tinggi gula yang konsistensinya lengket. Kedua sifat yang sangat ideal untuk memicu terjadinya gigi berlubang.Gula adalah makanan utama bakteri penyebab gigi berlubang dan dengan konsistensinya yang lengket, sisa permen akan lebih sulit dibersihkan terutama jika terselip di sela-sela gigi.

2. Obesitas

Bahan yang digunakan untuk membuat permen seperti cokelat, karamel, dan gula mengangung banyak kalori. Beberapa permen juga menggunakan lemak sebagai salah satu bahan pembuatnya.Hal ini membuat permen masuk sebagai salah satu makanan tinggi kalori. Asupan kalori berlebih di tubuh akan memicu kenaikan berat badan yang jika terus menerus terjadi, dapat berkembang menjadi obesitas.

3. Memicu malnutrisi

Akibat makan permen berlebihan, anak juga bisa mengalami malnutrisi. Perlu diingat bahwa malnutrisi tidak selalu ditandai dengan berat badan yang kurang dari normal. Anak bisa saja terlihat gemuk atau memiliki berat badan normal namun mengalami malnutrisi.Hal ini dapat terjadi saat anak tidak mendapatkan cukup nutrisi dalam makanan hariannya. Saat anak makan terlalu banyak permen, ia akan merasa kenyang sehingga sulit makan.Jika hal ini terjadi, perut anak yang seharusnya terisi oleh sayur, buah, karbohidrat, protein, dan makanan sehat yang lain justru terisi oleh permen yang tidak memiliki nilai gizi yang signifikan selain lemak dan kalori yang tinggi.
Akibat makan permen setiap hari adalah diabetes
Makan permen setiap hari bisa meningkatkan kadar gula darah

4. Meningkatkan risiko penyakit kronis

Asupan gula berlebih akan meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit kronis yang berbahaya seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker. Risiko tersebut akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

5. Mengganggu perkembangan

Terlalu banyak makan permen juga bisa mengganggu perkembangan anak, terutama jika anak sampai kekurangan protein dan lemak sehat yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang, otot, otak, dan saraf.Saat anak lebih memilih makan permen dibanding makanan berat, maka dalam jangka panjang, gangguan perkembangan ini akan terjadi dan membuat ia rentan terkena berbagai penyakit saat dewasa nanti.

Tips mengurangi asupan manis pada anak

Melarang anak makan permen bukanlah hal yang mudah, terutama jika ia terbiasa mengonsumsi sesuatu yang manis setiap hari. Meski begitu, bukan berarti kebiasaan ini tidak bisa diubah.Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi asupan manis pada anak.

• Buat jadwal khusus untuk makan permen

Makan permen tidak perlu sepenuhnya dilarang. Anda hanya perlu untuk menguranginya. Salah satu caranya adalah dengan membuat jadwal makan permen untuk anak.Misalnya, Anda memperbolehkan anak makan permen hanya satu minggu sekali di hari Sabtu. Anda juga dapat membatasi konsumsi permen dengan hanya memberikannya setelah anak makan, sehingga ia sudah merasa kenyang dan tidak terlalu banyak ngemil permen.

• Kenalkan jenis makanan manis yang sehat, seperti buah segar

Mendapatkan rasa manis tidak harus selalu bersumber dari permen, es krim, atau cokelat. Buah segar seperti pisang, melon, semangka, atau apel juga akan memberikan rasa manis di lidah dan jauh lebih sehat untuk tubuh.Untuk membatasi anak makan permen, orang tua bisa mulai mengenalkan pada anak bahwa buah juga termasuk sebagai salah satu jenis makanan manis (dessert). Dengan begitu, anak akan dengan senang hati menerima asupan manisnya dari bahan yang jauh lebih sehat daripada permen.

• Jangan ganti konsumsi permen dengan jus buah

Meski buah segar utuh adalah alternatif permen yang baik untuk anak, namun peran tersebut tidak bisa diganti oleh jus buah.Pasalnya, jus buah mengandung gula lebih banyak dibanding buah segar, sehingga tidak bisa didapuk sebagai alternatif yang lebih sehat dibanding permen.

• Biasakan anak minum susu murni tanpa perasa

Susu dengan beragam rasa, teh, soda, maupun minuman manis lain juga bukan alternatif yang lebih baik dari permen. Sehingga, saat Anda sedang membatasi anak mengonsumsi permen ataupun makanan manis lainnya, biasakan anak minum air putih atau susu murni tanpa perasa.Kedua minuman tersebut akan memberikan banyak manfaat untuk kesehatan Si Kecil, termasuk mendukung perkembangan tulang.

• Buat cemilan manis sendiri

Salah satu cara untuk membatasi asupan gula Si Kecil adalah dengan memberikannya cemilan buatan rumah, dibanding dengan membelinya di supermarket.Saat anak sedang ingin sesuatu yang manis, dibanding memberikannya permen, Anda dapat memberikannya cemilan manis yang mudah dibuat sendiri seperti kue yang gulanya diganti dengan pemanis alami seperti kurma.Bukan tanpa alasan anak tidak disarankan makan permen setiap hari oleh para pakar kesehatan. Dampak buruk kebiasaan makan yang salah ini tidak hanya akan dirasakan sekarang, tapi juga di masa depan.Orang tua perlu mengatur strategi tersendiri soal membatasi asupan gula pada anak. Salah satu kuncinya adalah dengan tidak membiasakannya mengonsumsi terlalu banyak gula sejak masa MPASI.Anak yang tumbuh dengan makanan yang tidak terlalu banyak gula, biasanya juga tidak akan terlalu sering ngidam makanan manis.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pola makan yang sehat bagi anak maupun nutrisi makanan yang dibutuhkan setiap harinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
diabetesnutrisi anakgigi berlubang
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/what-to-do-when-your-child-eats-too-much-sugar/
Diakses pada 20 April 2021
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/How-to-Reduce-Added-Sugar-in-Your-Childs-Diet.aspx
Diakses pada 20 April 2021
Parents. https://www.parents.com/kids/nutrition/healthy-eating/how-to-tame-your-kids-sweet-tooth-in-30-days/
Diakses pada 30 April 2021
Ministry of Health Saudi Arabia. https://www.moh.gov.sa/en/HealthAwareness/EducationalContent/BabyHealth/Pages/ChildrenAndDessert.aspx
Diakses pada 30 April 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/is-too-much-sugar-harmful-to-kids-22337
Diakses pada 30 April 2021
Live Strong. https://www.livestrong.com/article/368320-the-effects-of-candy-on-the-body/
Diakses pada 30 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait