6 Dampak Buruk Akibat Kurang Tidur pada Sistem Tubuh Anda

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kardiovaskular, seperti penyakit jantung
Kurang tidur dapat mengakibatkan gangguan pada kulit di sekitar mata

Tidur merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. Lama tidur yang dibutuhkan oleh setiap orang berbeda-beda. Hal ini ditentukan berdasarkan usia. Seseorang dalam usia produktif memerlukan tidur selama 7 sampai 9 jam dalam sehari. Pada anak, durasi tidur yang diperlukan lebih lama, sebanyak 10-11 jam dalam sehari. Jika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan tidur tersebut, atau bahkan jam tidur yang didapatkan jauh dari angka ideal, maka ia dapat mengalami kondisi kurang tidur.

Dampak Buruk yang Terjadi Akibat Kurang Tidur

Kurang tidur dapat berdampak pada kesehatan tubuh dan mental seseorang. Untuk memahami lebih jelas mengenai dampak kondisi ini, berikut adalah penjelasan mengenai gangguan berbagai sistem dalam tubuh yang dapat terjadi akibat kurang tidur:

1. Sistem Saraf Pusat

Kekurangan tidur akan mengakibatkan otak menjadi lelah sehingga konsentrasi menjadi terganggu. Kurang tidur juga berdampak pada peningkatan risiko kecelakaan lalu lintas akibat kantuk dan tidak fokus. Saat mengantuk, secara tidak sadar Anda dapat mengalami ketiduran dalam waktu singkat. Ini tentunya sangat membahayakan jiwa apabila terjadi ketika saat berkendara. Anda juga menjadi rentan untuk jatuh dan tersandung ketika berjalan.

Dampak buruk akibat kurang tidur juga terjadi pada suasana hati (mood) yang Anda miliki sepanjang hari. Anda akan mudah mengalami perubahan mood (mood swing) dan menjadi kurang sabar. Keadaan yang lebih emosional ini dapat berdampak besar ketika Anda diharuskan mengambil keputusan penting dan dapat mengganggu produktivitas kerja Anda.

Apabila kondisi kurang tidur menjadi kronis, masalah lain seperti gangguan halusinasi dapat muncul. Halusinasi yang umumnya dialami berupa halusinasi auditorik, yaitu kondisi di mana seseorang mendengar suara yang sebenarnya tidak ada. Selain itu, halusinasi visual juga bisa terjadi.

Pada seseorang yang memiliki gangguan bipolar, kekurangan tidur dapat memicu munculnya episode mania. Risiko gangguan kejiwaan lain yang dapat terjadi akibat kurang tidur, yaitu perilaku impulsif, kecemasan, depresi, paranoia, hingga keinginan bunuh diri.

2. Sistem Pencernaan

Obesitas dapat terjadi akibat kurang tidur. Tidur memengaruhi proses pembentukan dua hormon, yaitu leptin dan ghrelin. Keduanya berperan dalam mengontrol rasa lapar dan kenyang yang dirasakan seseorang. Peningkatan hormon leptin akan memberikan sinyal pada otak ketika kebutuhan makan tercukupi, sedangkan ghrelin memberikan stimulasi lapar. Fluktuasi pada kedua hormon inilah yang menimbulkan kondisi lapar pada tengah malam ketika kurang tidur.

Kekurangan tidur juga dapat menurunkan sensitivitas insulin terhadap gula darah sehingga keseimbangan gula darah akan terganggu. Dalam hal ini, dapat memicu obesitas hingga gangguan tidur berupa Obstructive Sleep Apnea (OSA).

Tidur berperan penting dalam menjaga jantung tetap sehat. Tidur akan memengaruhi pengaturan inflamasi, tekanan darah, dan kadar gula darah. Tidur juga akan membantu penyembuhan dan pemulihan jantung serta pembuluh darah ketika terjadi gangguan. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kardiovaskular. Beberapa penelitian menunjukkan peningkatan serangan jantung dan stroke berhubungan dengan insomnia.

4. Sistem Kekebalan Tubuh

Pada saat tidur, tubuh secara aktif memproduksi zat sitokin. Sitokin adalah zat protektif bagi tubuh yang berfungsi melawan benda asing, seperti bakteri dan virus. Kekurangan tidur dapat menyebabkan hambatan dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh. Tubuh menjadi lebih rentan terinfeksi bakteri dan virus. Selain itu, proses pemulihan tubuh ketika sakit menjadi lebih lama.

5. Sistem Endokrin

Produksi hormon dalam tubuh dipengaruhi oleh kondisi tidur Anda. Salah satunya hormon testosteron. Hormon ini diproduksi setidaknya 3 jam sewaktu tidur. Pada anak-anak dan remaja, gangguan pada hormon pertumbuhan juga dapat terjadi. Hormon ini membantu pertumbuhan otot dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak. Tidur dan aktivitas fisik merangsang kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon pertumbuhan. Maka, tidur yang cukup dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan semasa pubertas. 

6. Dampak pada Kulit

Ada banyak sekali permasalahan kulit yang muncul, baik jangka panjang maupun jangka pendek, akibat kurang tidur. Salah satu yang paling kelihatan adalah munculnya mata panda atau lingkaran hitam pada mata. Kulit juga akan terlihat pucat dan mengalami dehidrasi. Selain itu, kurang tidur akan menghambat proses pemulihan luka, pertumbuhan kolagen, hidrasi, dan tekstur kulit.

Pepatah mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati. Maka dari itu, setelah mengetahui berbagai akibat kurang tidur, ayo penuhi kebutuhan tidur setiap harinya untuk mencegah kondisi kurang tidur.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/307334.php
Diakses pada Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep-deprivation/effects-on-body
Diakses pada Mei 2019

National Sleep Foundation. https://www.sleepfoundation.org/press-release/national-sleep-foundation-recommends-new-sleep-times
Diakses pada Mei 2019

MD Edge. https://www.mdedge.com/obgyn/article/130640/aesthetic-dermatology/beauty-sleep-sleep-deprivation-and-skin
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed