logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Akibat Kurang Serat Tidak Hanya Sembelit, Ini yang Terjadi pada Tubuh

open-summary

Serat menjadi nutrisi penting yang harus diseimbangkan asupannya. Tanda dan akibat kekurangan serat dari diet pun dapat beragam, mulai dari sembelit hingga naik bobot.


close-summary

23 Des 2019

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Akibat kurang serat dapat beragam, mulai dari sembelit, mual, hingga naiknya berat badan

Konstipasi, yang ditandai dengan feses keras, dapat terjadi karena tubuh kekurangan serat

Table of Content

  • Akibat kurang serat yang harus diwaspadai
  • Sumber serat yang bisa rutin dikonsumsi
  • Dampak terlalu banyak mengonsumsi serat untuk kesehatan
  • Perlukah mengonsumsi suplemen serat?

Serat pangan, sebagai jenis karbohidrat kompleks menjadi nutrisi penting untuk tubuh. Kebutuhan serat per hari seseorang bergantung pada jenis kelamin dan usia. Kebutuhan serat orang dewasa umumnya adalah sekitar 29-37 gram serat per hari. Akibat kurang serat dari makanan yang dikonsumsi pun dapat beragam, yang beberapa di antaranya dapat berbahaya bagi tubuh.

Advertisement

Akibat kurang serat yang harus diwaspadai

Serat adalah nutrisi penting yang diperlukan tubuh dan baik untuk sistem pencernaan. Kurang makan makanan yang mengandung serat dapat menyebabkan penyakit:

1. Sembelit

Gangguan pencernaan yang disebabkan kurang makanan berserat salah satunya adalah susah buang air besar. Serat yang larut dalam air membantu feses lebih lunak, sehingga lebih mudah melewati usus.

Sementara itu, serat yang tak larut dalam air akan menambah bobot kotoran sehingga mempercepat proses keluarnya dari tubuh.

Manfaat kedua jenis serat tersebut membantu mencegah terjadinya sembelit, atau kondisi yang menyebabkan sulitnya kotoran dikeluarkan seseorang. Sembelit pun dapat ditandai dengan feses yang keras dan kering.

2. Naiknya berat badan

Makanan berserat, terutama serat yang larut dalam air, dapat memberikan sensasi rasa kenyang pada perut. Apabila jarang mengonsumsi makanan berserat, Anda akan lebih berisiko untuk makan lebih banyak. Hal ini tentu akan memicu naiknya berat badan.

Serat akan difermentasikan oleh bakteri baik di usus. Proses fermentasi tersebut akan menghasilkan asam lemak tertentu, yang dapat mengurangi lemak di perut.

Bakteri baik di usus juga dapat melawan peradangan. Peradangan di tubuh, salah satunya, dapat menimbulkan kenaikan bobot dan obesitas.

3. Naik turunnya gula darah

Serat yang masuk ke tubuh tidak akan dicerna oleh saluran pencernaan. Karena tidak dicerna, makanan yang mengandung tinggi serat lebih berkemungkinan kecil memicu lonjakan kadar gula darah.

Konsumsi serat yang cukup sangat disarankan agar gula darah Anda tetap terkendali, terutama pada penderita diabetes.

Studi terbaru di tahun 2019 juga menemukan, serat dapat membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Sebagai tambahan, studi yang sama pun menemukan bahwa konsumsi serat yang cukup dapat menurunkan kolesterol, gula darah, dan tekanan darah pada partisipan penelitian.

4. Rasa lelah dan mual karena makanan

Akibat kurang serat dapat menyebabkan lelah dan mual. Apabila sebagian besar makanan Anda hanya berasal dari produk hewani, seperti daging, telur, dan susu, dan kurang serat, kadar kolesterol akan lebih berisiko untuk meningkat. Kondisi ini pun dapat memicu mual, rasa lelah, dan rasa lemas.

5. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Penelitian menunjukkan, seseorang yang mengonsumsi makanan kaya serat cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung koroner

6. Komplikasi jangka panjang pada diabetes

Pada penderita diabetes, akibat kurang serat juga bisa menimbulkan risiko jangka panjang diabetes. Sedangkan, pada orang yang tidak menderita diabetes, mengonsumsi serat bisa mencegah terjadinya penyakit ini. 

Sumber serat yang bisa rutin dikonsumsi

Agar tak kurang serat, Anda harus rutin mengonsumsi buah dan sayuran. Buah dan sayuran tersebut, yaitu:

  • Buah-buahan: Pir, stroberi, alpukat, apel, pisang
  • Sayur: Wortel, brokoli, bayam, asparagus, kale, terong
  • Kacang merah
  • Kentang
  • Quinoa
  • Oats
  • Jagung
  • Kacang almond
  • Chia seeds
  • Cokelat hitam
  • Kacang-kacangan lainnya

Baca juga: Tak Selalu Merugikan, Makanan Rendah Serat Juga Dibutuhkan

Dampak terlalu banyak mengonsumsi serat untuk kesehatan

Segala hal yang berlebihan tidaklah baik, tak terkecuali serat. Terlalu banyak mengonsumsi nutrisi ini pun dapat menimbulkan efek samping. Efek samping tersebut, termasuk:

  • Perut kembung dan bergas
  • Sensasi kenyang berlebihan
  • Kram perut
  • Sembelit atau diare
  • Dehidrasi
  • Kenaikan atau penurunan berat badan
  • Mual
  • Penyumbatan usus (jarang terjadi)

Walau menimbulkan efek samping di atas, kelebihan serat lebih jarang terjadi dibandingkan kekurangan nutrisi ini.

Baca juga: Ketahui Kebutuhan Serat Per Hari dan Makanan yang Jadi Sumbernya

Perlukah mengonsumsi suplemen serat?

Belum diketahui dengan pasti manfaat suplemen serat jika dibandingkan dari makanan sehat. Sebagian besar suplemen serat pun hanya ditujukan untuk mencegah sembelit dan bukan menurunkan kadar kolesterol.

Apabila Anda merasa kurang konsumsi makanan kaya serat, dan ingin memenuhi kebutuhannya dari suplemen, Anda harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Dokter dapat menentukan jenis suplemen yang bisa dikonsumsi serta kemungkinan interaksi dengan obat yang tengah diminum.

Anda juga harus mengonsumsinya sedikit demi sedikit, karena konsumsi langsung dalam dosis tinggi dapat menimbulkan efek samping. Mengonsumsinya dengan berlebihan tidak disarankan, karena kelebihan pun sama tak eloknya dengan kurang erat.

Jika Anda ingin berkonsultasi langsung pada dokter seputar kebutuhan dan akibat kurang serat, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

sembelitkonstipasiseratfeses

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved