logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Kekurangan Zat Besi, 10 Keluhan Tubuh Ini Bisa Terjadi

open-summary

Kekurangan zat besi ditandai menghambat proses peredaran oksigen ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Jika tubuh mengalami defisiensi zat besi, maka beberapa akibatnya adalah rambut rontok hingga gangguan jantung.


close-summary

3.94

(31)

27 Jan 2020

| Larastining Retno Wulandari

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Kekurangan zat besi ditandai dengan rambut rontok

Kekurangan zat besi ditandai dengan rambut rontok dan warna kulit pucat.

Table of Content

  • Gejala kekurangan zat besi 
  • Penyebab kekurangan zat besi
  • Akibat kekurangan zat besi
  • Cara mencukupi asupan zat besi
  • Catatan dari SehatQ

Kekurangan zat besi bisa mengakibatkan dampak negatif bagi tubuh, seperti rentan terkena penyakit yang mungkin tak pernah Anda bayangkan. Itulah sebabnya, mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi sangat disarankan.

Advertisement

Tanpa zat besi, fungsi hemoglobin (protein di dalam sel darah merah) tidak dapat berfungsi dengan baik. 

Bahkan, jumlah sel darah merah pun berkurang dan bisa saja oksigen tidak tersalurkan dengan sempurna ke seluruh tubuh. 

Siapapun pasti tidak mau hal ini terjadi, bukan? Maka dari itu, kenalilah tanda-tanda tubuh kekurangan mineral yang satu ini.

Gejala kekurangan zat besi 

Zat besi adalah nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh. Salah satu fungsi utamanya adalah membantu hemoglobin dalam menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. 

Perlu diketahui, tanda yang timbul bergantung pada kondisi kesehatan, usia, hingga seberapa rendah kadar zat besi.

Kekurangan zat besi dapat mengakibatkan terjadinya penyakit anemia defisiensi besi.

Inilah gejala yang bisa Anda alami:

1. Mudah lelah

Mudah lelah
Mudah lelah? Itu tanda kekurangan zat besi!

Kekurangan zat besi mengakibatkan tubuh merasa mudah lelah kerap dirasakan. Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin.

Jika kekurangan hemoglobin, maka oksigen tidak bisa meraih otot dan jaringan tubuh.

Tanda yang satu ini biasanya disertai gejala seperti mudah marah, merasa lemah, sulit berkonsentrasi, dan tidak produktif saat bekerja.

2. Kulit pucat

Teman-teman berkomentar Anda terlihat pucat? 

Nah, mungkin saja ini menandakan defisiensi zat besi karena salah satu tanda umum kekurangan mineral yang satu ini adalah kulit yang menjadi pucat.

Kondisi ini bisa membuat turunnya kadar hemoglobin di dalam sel darah sehingga warna darah tidak merah sempurna.

Itulah sebabnya, warna kulit bisa memucat, seperti pada wajah, gusi, mulut, kelopak mata bawah, serta kuku.

Kepucatan ini bisa timbul bagian tubuh mana saja. Biasanya, tanda ini menarik perhatian dokter, saat mendiagnosis pasien yang kekurangan kadar zat besi, sebelum melakukan tes darah.

3. Sesak napas

Saat kekurangan kadar zat besi, hemoglobin pun akan menurun. Ini artinya, kadar oksigen yang disalurkan ke seluruh tubuh juga akan berkurang. 

Salah satu akibatnya, otot akan kekurangan oksigen, sehingga aktivitas seperti berjalan pun terasa sangat berat.

Sebagai dampaknya, laju pernapasan akan meningkat ketika tubuh mencoba memenuhi asupan oksigennya. Inilah sebabnya sesak napas menjadi salah satu tanda defisiensi besi.

4. Sakit kepala dan pusing

Sakit kepala
Sakit kepala jadi tanda kekurangan zat besi

Lagi-lagi, karena kadar oksigen yang dibawa hemoglobin berkurang, akhirnya otak tidak mendapatkan cukup oksigen. 

Hasilnya, pembuluh darah di otak bisa membengkak dan gejala defisiensi zat besi berupa rasa pusing pun datang.

Walaupun sakit kepala atau pusing bisa disebabkan oleh banyak hal, kemunculan sakit kepala dan pusing yang berulang-ulang bisa menjadi tanda kekurangan mineral zat besi.

5. Jantung berdebar

Jika kekurangan kadar zat besi, jantung berdebar bisa terjadi. Sebab, jantung harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan pasokan oksigen.

Dalam kasus ekstrem, tanda yang satu ini bisa menyebabkan pembesaran jantung, gagal jantung, atau murmur jantung (bunyi jantung tak normal).

6. Kerusakan rambut dan kulit

Saat bagian tubuh lainnya mengalami kekurangan oksigen, maka akan ada kerusakan yang terjadi. Sama halnya dengan rambut dan kulit yang bisa terkena akibat kekurangan zat besi.

Dalam kasus yang lebih parah, kondisi ini tidak hanya menyebabkan kerusakan rambut, tapi juga rambut rontok.

Baca Juga

  • Kalori Anggur Per Buahnya Tak Sampai 5, Cocok Jadi Camilan Diet
  • Kenali Karakteristik Anak Tunagrahita dan Cara Menanganinya
  • BAB Warna Hitam, Apa Saja Penyebab yang Perlu Diketahui?

7. Lidah bengkak dan pucat

Terkadang, hanya dengan melihat bagian dalam atau sekitar mulut, seseorang bisa melihat tanda-tandanya.

Salah satu tanda yang paling sering ditemui adalah lidah yang membengkak, pucat dan bertekstur lebih lunak.

Selain itu, keluhan ini juga bisa menyebabkan mulut kering, atau luka di sekitar mulut.

8. Rusaknya kuku

Salah satu gejala umum dari rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh adalah rusaknya kuku. Kondisi ini disebut sebagai koilonychia.

Biasanya, kondisi ini akan terjadi pada mereka yang sudah mengalami anemia defisiensi besi.

9. Merasa cemas

Menurut sebuah studi terbitan Nutrition Reviews, kurangnya oksigen pada jaringan tubuh akibat rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan cemas. 

Namun, kondisi ini dapat diatasi saat kadar zat besi di dalam tubuh kembali normal.

10. Tangan dan kaki terasa dingin

Rendahnya kadar zat besi di dalam tubuh dapat mengurangi suplai oksigen ke tangan dan kaki. Hal ini dipercaya dapat membuat tangan dan kaki Anda terasa dingin.

Penyebab kekurangan zat besi

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami kekurangan mineral zat besi, seperti:

1. Kekurangan asupan zat besi

Zat besi tentu bisa didapat dari asupan makanan. Ada dua kandungan zat besi, yaitu zat besi heme yang berasal dari sumber hewani dan zat besi nonheme dari sumber nabati. Tubuh sebenarnya lebih mudah menyerap asupan zat besi heme.

Ada beragam alasan mengapa Anda bisa mengalami kekurangan asupan zat besi, seperti pola makan vegan yang kurang seimbang, diet tidak terkontrol, hingga susahnya mendapatkan akses makanan kaya zat besi.

2. Mengalami pendarahan

Bila mengalami pendarahan, zat besi akan keluar dari tubuh melalui darah.

Biasanya, kondisi ini terjadi saat menstruasi dengan aliran darah deras, sering mimisan, tukak lambung, polip, kanker usus besar, hingga penggunaan aspirin.

Selain itu, donor darah rutin juga berisiko menyebabkan anemia defisiensi besi.

3. Kebutuhan zat besi yang meningkat

Ibu hamil memiliki kebutuhan zat besi yang meningkat. Tentu, Anda pun harus segera memenuhi asupan nutrisi agar senantiasa tercukupi. Bila tidak, Anda pun akan mengalami kekurangan nutrisi.

4. Olahraga intensitas tinggi

Atlet rawan mengalami kekurangan zat besi karena aktivitas fisik yang keras dan rutin mampu meningkatkan kebutuhan zat besi untuk tubuh. 

Misalnya, saat latihan intensitas tinggi, tubuh memerlukan sel darah merah yang lebih banyak.

Jadi, tubuh pun memerlukan zat asupan besi yang lebih banyak pula. Selain itu, saat berkeringat, zat besi pun juga ikut hilang.

5. Tidak mampu menyerap zat besi

Orang dewasa menyerap hingga 15% zat besi dari asupan. Namun, ada kondisi medis yang membuat seseorang tidak bisa menyerap asupan zat besi dari makanan, seperti penyakit Crohn, celiac, dan kolitis ulseratif.

Akibat kekurangan zat besi

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, akibat kekurangan zat besi akan menimbulkan komplikasi, seperti:

1. Masalah jantung

Akibat kekurangan zat besi memunculkan komplikasi berupa gangguan jantung, seperti aritmia, pembengkakan jantung, hingga gagal jantung.

Hal ini disebabkan jantung kekurangan sel darah merah kaya oksigen sehingga harus bekerja keras untuk mengedarkan darah kaya oksigen ke tubuh agar kinerja tubuh tetap stabil.

2. Rentan terhadap infeksi

Akibat kekurangan zat besi, kekebalan tubuh pun melemah. Jadi, hal ini akan membuat tubuh Anda mudah terinfeksi bakteri, virus, dan mikroorganisme lainnya.

3. Keterlambatan perkembangan

Akibat kekurangan zat besi yang dialami anak adalah perkembangan tubuhnya yang terhambat.

Perkembangan kognitif dan motorik anak pun terlihat lebih lambat dibandingkan anak-anak dengan kadar zat besi yang normal.

Bahkan, riset dari Lifetime Nutritional Influences on Cognition, Behaviour and Psychiatric Illness menyatakan bahwa anak yang dulunya mengalami defisiensi besi saat bayi memiliki skor IQ yang lebih rendah daripada anak yang tidak mengalami anemia defisiensi zat besi saat setahun pertama kehidupannya.

4. Meningkatkan risiko komplikasi kehamilan

Akibat kekurangan zat besi, ibu hamil pun rentan mengalami komplikasi kehamilan, seperti:

  • Persalinan prematur
  • Berat bayi lahir rendah
  • Depresi pascapersalinan.

Cara mencukupi asupan zat besi

Untuk mencegah kekurangan zat besi, tentu hal yang bisa Anda lakukan adalah mencukupi kebutuhan zat besi. Inilah cara yang bisa Anda lakukan:

1. Makanan yang mengandung zat besi

Zat besi adalah mineral yang sangat dibutuhkan tubuh. Akan tetapi, tubuh tidak dapat memproduksinya. 

Maka dari itu, mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, bisa jadi solusi.

Bahkan, mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi dapat mencegah penyakit anemia defisiensi besi.

Apa saja makanan yang mengandung zat besi itu?

  • Kerang, setiap 100 gram kerang mengandung 28 miligram zat besi atau setara dengan 155% dari rekomendasi asupan harian (RAH).

 

  • Bayam, setiap 100 gram bayam mengandung 3,6 miligram zat besi atau setara dengan 20% RAH.
  • Sayur polong, dalam satu cangkir berukuran 198 gram sayuran polong bisa mengandung sekitar 6,6 miligram zat besi, atau setara dengan 37% RAH.

 

  • Daging merah, setiap 100 gram daging merah, terdapat 2,7 miligram zat besi atau setara dengan 15% RAH.
  • Brokoli, Satu cangkir (156 gram) brokoli bisa mengandung 1 miligram zat besi, atau setara dengan 6% RAH.

2. Mengonsumsi asupan kaya vitamin C

Vitamin C terbukti membantu penyerapan zat besi yang ada pada tubuh. Vitamin C "menangkap" zat besi non-heme dan mengubahnya ke dalam bentuk yang lebih mudah diserap tubuh.

Bahkan, mengonsumsi 100 mg vitamin C bersamaan dengan makanan, penyerapan zat besi pun meningkat hingga 67%.

Asupan vitamin C yang bisa Anda pilih adalah:

  • Sayuran berdaun hijau tua
  • Paprika
  • Melon
  • Stroberi.

3. Konsumsi makanan kaya vitamin A dan beta-karoten

Makanan yang mengandung vitamin A dan beta-karoten juga membantu mengatasi kekurangan zat besi.

Sama halnya dengan vitamin C, vitamin A dan beta-karoten mampu menyerap kadar zat besi dari nasi, gandum, hingga jagung.

Beberapa jenis makanan yang bisa Anda coba, seperti:

  • Aprikot
  • Labu
  • Kangkung
  • Bayam
  • Wortel
  • Ubi jalar
  • Buah persik
  • Paprika merah

4. Mengonsumsi tablet penambah darah

Biasanya, tablet penambah darah mengandung zat besi yang lebih banyak daripada suplemen harian.

Biasanya, jumlah zat besi yang dianjurkan dokter untuk menangani kekurangan zat besi sebanyak 150 sampai dengan 200 mg per hari.

5. Infus zat besi

Dalam kondisi tertentu, dokter memilih memberikan infus zat besi.

Biasanya, pemberian ini diberikan pada orang yang tidak mampu menyerap zat besi dengan baik, orang dengan defisiensi besi parah atau mengalami pendarahan hebat, atau tidak bisa mengonsumsi obat zat besi oral.

4. Transfusi darah

Donor darah akan dilakukan jika Anda mengalami penyebab kekurangan zat besi berat, seperti mengalami pendarahan atau merasakan gejala, seperti nyeri dada, sesak napas, atau lemah tak tertahankan.

Sebenarnya, menurut American Society of Hematology, transfusi darah berguna untuk menggantikan sel darah merah yang kurang, bukan menambah zat besi yang kurang.

Catatan dari SehatQ

Kekurangan zat besi bukanlah hal yang bisa dikesampingkan. Banyak gangguan kesehatan yang dapat mengganggu keseharian. 

Maka dari itu, jika Anda merasakan beberapa tanda di atas ada, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Untuk mengetahui fungsi zat besi pada tubuh, Anda bisa chat gratis dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

penyakitmakanan sehatzat besisel darah merah

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved