Akibat Jarang Mandi yang Dapat Membuat Anda Bergidik Ngeri

(0)
13 Feb 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Akibat jarang mandi dapat menyebabkan bau badanBau badan adalah salah satu akibat jarang mandi
Mandi merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kebersihan diri. Di Indonesia, setiap orang umumnya mandi dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore/malam hari. Namun, frekuensi mandi bisa saja berbeda sesuai kondisi masing-masing.Mandi berlebihan atau terlalu jarang rupanya memiliki dampak kesehatan. Mandi terlalu sering berisiko mengakibatkan kulit kering dan iritasi. Sementara itu, akibat jarang mandi berpotensi membuat Anda lebih mudah mengalami infeksi-infeksi penyakit tertentu.

Akibat jarang mandi terhadap kesehatan Anda

Jika dibandingkan terlalu sering mandi, jarang mandi sebetulnya lebih bersahabat untuk kesehatan kulit Anda. Namun, mandi secara teratur sesuai kebutuhan merupakan pilihan yang paling tepat.Sejumlah penyakit bisa muncul akibat jarang mandi. Berikut adalah penyakit-penyakit yang mengancam orang-orang yang jarang mandi.

1. Bau badan

Bau badan disebabkan oleh adanya percampuran antara cairan keringat dan bakteri yang ada di permukaan kulit. Pada dasarnya, keringat tidak beraroma atau menimbulkan bau. Namun, kontaminasi bakteri pada keringatlah yang memicu bau tidak sedap.Tumpukan bakteri di permukaan kulit bisa semakin menumpuk akibat jarang mandi. Maka tidak mengherankan bahwa bau badan dapat muncul jika Anda berkeringat saat jarang mandi. Khususnya di area ketiak dan selangkangan.

2. Meningkatkan keparahan penyakit kulit

Penumpukan kotoran, sel kulit mati, dan keringat di permukaan kulit juga bisa terjadi akibat jarang mandi. Berbagai kotoran tersebut akan menyebabkan sumbatan atau tertutupnya pori-pori kulit.Kondisi ini dapat memicu atau memperburuk berbagai penyakit kulit, seperti jerawat, psoriasis, dermatitis, hingga eksim.

3. Meningkatkan jumlah bakteri jahat

Ketidakseimbangan bakteri pada permukaan kulit termasuk konsekuensi akibat jarang mandi. Masalah ini terjadi karena jumlah bakteri jahat berkembang lebih banyak dari bakteri baik.Ketidakseimbangan bakteri dapat meningkatkan faktor risiko terjadinya infeksi kulit. Salah satunya adalah tumbuhnya bercak plak di permukaan kulit yang disebut dengan dermatitis neglecta. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak tebal dan kulit bersisik.

4. Menyebabkan infeksi jamur

Jamur merupakan salah satu gangguan yang bisa menyebabkan infeksi berat pada kulit. Jamur dapat berada di permukaan kulit, di alat kelamin, hingga di dalam mulut.Salah satu penyebab utama infeksi jamur adalah kebersihan diri yang kurang terjaga seperti akibat jarang mandi.

5. Penumpukan sel kulit mati

Tidak hanya membasmi bakteri jahat, mandi juga berfungsi membersihkan tubuh dari sel kulit mati dan beragam kotoran lainnya. Sebaliknya sel kulit mati dapat menumpuk dan menyebabkan berkurangnya kecantikan kulit akibat jarang mandi. Hasilnya, kulit akan terlihat lebih gelap dan kusam.

6. Gatal pada kulit

Berbagai kotoran, keringat, dan mikroba yang menumpuk pada permukaan kulit dapat membuat kulit menjadi tidak nyaman. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gatal-gatal pada kulit. Gatal yang semakin parah kemudian dapat menyebabkan iritasi akibat garukan yang Anda lakukan.Tidak hanya itu, kondisi badan yang kotor dan bau juga dapat mengundang serangga seperti nyamuk menghampiri Anda. Sehingga, hal ini dapat menyebabkan rasa gatal dan iritasi semakin menjadi-jadi.

7. Gangguan area kelamin

Selangkangan merupakan salah satu area yang paling banyak terdampak akibat jarang mandi. Selain beraroma tidak sedap, jarang mandi juga menyebabkan area kelamin lebih rentan terkena infeksi bakteri dan jamur.Apalagi jika area tersebut sering berada dalam kondisi lembap. masalah ini dapat menyebabkan rasa gatal, ketidaknyamanan, hingga mungkin rasa sakit yang harus mendapatkan penanganan medis.

8. Masalah rambut

Selain kulit dan kelamin, akibat jarang mandi juga memengaruhi kondisi rambut. Kulit kepala yang jarang dibersihkan akan menjadi kotor dan lebih berminyak. Selain meningkatkan gangguan kulit kepala seperti ketombe, rambut juga akan terlihat kotor, berminyak, lepek, dan bau.Pada dasarnya, tidak ada frekuensi mandi yang ideal. Para ahli tidak menyarankan untuk mandi terlalu sering. Bahkan, beberapa orang dengan gaya hidup atau kondisi lingkungan tertentu hanya disarankan untuk mandi dua hari sekali atau bahkan seminggu dua kali saja.Anda bisa meningkatkan frekuensi mandi sesuai kebutuhan jika dalam kondisi kotor, lebih sering berkeringat (misalnya aktif berolahraga atau berada di area panas), memiliki kecenderungan bau badan, serta alasan lainnya. Mandilah secara singkat selama 5-10 menit untuk membersihkan dan melembapkan kulit.Jika Anda punya pertanyaan seputar kesehatan kulit, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
gatalpenyakit kulitmandi
Healthline. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/how-often-should-you-shower#too-little
Diakses 29 Januari 2021
Brightside Me. https://brightside.me/inspiration-health/10-gross-things-that-will-happen-to-you-if-you-stop-showering-462210/
Diakses 29 Januari 2021
Health Harvard. https://www.health.harvard.edu/blog/showering-daily-is-it-necessary-2019062617193
Diakses 29 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait